North Sumatera
Comments 4

Berwisata dan Keliling Taman Simalem Resort | Menikmati Pemandangan Danau Toba

Taman dari sisi berlawanan

Melanjutkan artikel yang terpotong sebelumnya tentang keindahan danau toba dari One Tree Hill Taman Simalem Resort, artikel ini akan memberi gambaran tentang area Taman Simalem Resort. Untuk menyegarkan ingatan, Taman Simalem Resort adalah tempat wisata di daerah Tanah Karo, Sumatera Utara. Situs ini ada di ujung utara danau toba. Situs ini termasuk tempat wisata baru, jaraknya sekitar 3 jam dari Medan. Kemarin kami berangkat dari Tanjungbalai via Siantar memakan waktu kurang lebih 5 jam.

Biaya masuk ke areal Taman Simalem Resort bisa dilihat di artikel sebelumnya atau memelototi gambar berikut:

Harga tiket masuk yang terpampang di gerbang depan

Harga tiket masuk yang terpampang di gerbang depan

Taman Simalem Resort memiliki 4 jalur utama. Mari kita tilik satu per satu jalur tersebut.

Peta Jalur Simalem Resort

Peta Jalur Simalem Resort

Jalur 1: One Tree Hill

Salah satu jalur adalah One Tree Hill yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Jalur ini dapat diakses bila kita belok kanan ke arah kebun jeruk dari arah gerbang depan saat ketemu Fountain of Wealth. Disini kita bisa melihat danau toba dari titik tertinggi di resort ini.

Selain bukit satu pohon tersebut, di jalur ini terdapat pula jalur Trekking ke Air Mancur Kembar. Biaya Trekking adalah 35.000 per orang. Jika punya kupon diskon, harga itu bisa dikurangi tapi kuponnya hanya mendiskon sebesar 10.000 per orang. Acara Trekking katanya memakan waktu 2.5 jam PP, sayang waktu itu saya pakai sendal jadi malas mencoba trekking-nya.

Tiket Trekking dapat dibeli di Kodon-Kodon Cafe. Cari aja mas-mas mencurigakan yang berkeluyuran di Gazebo kafenya. Biasanya juga ditawari kok.

Jalur 2: Pearl of Lake Toba and Tongging Point

Jalur selanjutnya yang kami kunjungi adalah jalur lurus dan tanjakan, jika dilihat dari arah gerbang depan saat menemui perempatan Fountain of Wealth. Di jalur ini terdapat beberapa tempat seperti taman bernama Pearl of Lake Toba, Kafe Toba, Rumah Wisata Buah, dan Tongging Point beserta amfitheathernya.

Pancuran di Pearl of Lake Toba

Yang paling pertama kita temui setelah tanjakan adalah taman Pearl of Lake Toba. Area terbuka ini cukup bagus untuk lokasi berfoto ria dan menghadap danau di latar sana. Keren!

Maju agak ke dalam lagi, di ujung jalur ini, terdapat lokasi yang bernama Tongging Point. Lokasi ini dinamai demikian karena dari sini kita bisa melihat Desa Tongging, desa nelayan di bawah sana. Kotak sawah, perahu kecil yang ditambat, dan pantainya sangat indah.

Pemandangan Desa Nelayan Tongging

Pemandangan Desa Nelayan Tongging

Tongging Point pada dasarnya adalah taman besar alias lahan terbuka. Mau main bola disini juga capek kayanya. Di Tongging Point ini juga terdapat tempat penginapan dan amfitheather, walaupun waktu saya kesana sih masih dibangun. Masih banyak pembangunan di Taman Simalem Resort ini. Belum jadi lah, masih bayi.

Ada juga tempat menjual snack dan oleh-oleh yakni Tongging Mart. Isinya ya kayak Circle-K gitu. Cuma ada suvenir-suvenir lokalnya juga. Seperti yang standar – kaos, jaket, dan batik (entah kok jual batik disini). Ada juga kerajinan tangan seperti pajangan bentuk cicak, katak, dan reptil lainnya atau alat-alat dapur bercorak asyik seperti nampan, gelas, tutup cangkir, dll. Ada juga wangi-wangian aroma terapi, minyak untuk yoga, dan sabun buatan lokal.

Setelah puas mengitari Tongging Point, kami mengunjungi bangunan di depan Pearl of Lake Toba yang tadi kami lewatkan. Perlu dicatat bahwa kami waktu itu datang paling pagi. Saat kami datang ke Pearl of Lake Toba, pengunjung mulai ramai. Tapi kami tetap jadi trend setter. Kami foto di dua hati, mereka ikut. Kami masuk ke bangunan ini, tadinya sepi cuma berani berdiri di depannya, kami masuk yang lain jadi ikut dan ramai. ^^

Bangunan apa ini? Isinya adalah toko buah dan toko teh/kopi. Buah yang dijual adalah buah yang ada di sekitar Taman Simalem. Memang banyak kebun buah disini. Di bangunan ini juga kita memesan tiket untuk berwisata buah langsung ke kebun. Harganya kalau tidak salah sama seperti harga Trekking, Rp35.000,- per orang. Buah yang ada di etalase toko kebanyakan nanas dan jeruk.

