Tahun: 2011

Lebaran At Metro, With Love

Bukan bermaksud durhaka kepada orang tua, atau diusir oleh orang tua. Lebaran kali ini, sama seperti kemarin, saya tidak pulang ke rumah – Tanjung Balai, Sumatra Utara. Sebaliknya saya memilih untuk mengunjungi mantan kampung, Kota Metro tercinta. Apa boleh buat. Saya tak menginginkan lebaran makan kurma, madu, dan arum manis lagi seperti tahun kemarin. Mengunjungi sobat-sobat lama, dan guru-guru yang telah berjasa sepertinya jauh lebih agung dan menantang dibanding mengunjungi mall-mall yang tutup dikala lebaran. Iklan

Ngeteng 2011 : Metro-Bandung

Perjalanan ngeteng biasanya lebih lancar dari bus langsung. Faktor utamanya biasanya di pelabuhan. Antrian kendaraan bisa sangat panjang, sehingga anda harus menunggu sangat lama. Macet di pelabuhan. Kalau anda jalan kaki tentu saja bisa menghemat waktu lebih besar. Well, kelancaran sebenarnya hal yang relatif. Terakhir saya melaju dari Metro ke Bandung, ada ‘insiden’ sedikit. Saya mulai jalan dari Metro pukul 17.30. Dengan waktu sesore ini, bus di Metro masih ada tapi hanya sedikit. Tak beruntungnya, saya mendapat bus kecil. AC sih, tapi biasanya lebih besar, yang ini ukuran 25 kalau tak salah kernetnya bilang. Mungkin karena masih lebaran ke 6 hari Senin, bus itu penuh. Tak dapat kursilah awak. Mau tak mau berdiri pula saya di bus. Untung ada koper yang cukup besar, bisa diduduki.

Ngeteng Metro – Bandar Lampung – Bandung Lebih Murah.

Seperti biasa kali ini, ketika mudik ke lampung atau balik ke Bandung (dari Lampung tentunya) saya melakukan aktivitas ngeteng. Untuk yang belum tahu, ngeteng artinya memutus-mutus. Secara istilah, ini berarti melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain dengan memakai sarana transportasi berangkai sesuai jalur yang dilalui sehingga perjalanan tersebut tidak hanya menggunakan satu transport atau biro secara langsung ujung ke ujung. Ngeteng saya pilih karena biaya yang dikeluarkan hampir setengah dari biaya perjalanan langsung Metro-Bandung atau sebaliknya dengan bus. Biaya bus langsung bisa mencapai Rp225.000 (Pahala Kencana hari biasa), yang sedang Rp180.000 (Keramat Jati) dan yang paling murah adalah Rp150.000 (DAMRI, hari biasa). Pada hari lebaran, biasanya biasa bus ini naik sampai hingga dua kali lipat.

Silent Response

I cant deny that. How so? Such a fine lady. Smart, good looking, good family, and above all excellence at religion. Which sane person doesnt have any desire to know her more closely. But, you know right? Such a high level person. I dont think my self can hold that great of aura, that great responsibility. I cant compare her, at least for now. So, if a great warrior just happen to passes by and comes to take her, i’ll make my best respect and gratitude. But if you ask me, whether i will struggle for it if i have the chance. Maybe i’ll take that chance. To repair myself, to bend my self. To take a leap of faith. In Response to Some Questions Me, At My Heart, Panorama Nusantara, Sunda Strait, Indonesia September 06th, 2011

Dua Hari Di Jakarta – Day Two: 27 Juni 2011, PRJ. Part II.

Jadi apa isi PRJ? Tidak jauh berbeda dari mall gan. Sampah. Hal ini sangat jauh dari yang saya bayangkan. Saya lebih mengharapkan sebuah festival, rentetan acara, atau pagelaran seni, budaya, betawi, atau hal-hal semacamnya. Ternyata, arena PRJ hanyalah tumplekan toko-toko yang entah benar atau tidak memasang tulisan diskon besar-besar. Saya merasa ditipu. Konspirasi. Tapi apa boleh buat, kami pun berkeliling mencuci mata, kalau-kalau ada barang yang sedang butuh dan murah kami beli.

Dua Hari Di Jakarta – Day Two: 26 Juni 2011, PRJ. Part I.

