All posts filed under: Area Serius

Berisi tentang Islam, Sains dan hal hal yang menjurus ke arah Serius

Susahnya Manajemen Awan

Melanjutkan seri susahnya manajemen berkas dan foto, sekarang saya berlanjut ke awan. Ada banyak layanan penyimpanan web di luar sana. Yang paling terkenal adalah Dropbox, Google Drive, dan One Drive. Tentu saja saya punya akun di ketiganya. Lebih tepatnya, punya beberapa akun di setiap layanan tersebut. Sayangnya, akun yang saya punya akun gratisan, sehingga akunnya memiliki batas. Kalau tidak terbatas, mungkin tidak akan ada masalah manajemen awan untuk dibuat artikelnya. Karena terbatas itu jugalah saya punya beberapa akun di satu layanan… Mungkin. Yang jadi poin utama dari manajemen awan ini adalah akun yang mana enaknya dipakai buat apa. Saya sih umumnya memakai layanan web storage ini untuk back-up file. Namun, karena akun terpisah-pisah, saya jadi bingung file apa ada dimana. Saya harus mereview kembali akun-akun saya tersebut untuk menulis artikel ini. Mungkin di masa depan saya bakal membaca artikel ini supaya tahu file apa ada dimana. Pertama saya punya dua akun OneDrive. Satu pakai email gmail dan yang satu email live. Yang pertama besarnya 15GB dan yang kedua 5GB. Akun yang gmail lebih besar karena dapat …

Susahnya Manajemen Foto

Foto terurut yg disimpan kamera biasanya kita pindah dan ketegori manual lagi ke komputer supaya mudah diakses di masa depan. Yg umum adalah dengan logika event atau lokasi. Namun, bagaimana kalau fotonya nggak masuk ke event atau lokasi manapun? Bagaimana kalau eventnya terlalu besar jadi kebanyakan folder, dan malah susah mencari foto secara logis?

Tetikus Mac Itu Aneh

Menjawab artikel teman saya tentang arah scroll tetikus di Bergulir secara alami atau standar?, saya akan memberikan argumen kalau arah scroll mouse Mac itulah yang aneh. Pertama-tama, perhatikan skema jendela komputer yang umum ditemui berikut ini. Scrolling diperlukan karena content yang dimiliki memiliki besar yang lebih besar dibanding lubang intip alias viewport dari jendela kita. Posisi intip dan rasio jendela intip terhadap keseluruhan konten secara sederhana direpresentasikan dengan batang yang ada di samping kanan jendela intip. Kalau konten keliatan kepalanya doang, ya si batang akan nongkrong di track dekat ujung atas. Benda ini bisa digeser-geser dengan panah di atas dan bawahnya atau dengan menggeser si thumb di tracknya. Geser ke atas atau bawah, posisi konten pun disesuaikan dengan posisi si batang, Secara keseluruhan alat ini disebut scrollbar. Sekarang mari kita lihat piece of technology yang berkaitan dengan diagram di atas. Mouse. Lalu perhatikan benda lingkaran seperti roda yang ada di atas teknologi tersebut. Yup. Roda tersebut…. Namanya apa? Benar! Itu namanya scroll wheel. Digunakan untuk mengendalikan scroll bar. Puter roda scroll ke atas, batang scroll bar ke atas juga; geser ke bawah, …

The Halal-Haram Spectrum of Food in Japan

I want to discuss how varied the opinion of individual muslim communities regarding halal and haram status of foods in Japan. However, it is not the goal of this article to give a guidance or even fatwa such as “this kind of foods are halal and that kind of foods are haram”. No. I wish to focus on real facts, grass-root level facts, that this level of variation in opinion and consideration, the whole spectrum exists. Bahasa Indonesia tersedia di artikel sebelah. I wish to give insight to any brother and sister outside Japan who wants to visit or move here. And possible invite discussion from brother and sister who live in muslim minority nations, whether the same phenomenon also exists over there or not, and how to face such differing in opinion. The readers should be able to judge one opinion and the others by themselves. And then search for logics, details, or dalils to support the opinion also by themselves. This article will not provide any scholarly argumentation, verses, fatwa, or rule on any …

