Year: 2009

Strange Adv. “Cililin//Ciwidey”, Part.2 – Tragedy

Selang kemudian, kami melaju di Jalan Baros (ukuran sedang, padat anjir) setelah melewati rel kereta api untuk ketiga kalinya. Mulai berangkat sekitar 50 menit telah berlalu. Setelah Baros, jalan mulai menanjak dan tampak gunung di depan. Di bundaran bada Baros, kami belok ke kanan menuju Nanjung. Ternyata disinilah akhir dari Jalan Lebar di perjalanan kami. Jalan di Nanjung kecil selayaknya jalan di dalam kompleks kelurahan. Jalan kecil dan padat ini pun menurun. Saat menuruninya, hal yang tak terduga terjadi.

Strange Adv. “Cililin//Ciwidey”, Part.3 – Turning Point

Perjalanan yang cukup panjang ini terasa cukup melelahkan. Satu seperempat jam lebih sudah kami berjalan tanpa henti. Motto kami saat itu, hanya dua hal yang bisa menghentikan kami: sampai atau nabrak orang. Setidaknya banyak hal unik yang terjadi di perjalanan ini, apalagi segarnya udara plus asrinya pemandangan kanan dan kiri jalan. Memang, hal terbaik dari petualangan adalah pemandangan yang unik dan kondisi yang tak terperikan.

Strange Adv. “Cililin//Ciwidey”, Part.4 – Readvance

Perjalanan pun kami lanjutkan. Ciwidey tujuan kami. Kabar dari satpam situs sebelumnya, tidak jauh dari situ sekitar satu kili ada tempat wisata. Kami pun melaju. Bambang dibelakang memegang kamera dan memfoto sekeliling sambil jalan. Sesampai disana, ternyata tempat wisata dimaksud adalah Stadion Sepakbola. Di depan stadion banyak penjual baju bola. Uniknya hampir (jika tidak) semua baju yang dijual adalah kaos kesebelasan persib. Perjalanan kami lanjutkan. Tujuh kilo rasanya tidak sebanding dengan perjalanan kami sampai disini. Jalan yang kami lalui cukup berkelok-kelok dan naik turun, meskipun tidak mengalahi kelokan jalan di Bukit Kemuning.

Strange Adv. “Cililin//Ciwidey”, Part.5 – Return to Base

Tanpa pernah mencapai tujuan final, kami melakukan immediate respon terhadap kondisi. Prosedur Return To Base kami lakukan dengan terpaksa. Setelah tiga jam setengah perjalanan panjang tanpa hasil, kami dipaksa pulang oleh alam. Perjalanan tanpa arti ini setidaknya memberi beberapa pesan dan ilmu yang cukup menggugah. Juga memberi kami suatu perjalanan yang sangat panjang yang belum pernah kami capai dengan mengendarai motor.

Air versus Api

Keduanya bagai air dan api. Umumnya memiliki makna keduanya tak dapat bertemu. Saling menghancurkan, saling merongrong, saling menggasak. Api memiliki kekuatan dan keganasan yang menakutkan. Air pun berdaya hancur sangat tinggi. Mereka berdua menakutkan dan merupakan rival sejak lama. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka saling membenci? Benarkah keduanya takkan pernah akur?

Lagi Kuliah, Ngenet

Saat ini 30 September 2009 pukul 15.15 saya sedang kuliah Struktur Diskit dan belum shalat ashar. Karena “sedikit” bosan dengan kuliah di ruang 7602 Labtek V Informatika ini, saya pun membuka laptop dan menghubungkan diri ke internet. Sebenarnya saya sudah ngenet di kelas ini sejak 2 jam lalu dari kuliah Probabilitas dan Statistika yang jauh lebih membosankan dari Strukdisk. Biasanya saya tidur, tapi karena ngenet lebih bermanfaat, ya sudah! Kegiatan ngenet saya sekarang didominasi oleh download fansub film dari FTP internal jaringan ITB. Selain itu saya baca-baca juga situs pak dosen yang lagi di depan kelas dan beberapa artikel. Satu artikel yang paling lama saya baca sekarang adalah tentang Latihan Shalat Khusuk oleh Abu Sangkan, dan Artikel Penentangnya. Saya juga menentang, aneh shalat khusu kok dilatih, pake meditasi pula. Ada wihdatul wujudnya pula. Hmm… Selain ngenet saya sekarang sedang membaca novel, Rahasia Kaum Falasha. Novel tentang perburuan artifak zionis. Ditulis oleh orang UPI. Cukup menarik dan menantang. Saya baru baca sampai halaman 123, ganti-gantian dengan ngenet. Sesekali saya liat pak Rinaldi Munir di depan menjelaskan …

Tempe Fosil

Pulang dari Lampung bawaanku cukup banyak. Semua bawaan itu terkompilasi dalam satu koper kecil merk President yang sudah tak terhitung seringnya menemaniku mudik. Kebanyakan bawaan ini adalah ‘souvenir’ lebaran yang sebenarnya tidak begitu penting. Diantaranya adalah 3 toples kue untuk cemilan di Bandung kelak, salah satunya –kue keju– disiapkan untuk ibu kos.

