Bulan: April 2016

I Hate Japanese Keyboard, and also Mac Keyboard

I covered that Japanese space is quite dangerous for programming in the previous post. But more than that, I hate the layout of the Japanese keyboard itself. The placement of symbols in Japanese keyboard are illogical! Especially the quotation mark. It’s all over the place. Who the heck design it. The ◌’ and ◌” is logically placed on the top of another in the international layout. I used these two characters anytime I get involved with String type variable, which mean a lot of time. In the Japanese layout,  single quotation mark ◌’ is above the 7 key, and double quotation mark ◌” is above 2? Incidentally, there is an accent mark  ◌` key–which is almost never used–and double accent or tenten ◌〃key–which is un-pressable–misleadingly near the good old location. Why Japanese peopleee?? Colon and semicolon now have their own room. Slash and backslash is quite separated in international layout. But, good luck finding them in the Japanese layout. Especially for Mac. By the way, I hate the Mac keyboard layout too. There are two too many switch keys in Mac …

A Space That Creates Hard-to-track Bug

Programming with Japanese keyboard is quite dangerous. To understand what I am talking about, please see the following two characters: “ ” versus “ ”. See the difference? Now, imagine it was typed in Notepad++, in programming context. To illustrate this, I make this easy example. Please guess which one is which. Give up? Well, let me give you clearer picture with a clue. So is this any problem? Yeah. It will give compile error. Now that I know the problem, it is easy to track. We can look for strange looking characters in the error log. However, the first time I encountered it, it took me hours. Imagine if this ominous space character is accidentally typed among sea of Japanese text (between String or Japanese comment for example). May god always protect us. Now, please mind your space.

Kota Hiroshima, Kastil, dan Taman Perdamaian

Tahun baru 2015, kami mengakhiri jalan-jalan kami di Hiroshima selama tiga hari. Hari pertama kami ke Shukkeien Park. Hari kedua kami ke Miyajima Island. Dan hari ketiga kami ke Peace Memorial Museum. Artikel ini akan menutup seri petualangan Hokuriku-Chugoku kami, dan akan mengulas Peace Memorial Park dan Kota Hiroshima secara umum. Berangkat dari Kota Tottori, 1 Januari 2015 sore kami sampai di Hiroshima stasiun setelah 8 jam perjalanan. Karena hari masih terang, kami pun jalan berkeliling sekitar kota Hiroshima. Jalan disini tentu jalan kaki, pengen liat pemandangan sekitar kota yang super terkenal ini. Lima sepuluh menit berjalan dari hotel, kami menemukan sungai dan skyline berikut ini. Sungainya bersih dan jernih, sebagaimana rata-rata sungai di Jepang. Namun jangan salah, nggak jarang juga lho sungai di Jepang butek, coklat, hitam, atau bersampah. Nggak sampe kayak di Jakarta sih tentunya. Menyusuri sungai ini hampir satu jam kami pun menemukan Taman Shukkeien yang telah saya ceritakan di artikel terpisah berikut. Setelah itu, karena cek di Google Maps si Hiroshima Castle deket dari taman, kami pun langsung menggeret kaki kesana. Sekitar pukul 5, …

