All posts tagged: Facebook

Kenapa Nggak Pengumuman di Facebook?

Pascasidang saat bertemu teman di jalan, mereka menanyakan hal yang sama. “Habis sidang mas? Bijimana?” Yah, keliatan dari bajunya sih, rapi tidak wajar. Saat itulah saya merasakan bahwa saat orang mengucapkan “Alhamdulillah…” pada suatu progress yang kita lakukan, itu sesuatu banget (bukan ucapan selamat loh ya, tapi ucapan hamdalah). Senangnya luar biasa. Apalagi… Ups, tapi bukan bahasan saya kali ini ya. Salah satu dari mereka berkata seperti ini: Ih Albed nih lo… Nggak bilang-bilang mau sidang. Pengumuman kek di Facebook. Well. Entah kenapa, saya merasa agak gimana gitu (mixed feeling) tentang ide mengumumkan akan sedang apa saya hari ini, besok, dan seterusnya [kok jadi judul lagu]. Walaupun itu untuk hal yang penting seperti sebuah milestone. Okelah, memang untuk melewati suatu milestone tertentu, kerja keras saja tidak cukup. Doa adalah sangat utama. Dan doa diri sendiri seperti juga tidak cukup meyakinkan bukan? Dengan demikian, doa dari banyak orang, teman-teman dekat, khususnya yang alim-alim harus kita kejar. Kan? Tapi kok saya tetap saja asa geli gimana gitu. Mungkin hal ini ada kaitannya dengan keintrovertan saya ya… Atau karena saya modest, xixixi… Tapi …

Facebook dan Google+ : Perbedaan Hukum Asal Privasi

Privasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan.. Penggunaan jejaring sosial yang tidak awas privasi bisa membuat bencana pada kehidupan nyata kita. Google+ pada masa awal peluncurannya digemborkan memiliki perangkat privasi yang cangging setidaknya dibanding Facebook. Apa itu? Mengapa?

Facebook dan Google+ : Mengapa Google+ Terlihat Sepi

Pada waktu Google meluncurkan platform jejaring sosial barunya, Google+, semua penduduk Internet bergairah untuk mencobanya. Akan tetapi kini, Google+ hampir seperti kota kosong. Benarkah? Tidak juga. Akun Google+ Anda kelihatan hampa mungkin karena beberapa hal. Teman Anda sedikit yang ada disana. Meskipun banyak teman Anda yang sudah Anda lingkari, mereka sama-sama tidak aktifnya dengan Anda. Lingkaran Anda hanya berisi teman-teman seperti layaknya Facebook. Ketika penduduk Internet beralih dari Friendster ke Facebook beralih pula tren dunia dari kecenderungan promosi diri dengan halaman alay ke kecenderungan curhat dan interaksi dengan halaman rapi. Coba tengok sebentar tulisan teman saya tahun 2009 ini dan amati bagian komentarnya. Cukup lucu. Banyak orang yang tak rela (halaman profil) Friendster dikatai alay. Coba banyangkan pada tahun ini pasti tidak ada lagi orang yang mau membuat halaman sakit mata seperti itu lagi. Banyak yang tidak tahan, mereka pun mencoba-coba Facebook. Pada akhirnya, Facebook menang dan Friendster mati. Kemudian Google membawa sesuatu yang seolah dapat menggantikan Facebook. Dengan mendengar kata jejaring sosial, mungkin banyak orang berfikir bahwa Google+ itu akan seperti Facebook: tempat sesama teman saling curhat …

Facebook’s friend ~ Teman di Facebook

Most of you probably have hundreds if not thousands of “friends” on Facebook. I guess 500 is everyone average. But I just reach my second hundreds, 200 last week. Kebanyakan dari kamu mungkin punya ratusan jika bukan ribuan friend alias teman di Facebook. Ya, rata-rata sekitar 500 teman lah ya. Kalau saya beda, saya baru menggenapi angka 200 minggu kemarin. For the last three years, I have my Finds Friend button hanging over my blue bar and on the left-side panel. Some friends then ask why when they saw that: “how the hell you have that button”. I just said “don’t know, maybe because my friends is still a few”. Tiga tahun belakangan ini, saya punya tombol Find Friends di batang biru Facebook saya dan juga di panel samping kiri. Beberapa orang yang melihat sampai bertanya “kok kamu ada tombol itu sih”. Saya cuma menjawab “nggak tahu ya, mungkin karena temanku masih dikit”. In the early of my dwelling on Facebook, I even had under 40 friends. It lasted for at least two years. Yeah, …