Disclaimer : Artikel ini dibuat hanya untuk menggambarkan pengalaman, atau kejadian yang dialami oleh sang penulis di hari minggunya yang tidak biasa. Segala macam nama, merek, dan penyebutan yang tercantum dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendeskriditkan pihak yang bersangkutan. Segala objek yang disebutkan dalam artikel ini adalah nyata, meskipun kejadian yang dituliskan bisa subjektif, sebelah pandangan penulis. Otanjoubi omedeto, kata-kata pertama yang sepertinya ku dengar saat bangun tidur di hari ini. Atau saat shalat shubuh ya dengernya? Lupa. Tentu saja ucapan selamat ini bukan ditujukan untukku. Penghuni kosan ini mungkin sedang membuka gadget mahalnya, atau laptop mahalnya saat menuliskan dan mengucapkan ‘mantra’ tadi ke user agent yang bertindak sebagai pengirim pesan ke orang yang dituju.

愛してる

君 を 愛してる ずっと君を愛してる どんなことがあっても ずっと僕は君と生きてる . 君の空を愛してる 君の風を愛してる 君が見せなかった涙も 僕はずっと愛してる

SBY Datang Lagi (Lagi?)

Hari ini, SBY a.k.a presiden kita tercinta sekarang kembali mengunjungi Bandung. Sama seperti dua post sebelumnya yang berjudul sama, acara kunjungan SBY ke Bandung kali ini juga bertempat di Sasana Budaya Ganesha, IT Bandung (atau begitu yang saya dengar). Kali ini acaranya adalah mengunjungi muktamar sebuah partai – sebut saja partai tiga. Tetapi tentu saja bukan itu yang ingin diceritakan disini. Siapa saya yang tahu (atau peduli) acara yang terjadi di dalam Sabuga atau kegiatan presiden sekali pun. Seperti biasa, sama seperti dua kejadian lalu, kemacetan kronis terjadi pada jam-jam kedatangan beliau. Well, sangat kronis sampai-sampai jalan Dago yang dua jalur itu penuh di kedua jalurnya. Hal ini berarti tepat setelah lampu merah, kendaraan pun masih menumpuki jalan. Well, at this rate, mau apa pun kendaraan anda, motor, angkot, apalagi mobil, tak akan bisa melewati Bandung (khususnya di sekitar daerah Dago) pada minggu siang 03 Juli 2011 ini. Mungkin dengan ini saya bisa menyimpulkan, jika ada presiden akan mengunjungi daerah tertentu, jangan sekali-kali anda melewati daerah tersebut saat beliau datang.

Dua Hari Di Jakarta – Prologue

Rangkaian tulisan ini bercerita tentang cinta dan keadilan. Kisah kehidupan dengan segala intrik kemunafikannya. Ini adalah cerita tentang mimpi, perjuangan, dan pengorbanan. Sebuah petualangan mencari  persaudaraan yang hilang, mengejar kedamaian, kesucian, dan lagi-lagi cinta. Petualangan yang mengungkap kebobrokan sosial dan sisi gelap kemanusiaan serta membuka tabir hitam yang ada di benak setiap manusia.

Kunci Publik dan Otentikasi Web

Algoritma kunci publik RSA, banyak dipakai pada skema otentikasi web, khususnya pada skema pertukaran kunci antar server dan client agar mereka berdua saling percaya. Contoh yang paling konkret adalah saat kita masuk ke akun email kita, misalkan saja gmail.com. Bagaimana anda mengetahui bahwa yang anda buka adalah benar-benar gmail.com, bukan situs palsu yang menyamar? Melanjutkan pembicaraan tentang RSA, beliau dan algoritma kunci publik lain dipakai karena sifatnya yang memiliki dua kunci. Berbeda dengan algoritma kunci biasa atau kunci private, sebuah pesan (atau file) yang dienkripsi dengan kunci K, harus didekripsi dengan kunci K juga agar pesan kembali ke teks semula. Hal ini mengakibatkan kedua belah pihak harus mengetahui kunci yang sama sebelum mereka bertukar pesan. Nah, cara bertukar kuncinya gimana? Ditelpon? Email?

