Tahun: 2009

Sebuah Log, Liburan Tugas

Hari ini, 26 Desember 2009, sepekan sudah masa liburan Akhir-Tahun-Baru berlalu. Aku yang bukannya pulang mengunjungi orang tua dan rumah tercinta, masih tertinggal di Bandung. Alasannya sederhana, masih ada Tubes (Tugas Besar.ed) kedua yang deadline 5 Januari 2010. Liburan ini pun tidak seperti liburan (yang mestinya menyenangkan), dan anehnya masa tenggang ini pun tidak membangkitkan semangat untuk mengerjakan Tubes tadi. Iklan

Guidance??

Tadi (barusan) saya laper. Karena bosen makan yang aneh-aneh, akhirnya saya memutuskan untuk makan di Balubur, di Warung Pecel Lele Jawa Timur yang sering saya singgahi. Jaraknya dari kosan cukup jauh, sekitar 1 – 2 km melewati ITB ke selatan. Entah mengapa perasaan ini timbul dengan kuat, padahal biasanya paling males keluar malem apalagi jauh dan cuma untuk makan. Akan tetapi, keinginan kuat itu tak dapat ditahan. Motor pun dikeluarkan dan aku pun capcus ke sana. Sampai di sana ku bilang “mas biasa satu” ke mas-masnya dan pesanan pun datang. Telor+tempe+tempe+kol goreng terhidang di hadapan. Selesai makan, aku pun pulang. Entah mengapa punglor yang biasanya memungut pungli kepada motor yang parkir di jalan balubur sebagai tukang parkir di pojok sana tidak menyambangiku. Aku pun cabut cepat-cepat sambil mengetes motor yang baru diservis (setelah 3 bulan + 3 kali per tiga minggu naik gunung). Sesampai di simpang dago dekat kosan aku kaget. Ternyata para pedagang kaki lima di sana lenyap. Jalanan sepi namun polisi dimana-mana. Padahal tadi pas berangkat lewat sini aku tak menyadari apa-apa. Hm, …

Probatio Diabolica

Pernahkah Kamu mengalami, misalnya di rumah Kamu seharian sendirian. Lalu saat orang tua Kamu pulang, mereka marah-marah akibat kue tart yang ada di kulkas habis dan menyalahkan Kamu. Kamu tidak bisa berkelit sekalipun Kamu tidak memakannya dan tidak ada bukti yang mengarah ke Kamu. Itulah kira-kira yang disebut Probatio Diabolica atau lebih akrab disebut Devil Proof.

Idul Adha Moment

Kembali lagi mengisi blog di hari ini 10 Zulhijjah, hari Idul Adha saat setiap muslim di dunia merayakan hari qurban setelah sekian lama abstain dan stress. Hari ini juga aku mungkin mengalami sesuatu yang tak terlupakan dan agak beda sepanjang sejarah aku melewati idul adha. Sebelumnya, saya mengucapkan Selamat Lebaran Qurban buat semua saudara ku muslim dan muslimah di seluruh dunia.

Pita Suara yang Menakjubkan

Artikel menarik, pengsisi masa labil akibat tubes. Sulihan dari laziem.com. Pernahkan Anda membayangkan bagaimana bentuk pita suara Anda? Bagaimanakah pita suara saat bekerja, yaitu saat kita berkata sesuatu atau pun bernyanyi? Bagaimana cara merawat kesehatan pita suara kita? Hal apa saja yang dapat mengurangi kesehatan pita suara? Hmm, ada baiknya Anda membaca postingan saya kali ini, terutama buat Anda yang gemar bernyanyi tanpa diimbangi teknik yang mumpuni, suka teriak-teriak ndak jelas, atau pun bagi Anda yang gemar merokok dan minum-minuman yang beralkohol.

Life Must Go On

Even the earth quaked and the sky fallen Even the acean dried and the mountain blew away Even the very pillar of the city broke until its core Life must go on… Even your heart and your soul deep crushed Even your head spin and your brain cannot escape your prison Life must go on… Because we’re human, we must live. Bencana yang menimpa saudara kita di Padang Pariaman sangatlah dahsyat. Namun, hidup harus terus berjalan. Terlalu lama terundung dalam kesedihan takkan membawa apa-apa. Karena hidup tetap harus berjalan. Merahnya cabe mengalahkan sadisnya luka yang diberikan gempa. Kalahkan rasa takut dengan gempa. Mau apalagi, karena itulah satu-satunya sumber nafkah pedagang ini. Mereka saja bisa bangkit, kenapa kita tidak. sumber gambar : http://www.boston.com

Indonesia Bergetar

Tepat dua bulan lalu, 2 September 2009 bergetarlah Bumi Tasikmalaya. Getaran ini cukup dahsyat untuk bisa dirasakan teman-teman di Jakarta. Sangat dahsyat untuk meruntuhkan  ratusan bangunan dan merenggut setidaknya 72 jiwa. Dan ia adalah gempa terbesar mengawali rentetan gempa berikutnya yang mungkin membuat kita akrab dengan teguran ini. Gempa di Tasik berpusat di (7.809°S, 107.259°E) 125 km WSW dari Tasikmalaya dan 100 km SSW dari Bandung, 200 km SSE dari Jakarta pada kedalaman 46,2 km. Gempa yang dikenal dengan Gempa Tasik ini mempunyai magnitude sekitar 7.0 SR. Aku merasakan saat sedang kuliah Strukdisk. Gempa ini cukup menghebohkan ITB sampai memacetkan seluruh kuliah pada saat jam 3 itu, meskipun jam empatnya kuliah lagi dengan MK yang berbeda. Gempa ini mengerikan, bagi yang ada di Sunken Court dan melihat gedung PAU delapan lantai berjoget sungguh menyeramkan. Dan ini hanyalah gempa pembuka, pembuka mata kita.