Museum Tragedi, Hiroshima Atomic Museum

Kota Hiroshima dikenal orang karena satu event bersejarah: PDII, partai demokrasi indonesia internasional perang dunia 2. Singkatnya, bom atom. Kalau saja tragedi tersebut tidak terjadi, saya nggak yakin kota ini akan dikenal di dunia internasional seperti sekarang. Ya mungkin sebagian fan budaya Jepang di dunia akan masih tetap mengenalinya, karena dia salah satu kota utama di negeri sakura ini. Namun mungkin levelnya hanya sedang-sedang saja seperti Nagoya, Toyama, atau Fukuoka sekarang ini. Sebagai penduduk dunia zaman modern, post-atomic era, tentu saja melihat ground zero tragedi tersebut menjadi salah satu target utama saat berkunjung ke Jepang. Motivasi cukup besar yang membuat jalur Liburan Tahun Baru 2015 kami memasukkan kota Hiroshima ini. Dan sudah barang tentu, Museum Atom Hiroshima menjadi daftar prioritas untuk dikunjungi. Kami mendatangi museum ini di hari ketujuh sekaligus terakhir perjalanan kami. Berangkat pagi sekali untuk melihat Taman Perdamaian di sekitar museum, kami mengincar masuk museum dari waktu mereka buka. Waktu kami terbatas juga hari itu. Di rencana, kami harus berangkat pulang dari Hiroshima station pukul 14.00 agar bisa sampai di Toyohashi hari itu juga. Kami membatasi kunjungan ke musim dua jam, …

The Majestic View in Miyajima Island

Puncak perjalanan 18 kippu ambisius Jalur Pantai Barat Jepang Kanazawa-Tottori plus Hiroshima ini bisa dibilang ada di Pulau Miyajima ini. Kami mendedikasikan satu hari penuh untuk eksplorasi pulau ini. Dan ternyata kurang! Saking mantabnya ini pulau, udah seharian muter-muter dan hampir habis terlibas badai salju pun, rasanya masih pengen kesini lagi. Warning: artikel ini kayaknya bakal lebih panjang dari rata-rata artikel seri Musim Dingin Tahun Baru 2015 ini. Namun, lebih banyak deskripsi dan isi ceritanya. Let’s go. Stasiun, Pelabuhan, Rusa, dan Desa Jalur menuju Pulau Miyajima dari Kota Hiroshima telah ditulis lengkap di artikel Japan Guide: How to get to and around Miyajima berikut ini. Kami pun mengikuti situs ini di seluruh perjalanan kami. Kami sampai di stasiun JR terdekat, Miyajimaguchi, cukup pagi. Pukul 9. Dari stasiun ke pelabuhan harus jalan kaki sekitar 10-15 menit. Pemandangan sekitar mainstream seperti pasar di Jepang pada umumnya, tetapi tidak membosankan karena dilatari oleh laut dan ornamen/plang yang unik di daerah ini. Si stasiun digerbangi oleh Torii merah seperti di gambar kanan bawah. Sesampainya, kami langsung mencari tempat berlabuh bersandar naik kapal (noriba itu bahasa Indonesia-nya apa …

JR Imbi Line, Perjalanan Es dari Tottori ke Hiroshima

Bertolak dari kota Tottori, kami berangkat menuju Hiroshima pagi-pagi sekali. Kami ambil kereta paling pagi, pukul 7. Kenapa? Karena menurut Hyperdia ini adalah kereta yang paling cepat, hanya memakan waktu 7 jam. Jika kami mengambil kereta yang kedua dan seterusnya, kami harus melakukan perjalanan hampir 10 jam. Masa berangkat jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Pagi di Tottori waktu itu sangat bersalju. Beda jauh dengan hari sebelumnya. Begitu berat kami meninggalkan kota ini, pengen main ke gurun Sand Dune lagi untuk melihat pemandangan yg tentu berbeda dari kemaren, kini menjadi putih. Sayang, kereta kami sudah menunggu. Apalagi hotel di Hiroshima juga sudah dipesan, sayang kan… Meskipun kami mengambil kereta paling pagi, perjalannya juga tidak bisa dikatakan sebentar. Hampir 7 jam boss! Namun, ternyata pemandangan di sekitar rute Imbi Line ini menarik juga. Kereta melewati pegunungan. Jadi rel bisa saja terbentang dari ujung gunung ke ujung lainnya. Melewati hutan, sungai-sungai, dan pematang sawah tampak terbentang nun jauh disana. Apalagi salju yang pertama kalinya turun di hari itu. Menambah kesan pemandangannya itu, ehh, gitu… Gif di atas dibuat …