Kriptografi dan Summer Wars

Waktu aku ditulis, penulisku sedang mendapatkan tugas kecil membuat implementasi algoritma RSA mungkin sebab itulah aku ditulis. Bagi yang masih asing dengan kriptografi, RSA adalah sebuah algoritma kriptografi (baca: penyandian) yang memiliki kunci enkripsi (pengunci) dan dekripsi (pembuka) yang berbeda. Algoritma ini mendasarkan diri pada masalah matematika klasik: mengalikan dua bilangan lebih mudah dibanding mencari faktor nya. RSA kini banyak dipakai dalam skema otentifikasi hubungan antara dua aplikasi di dunia internet. Summer Wars adalah anime yang di dalamnya terdapat kental dengan unsur teknologi dan juga kriptografi. Penulisku menyukai  summer wars karena kekuatan super tokoh utamanya, Kenji, adalah matematika. Okay, dia jago matematika, terus? Banyak yang pesimis tentang kemungkinan dunia Oz yang ada di anime ini, tetapi bagi yang memahami sedikit tentang kriptografi pasti akan mengernyitkan alis saat melihat aksi kenji. Mari kita lihat mengapa kenji bisa dibilang adalah wizard (atau dewa?).

Email

Email Seperti biasa, artikel blog kali ini didedikasikan untuk mata kuliah Keamanan Informasi. Kali ini, tugas eksplorasi sederhana pada mata kuliah Keamanan Informasi adalah melihat seperti apa wujud email sebenarnya. Sedikit tentang format email bisa anda baca disini. Email adalah teknologi yang sangat murah dan sederhana. Akan tetapi, ia menjadi teknologi yang sangat penting dan digunakan secara luas baik untuk sarana komunikasi maupun autentikasi. Sebagaimana surat biasa, surat elektronik atau email ini memiliki template tersendiri. Secara sederhana, selayaknya surat terdapat dua bagian utama pada email yakni Kepala Surat atau Header dan Isi Surat atau Body. Kedua bagian ini dipisahkan dengan sebuah baris kosong. Mirip dengan surat biasa bukan?

Ilmuwan Favoritmu Siapa?

“Scientific thought is the common heritage of mankind.” – Prof. Abdussalam Beberapa waktu lalu, pertanyaan itu terlontar kepadaku. Yah memang kalangan mahasiswa apalagi yang berhubungan dengan dunia eksak sudah sepatutnya tahu beberapa biografi ilmuwan, kisah dan hikmah yang bisa dipelajari untuk sumber inspirasi atau sekedar backing jika ada yang nanya (^^v). Kini, mari aku ceritakan sedikit profil dari seseorang yang menjadi jawabanku kepada sang penanya. Seseorang itu adalah Professor Abdussalam.

Steganografi, Pesan dalam Pesan

Di dalam artikel ini, terdapat sebuah pesan rahasia. Ini dibuat sebagai tugas mata kuliah KI, sama seperti tiga buah post sebelum ini. Bukan bermaksud malas, kerjaan di IF begitu banyak sehingga lenyaplah cara lain guna menerbitkan artikel menarik di blog yang hampa ini. Berbeda dengan tugas-tugas sebelumnya, kali ini saya menggabungkan tugas dan tulisan yang melaporkannya. Sesuai prolog pada artikel ini, topik tugas sekarang adalah steganografi. Artinya saya diminta untuk membuat sebuah kalimat tersembunyi di dalam pesan lain yang sengaja direkayasa. Teknik yang saya terapkan pada artikel ini adalah dengan menulis steganograf tadi vertikal di notepad, lalu mengisi baris per hurufnya dengan kalimat-kalimat palsu yang pada saat ini sedang anda baca. Agar dapat membaca pesan asli, buka notepad dan ganyang semua karakter selain huruf di artikel ini. Lalu sempitkan jendela si notepad hingga jumlah huruf sebaris nya hanya tiga puluh dua saja. Lalu cek kiri paragraf. Tampaklah si rahasianya.

Program Rentan

Artikel ini lagi-lagi didedikasikan untuk makul II3062. Saking sibuknya (heleh, alibi), hanyalah tugas belaka yang membuat saya blogging. Kali ini, peserta kuliah Kemananan Informasi mendapatkan tugas untuk membuat program rusak atau mencari program atau web rusak. Misalkan program yang menerima input teks, tetapi jika input terlalu banyak dimasukkan program malah error, bukan memberi pesan atau apa. Tugas ini terbilang sederhana. Kenapa, karena para programmer saat membuat program pasti terdapat kesalahan sebelum programnya jadi. Jadi program rusak, belum jadi, bocor itu sudah biasa. Bahkan untuk program jadi pun terkadang terdapat bug-bug tertentu. Akan tetapi, program atau web professional tersebut seringnya sudah mengatasi hal demikian. Daripada mencari program atau web berbug, mendingan saya membuat sendiri. Yang sulit sebenarnya adalah membuat programnya rusak dengan sengaja, tapi tidak ketahuan sengajanya. Berikut laporannya.