Gempa Ketika Kuliah, Kampusku Retak

Rabu September 2009, pukul  12.00 seperti biasa kami pun memasuki kelas Mata Kuliah Probabilitas dan Statistika. Mata Kuliah 3 SKS ini tidak seharusnya memiliki 2 jam pertemuan di hari Rabu, tetapi karena kesibukan Ibu Harlili sang dosen mata kuliah ini pun dipadatkan di Hari Rabu. Jadilah hari Rabu ku sebuah pelarian panjang –kuliah 11 jam full, jam 07 pagi sampai 18 sore–.  Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan MK ini, pelajarannya termasuk mengulang pelajaran kalkulus TPB dengan rumus yang cukup njelimet. Dosen tentu sering jadi sasaran penyalahan oleh mahasiswa.

Kampanye Anti Curang

Setelah Kampanya UAS Bersih yang begitu galak semseter lalu, kini KM ITB mengadakan kampanye Anti Kecurangan. Kampanye ini tentu sangat didukung oleh pihak rektorat. Sebagaimana yang lalu, kampanye ini memuat baliho, poster, yang unik dan menarik. Dulu bahkan ada karangan bunga besar di depan gerbang yang bertuliskan “Turut Berduka Cita atas Para Pencontek”. Kini Baliho dengan logo ITB.

Bad Luck or Good One?

Rabu, 21 Oktober 2009 pukul 20.20 sejarah mencatat. Aku yang sedari magrib didatangi Rizky Alfian dan menonton Slumdog Millionaire, kelaparan dan memutuskan makan di ‘tempat biasa’. Dan mencatat kejadian yang luar biasa. Hari ini aku pulang sangat pagi akibat bad mood. Aku sebenarnya sudah seharian bad mood, bukan karena keberadaan UTS Agama Islam plus UTS Struktur Diskrit hari ini, bukan juga karena kesel dengan wisudaan HMIF, bukan karena besok UTS Alstrukdat plus ada Tugas IKNI PKn, TP Praktikum Sisdig dan Tugas Abstrack Data Type Matriks + Mesin Karakter, atau internet sunken yang lagi maintenance. Mungkin karena bosan hidup saja.  Jenuh dan malas, jam 17.00 aku sudah menjamah kosanku. Bahkan sebelum banci perempatan sempat dandan guna menjalankan tugasnya, aku sudah pulang.. Tak kusangka, bad mood itu belum mencapai puncaknya.

Kampus

Di kampus lah saya menghabiskan sebagian besar waktu sekarang ini (tidak saat liburan tentu). Apa yang biasanya ku lakukan? Akses internet. Sekedar mengikuti forum Rileks, donlod fansub-fansub dan scanlation manga, baca-baca, dan sekarang mungkin ngoprek dan lain-lain. Di Metro, kota kecil tempat rumahku berada, juga ada tempat bernama kampus. Region lebih tepatnya. Saat liburan ini, kesempatan penjejakan kaki di luar pagar banyak diarahkan ke daerah ini. Buat apa? Nginternet.

Gerombolan SMP Metal

Foto di atas, saya ambil pas petualangan bareng Bambang yang ke Ciwidey itu. Berhubung di Episode Lima dari rangkaian artikel tentang petualangan itu susah diaplot secara terpisah, dan mengakibatkan gambar gagal tertampil, saya tampilkan saja disini. Disana anak SMP nya wow deh…

Plagiat, Change the World

Bagi para penggemar anime, siapa yang tidak kenal dengan soundtrack Inuyasha yang satu ini. Lagunya asyik dan animenya keren. Apalagi setelah irama “I Want to Change the World” diplagiat di beberapa penyanyi, makin tak terlupakan aja ini OST. Change the World merupakan opening theme Inuyasha yang pertama. Single ini dipopulerkan oleh band pop Jepang, V6. V6 sendiri menyumbang beberapa singlenya untuk dijadikan theme di Inuyasha.

10 Jembatan Terpanjang di Dunia

Jembatan Suramadu, jembatan kebanggan Indonesia masa kini. Panjangnya lima kilometer dan merupakan jempatan terpanjang di Nusantara. Jembatan kebanggaan ini sangat membantu dalam transportasi dan penyokong ekonomi JawaTimur-Madura. Jembatan hebat ini dibangun cukup lama, tetapi hanya butuh 2 minggu untuk kehilangan baut-murnya. Tipikal rakyat Indonesia yang sangat bangga dengan masterpiece negara sampai–sampai ingin membawanya ke rumah. Padahal, Suramadu tidak ada apa-apanya dibanding Jembatan punya negeri China dan dunia.

Jumat dan Kompas Kiblat

Hari ini aku mengalami kejadian yang cukup aneh. Mungkin aku ditegur oleh Yang Mahakuasa karena keteledoranku. Mungkin juga ini pertanda aku memang sedikit pelupa dan ceroboh. Jum’at ini, Gamais 2008 berencana mengadakan suatu aksi pembenahan arah kiblat mushala se ITB. Seperti yang diketahui, beberapa mushala ITB memiliki arah kiblat yang agak (beberapa lagi sangat) melenceng dari yang seharusnya. Salah satu contoh adalah mushala Basement Campus Center Barat yang parah melencengnya. Arah shaf mushala ini sudah 2x kali “update”, tetapi entah mengapa terus kembali ke posisi semula.