Disini juga ada stand yang menjual berbagai macam teh. Yang paling ditonjolkan adalah teh biwa. Biwa adalah sebuah buah. Biasanya biwa dijadikan bahan untuk membuat obat batuk, OBH misal. Nah, ini dijadikan teh. Rasanya lain gan, serius. Ada aroma yg lari ke hidungnya gitu. Setiap teh disini dikasih testernya jadi jangan kuatir untuk mencoba.

Disini jual sarang burung walet juga loh. Disinilah saya baru tahu bahwa satu mangkok kecil sarang burung walet itu jutaan. Wow, jadi nggak berani megang etalasenya.

Di belakang bangunan ada sebuah kebun kol dan sawi. Yah, nggak keren amat sih tapi lumayan untuk melihat pohon kol dari dekat.

Jalur 3: Lapangan Golf dan Kuil

Jalur ini adalah jalur terakhir kita di Fountain of Wealth. Jalur belok kiri. Sedikit belok kita akan menemui kebun biwa.

Menurut brosur peta tadi, di jalur ini sih cukup banyak wisata yang menjanjikan. Sayangnya itu semua adalah ilusi. Kosong. Yap, jalur ini belum ada yang bisa dinikmati. Kami melewati jalur ini pun hanya 15 menit saja.

Sampai ke ujung jalur, kami melihat “pemandangan” lapangan golf. Waktu itu sepi. Nggak tahu juga daftar kalau mau main dimana dan berapa biayanya. Kayaknya asyik kalau udah jadi pejabat main disini, sambil liat danau toba. Pasti tarikan yang bisa didapet lebih banyak nih ^^.

Di ujung sebenarnya ada sebuah bangunan yang cukup menarik, sebuah kuil. Saya tidak tahu rencananya mau gimana ini gedung, emang untuk ibadah atau ada wisata apanya gitu. Soalnya waktu saya kesana, bangunan tersebut masih dalam tahap pembangunan.

Jalur 4: Kebun Binatang, Kebun Bunga, dan Kebun Outbound

 Jalur terakhir yang kami jelajahi adalah jalur pertama yang dilalui oleh setiap orang. Yap! Jalur menuju gerbang kalau dari Fountain of Wealth. Kalau dari luar lokasi ya jelas jalur ini yang pertama kali ditemu. Dari gerbang, kita disambut langsung oleh hutan pohon pinus. Sekitar satu kilometer kita akan mendapati jalan bercabang. Yang ke kanan adalah untuk ke Fountain of Wealth dan ke kiri adalah titik wisata di jalur tersebut.

Jika kita belok kanan (dari gerbang), kita akan menemui bangunan berikut. Gambar di bawah adalah bangunan pusat informasi yang ada sebelum Fountain of Wealth.  Kayaknya kalau pesan penginapan juga ke bangunan ini. Entahlah, saya tidak sempat masuk waktu itu.

Wilujeng sumping

Wilujeng Sumping

Jika kita belok kiri ke arah tanda panah macam-macam (Nursery, Outbound, bla-lalala), kita akan menemui sebuah turunan nggak sekolah. Di bawahnya, terdapat kebun bunga dan rumah kacanya. Cukup besar juga. Anda tahu isinya apa? Ya benar, BUNGA!

Di dekat situ juga, terdapat pula sebuah rumah adat yang sebenarnya adalah toko suvenir khas Sumatera Utara. Sebenarnya rumah inilah yang pertama kali terlihat saat menuruni turunan nggak sekolah tadi.

Tidak seperti di Tongging Mart, barang-barang disini semuanya tradisional. Nggak jualan chiki dia. Disini ada ulos dan kerajinan tangan. Kita juga bisa nyobain baju adat dan berfoto di sebuah panggung, cuma harga sewanya lumayan juga.

Di seberang parkiran sana, terdapat area yang ketinggiannya jauh lebih rendah dari area rumah adat dan rumah kaca tadi. Turunan kesananya juga tentu nggak sekolah. Di area ini banyak tali dan ban berseliweran kemana-mana. Ini adalah area outbound dari Taman Simalem Resort ini.

Ingin mencoba, karena belum pernah, saya pun mendatangi gubuk pemesanan dan menanyakan harga outbound. Terdapat tiga jalur outbound: yellow circuit, red circuit, dan black circuit. Harganya yang kuning dan merah adalah Rp80.000 per orang, melewati tiga halang rintang. Kuning: jaring laba-laba, jembatan ban, dan flying fox. Merah: jembatan kayu, jembatan ban, dan flying fox.  Yang item harganya Rp120.000 per orang, melewati lima halang rintang, yaitu (kayaknya) jembatan gelantungan, jembatan ban, jembatan tali, jembatan ban 2, dan flying fox. Ada juga pilihan untuk mencoba semua jalur, harganya Rp250.000 per orang.