Hidup Kembali

ひさしぶりだね、 みんあ! Alhamdulillah, untuk yang kesekian kalinya blog ini hidup kembali. Kali ini setelah mati-suri selama hampir satu quartal (Post Terakhir Mei kayaknya), Sang Pemilik Blog akhirnya memutuskan untuk mengisi kembali blognya dengan beberapa post yang telah ditulis sebelumnya. Seperti sebelumnya, jumlah post yang diapload saat Reborn cukup banyak, meskipun tanggalnya dimanipulasi seolah-olah sudah dipost sejak lama. Hal ini mungkin menyalahi tips yang diberikan oleh Akh Abrar tentang cara meramaikan Blog, yaitu Post lah Artikel secara rutin dengan jumlah sedikit tiap kali post.

Liburan (Lebaran ver)

Lebaran seharusnya hepi bukan? Tapi setelah mengalami 2 minggu liburan (baca: lebaran) hatiku terasa hampa. Rasanya ada beban dan sesal yang terperangkap di diri. Libur kali ini agak kurang berguna dan menyakitkan. Bukan hanya karena kurang ketemu relasi, tapi juga karena terlalu sering menghadap TV-Komputer-Laptop plus tidur.

Quotes

Quotes jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti kutipan. Mungkin quote bisa diperlakukan secara umum yaitu seluruh kutipan dapat disebut quote. Tetapi disini saya mengkhususkan quote sebagai yang dalam bahasa Indonesia disebut kata-kata indah, atau kata-kata mutiara. Karena vakumnya saya, halaman quote yang harusnya bisa ditulis tiap minggu jadi ikutan terlantar. Karena hobi saya disini sekarang nonton dan membaca, jadi kebanyakan quote yang saya tulis adalah kata mutiara dari film atau manga yang saya lihat itu. Terkadang saya juga mendengar nasihat dari orang-orang sekitar meskipun kadang berupa lelucon dan akhirnya saya quote juga. Agar hutang saya lunas, saya kutipkan beberapa kata mutiara untuk menggenapi minggu-minggu lumutannya blog ini dari beberapa manga dan film yang saya tonton.

Hasil Observasi TV selama liburan

Liburan ini akhirnya aku melakukan (lagi) hal yang sudah lama kutinggalkan. Nonton TV atau teve (bukan tivi atau tipi ya karena melanggar PPEYD nanti). Di kosan di bandung bukannya saya gak punya tipi (contoh penulisan yang salah), tapi males menonton karena tidak tertarik dengan acaranya dan televisiku burek. Akhirnya, liburan ini intensitas itu meningkat tajam dan aku berhasil mengamati beberapa sisi dari pertelevisian saat ini. Karena saya nonton dirumah, tentu seperti biasa tv didominasi oleh antek-antek setia sinetron. Sinema Elektronik a.k.a. sinetron emang acara paling andalan di tv kita. Sinetron hampir setara dengan dorama di Asia Timur sana atau Telenovela di Amerika Latin. Bedanya, di kita lebih norak. Jumlahnya pun lebih banyak dari biasanya tampaknya sekarang. Lihat saja, mulai dari siang pukul 2 an sudah ada sinetron yang siap Anda tonton di layar kaca. Untuk pengetahuan saya, stasiun yang gemar menayangkan sinetron adalah R**I, S**V, dan Indo****. Kebetulan mereka bertiga memang yang paling besar dan tua (dan mungkin paling berpengalaman) dibanding stasiun lain.

Liburan

Liburan seharusnya hepi bukan? Tapi setelah mengalami 2 minggu libur di bulan Juni ini hatiku terasa hampa. Rasanya ada beban dan sesal yang terperangkap di diri. Libur kali ini agak tidak berguna dan membebani.  Bukan (hanya) karena psikologiku lagi menurun, tapi tidak ada kerjaan memang beban fisik yang cukup berat. Inilah laporan kegiatanku saat liburan. Mayoritas aktifitas adalah memegang touchpad di laptop. Tujuannya macam-macam, mulai dari membaca database eBook yang kuantitasnya sudah mencapai taraf tak mungkin terbaca lagi, memahami kembali manga Tsubasa Chronicle yang jalan ceritanya sekompleks sejarah kalkulus,  dan aktifitas paling sering nonton anime baik yang sudah pernah maupun belum. Aktifitas lain standar, makan, sholat, tidur, dan ke WC. Aktivitas tambahan adalah nonton teve (akhirnya bisa nonton lagi).

SBY Datang (Lagi?)

Selasa, 26 Mei 2009 pagi, Susilo Bambang Yudhoyono a.k.a. SBY yang pada saat yang sama menjabat sebagai kepala Republik Indonesia datang mengunjungi Sasana Budaya Ganesha ITB. Kedatangan beliau adalah yang kedua dalam dua minggu ini. Apa saja efek dari tibanya beliau di Tamansari? Tentu saja saya tidak akan membicarakan kebaikannya mengingat hal itu akan dicap kampanye siluman. Selain itu, saya juga anti (baca: sangat jarang) memuji orang dan kedatangan beliau juga tidak bermanfaat bagi saya.