Bulan: Juli 2015

Orang Jepang Tidak Semuanya Suci

Satu tendensi bagi orang asing di Jepang adalah menganggap bahwa orang Jepang itu maksum alias tidak pernah melakukan pelanggaran hukum. Toh cerita dan berita yang kita sering dengar mengatakan demikian. Sekian banyak blog berkata bahwa di Jepang itu disiplin, orangnya taat hukum, penegak hukumnya bagus, dll. Hal ini menyebabkan ketika ada suatu kasus yg terjadi, orang kita (non-orang Jepang) akan langsung mengasumsikan bahwa pelakunya adalah bukan orang Jepang alias orang asing. Mari saya beri contoh untuk memahami lebih dalam. Artikel ini akan berfokus pada area kosan saya, Circle K di depannya, dan masjid. Bertema tentang transportasi dan aturan lalu lintas. Pada satu kasus spesifik. Berikut adalah peta tkp. Sebelah kiri bawah adalah kosan saya sekeluarga, Esteem Tempaku. Yang berpin dan betuliskan Toyohashi Mosque itu adalah Masjid Toyohashi. Di antara kosan dan masjid ada CircleK, berikon tas belanja kecil warna biru. Diantara ketiganya ada perempatan (yg bisa dibilang juga pertigaan). Posisi kiri atas dari perempatan adalah kampus saya, TUT. Seperti yang saya ceritakan pada artikel sebelumnya berjudul Toyohashi Masjid dan Meriahnya Ramadhan, komunitas muslim Toyohashi beruntung memiliki masjid yg sangat dekat …

JLPT di Jepang: Cek Muka, Kartu Kuning/Merah, dan Hape di Amplop

Minggu kemaren saya ikut JLPT. Ini kali kedua saya ikut tes bahasa Jepang langsung di negaranya. Dibanding Indonesia terdapat beberapa perbedaan mencolok dalam melaksanakan ujian ini. Selain lebih mahal (Jepang: 5500 yen, Indonesia: 135.000 rupiah), alur ujian di dalam ruang kelas jauh lebih strict. Sangat berbeda dari ujian manapun yg pernah saya rasakan. Pengawas dalam ujian ini satu kelas bisa ada 5-6 orang. Kelas yang saya datangi berisi sekitar 140 peserta ujian, pengawas ada lima orang. Satu pengawas menjadi pemimpin kelas. Tugas pemimpin ini adalah memberikan pengumuman-pengumuman dan mengatur jalannya ujian. Sisanya menjaga setiap baris meja-meja kelas, ada empat baris meja panjang. 1. Waktu Ujian dimulai pukul 12.30 tetapi kelas dibuka dari 12.00. Soalnya setelah 12.30, peserta tidak boleh masuk lagi (dan juga gak boleh kelar). Dari jam 12 tadi, pengawas sudah mulai memberi pengumuman-pengumuman. Cocokkan nomor peserta dengan di meja. Dll. Saya masuk kelas pukul 12.10, soalnya dzuhuran dulu kan, dan peserta sudah pada rapi duduk di dalam kelas. Penjelasan dan pengecekan kesiapan kelas ini sangat detail, namun mereka melakukan dengan sangat efisien. Hanya …