Karena kendala kocek dan baru pertama kali nyoba kayak ginian juga, saya dan adik-adik memutuskan mencoba jalur merah saja. Yang kayaknya lebih panjang jalurnya dibanding jalur kuning. Simpulan akhirnya: nggak seru. Cuma sebentar banget dan kayaknya gitu doang. Mana mahal pula.

Oh ya, ada juga wahana panjat tebing. Yang ini harganya Rp40.000 per orang. Jangan lupa pakai kupon diskon outbound yang diperoleh dari tiket di gerbang depan ya, lumayan diskon Rp10.000 per orang.

Di bawah daerah outbound lagi ada sebuah kompleks bangunan. Katanya sih kafe yang makanannya western gitu. Kami sih nggak berniat kesana, kalau saja nggak mau nyari mushola. Katanya disana ada. Berkunjung sedikit, ternyata kompleksnya luas juga. Ada banyak gazebo untuk duduk-duduk. Gazebonya di pingging atau tepat di atas sungai kecil berbatu besar-besar. Jadi bisa leyeh-leyeh dan main air sedikit disini. Cuma kayaknya duduk di itu gazebo bayar lagi deh.

Ada juga penginapan disini. Nggak tahu berapa per malamnya dan pesannya dimana. Dan nggak nyangka, ada semacam kebun binatang juga. Kebanyakan burung sih yang dikerangkeng disana. Ada juga monyet dan kura-kura.

Agak masuk dikit sampai belakang ternyata masih panjang. Di belakang, menyusuri sungai tadi masuk ke hutan, di ujung terdapat mansion-mansion gitu. Kayaknya penginapan juga, cuma bentuknya menempel di bukit dan posisi tepat di depan sungai dan di dalam hutan. Di bawah mansion tersebut terdapat air terjun kecil. Asyik banget kayaknya punya rumah disana, cuma kalau mau keluar ke peradaban aja yang susah.

Akhir Kata

Begitulah kira-kira petualangan saya mengelilingi Taman Simalem Resort pada libur lebaran kemaren. Kami sampai pukul 7an dan keluar dari Simalem sekitar pukul 3. Memang kalau mau kesini sebaiknya menyempatkan sehari penuh untuk puas berkeliling.

Hanya saja, menurut saya secara keseluruhan hal yang ditawarkan Taman Simalem Resort kurang memuaskan. Yang keren ya pemandangannya saja. Sisanya so-so lah. Apa-apa bayar lagi, dan nggak murah. Nggak ada tempat untuk berenang/mandi. Banyak yang masih dibangun di sana-sini. Mungkin harapannya ntar bakal jadi seperti Ciater gitu kali ya.  Masih jauh kayaknya.

Dan yang paling penting nih, nggak ada tempat untuk piknik. Maksud saya, sebuah lapangan luas yang kita sekeluarga bisa gelar tiker, duduk-duduk sambil menikmati makan siang. Nggak ada! Kami makan di samping mobil aja dimarahi satpam, disuruh makan di dalam mobil aja atau pesen tempat di gazebonya. Apa-apaan coba… Jelek lah. Masjid juga susah dicari, musholanya kecil cuma untuk 4 orang, yang gede malah kuil.

Cuma kalau mau melihat pemandangan dan nyobain hal yang baru (kalau bosan liburan di Parapat), boleh lah kesini. Lumayan.

Oh ya, tempat ini di tanah karo ya. Jadi pemandangan seperti di bawah ini cukup biasa.😀 Biasanya juga, kodenya adalah B1 dan B2. Jika ada tulisan itu, maksudnya adalah yang di bawah sini.

Bepeka

BPK – Babi Panggang Karo

Pulang jam 3, masih sore, masih ada waktu untuk bermain-main. Tadinya kami mau ke Berastagi. Cuma agak penasaran juga dengan Desa Tongging yang kami lihat tadi. Karena cukup dekat, kami pun mengunjunginya. Lain kali saya ceritakan ya…

Fin.

4 Comments

  1. Ping-balik: BERASTAGI – KARO – Informasi Tempat Wisata

  2. tati says

    makasih informasinya,,,
    awak orang medan,,tapi ndak pernah masuk simalem,,rencana mau kesana sich,,,ni lagi cari2 informasi tentang simalem n biaya didalam simalem,,,
    tks banget ya🙂

    • mbak tati kami dr PT. Okdo tour and travel
      jika mbak berkenan boleh telpon kekantor
      setidaknya boleh memandu wisata mbak
      trimakasih

      PT. OKDO TOURS & TRAVEL MEDAN
      JL. Setia Budi No. 275 B Medan – Telp. : 061-8201449
      Christina Pakpahan : 081375299284 ; 08126052310
      http://www.okdotours.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s