Meja di Lab: Tujuh Layar dalam Satu Waktu

Cuma mau pamer foto meja kerja saya di lab waktu kuliah master di TUT. Setahun terakhir sebelum lulus, kira-kira beginilah pemandangan tempat nongkrong saya. Dalam satu waktu, harus bisa memantau tujuh layar sekaligus. Ketujuh layar tersebut adalah: Laptop pribadi, pekerjaan utama disimpan disini, ngelatex juga disini. PC Lab, sebagai server yang dipake buat riset tesis. Laptop i7 Lab, saya suruh kerja rodi learning sama testing macam-macam. PC Lab 2, nganggur pas Mas Igi lulus, daripada nggak dipake kan, mending buat bantu si laptop i7. Monitornya kadang buat extend laptop pribadi. Tablet, buat ngoding aplikasi android dan mengambil gambar muka sendiri Hape, nyetel Man with Mission atau One OK Rock dari yutub, atau Crash Course atau Kurzgesagt atau PBS Space Time, dkk. Epson, layar off-screen (foto di atas ya layarnya), buat ngambil gambar muka orang. Note: Foto diambil dengan Epson Moverio BT-200 (Smart-glasses), yang mengambil foto juga tampak di tablet. Foto agak burek karena si printer kacamata cuma punya kamera dengan resolusi VGA. Oh ya, pada konstelasi meja kerja di atas ada empat PC yang mesti dioperasikan antar sesama. Penasaran biar nggak repot kebanyakan mouse/keyboard? …

Despair (for the US) and Maybe Conviction (for the World)

Technically, starting yesterday. January 20th, 2017. The start of reigning era of the exalted beloved great emperor, Donald Trump. The era of despair. Just like the stage of a screenplay, the three act, we start the adventure act with HOPE. Eight years ago. When the protagonist get the initiative and the reader, the world, feels hope. But, this act usually ends with a low note. The villain gets the upper hand. The reader fears and the hero despairs. Just like that, now we are in the stage of DESPAIR. However, if this follows the three act structure, the hero will stand up again. He will get his CONVICTION. And in the final stage, justice will prevail. Kidding aside. Saya mengikuti berita politik di US dua tahun belakang, bahkan lebih dari berita politik dari negeri saya sendiri. Yah, meskipun saya melihatnya lebih banyak dari kacamata late show comedy, seperti The Late Show with Stephen Colbert dan The Daily Show with Trevor Noah. Atau biasa dikena dengan perspektif libtards oleh orang-orang Amrik. Perspektif orang liberal retards. Yup saya orang liberal, …

Trade-off between Kamejima Station and Honjin for Reaching Nagoya Mosque

Nagoya mosque is located almost in the exact middle between Kamejima-station and Honjin station. Many people thought that Honjin-station is the nearest and thus the most convenient station to get off from and on to the city subway. Challenging this idea, we measure the walking time taken from both stations. Both stations is comparable in walking time. Finally, we argue that actually Kamejima-station is the better access for Nagoya mosque, considering topology, terrain, train schedule, and also the travel time itself.

Pengen Nulis Jurnal

Saya lagi penasaran dengan aplikasi, kalau bisa mobile, buat nulis jurnal. Ada gak ya yang bagus? Belum nyari bener-bener sih, tapi sekilas liat kok jelek semua. Jurnal? Bukan-bukan, bukan jurnal yang itu. Yang saya ngutang dua agan itu, bukan lah! Maksudnya jurnal disini buku harian. Tapi dibilang buku harian kok kayaknya gmn gt. Pertama, kayak kesan norak atau melankolis, kan kata jurnal lebih elegan, hehe. Kedua, nggak nyari yang harian juga. Apps yg saya sekilas lihat tadi itu yg mode harian, makanya jelek. Jadi, saya dulu sebenarnya juga sempat meniatkan diri untuk menulis jurnal/ buku harian/ atau apalah itu. Pokoknya, catatan pribadi untuk diri di masa depan yang bersifat rahasia. Blog pribadi lah. Saya dulu nulis di buku beneran. Hitung-hitung melatih tulisan tangan, sama mencurahkan keluh kesah. Cie… Saya dulu memulainya karena membaca sebuah buku ttg menulis, saya lupa judulnya. Disarankan oleh Mbak Ilmi Hapsari Dewi, istrinya kak Bachtiar, kakaknya Annas. (ada yg kenal?) Setelah kurang lebih setahun, makin lama makin jarang. Akhirnya, kejarangannya makin melebar dan tertinggal lah jurnal hitam itu. Memang hal yang bersifat rutinitas …

I Hate Japanese Keyboard, and also Mac Keyboard

I covered that Japanese space is quite dangerous for programming in the previous post. But more than that, I hate the layout of the Japanese keyboard itself. The placement of symbols in Japanese keyboard are illogical! Especially the quotation mark. It’s all over the place. Who the heck design it. The ◌’ and ◌” is logically placed on the top of another in the international layout. I used these two characters anytime I get involved with String type variable, which mean a lot of time. In the Japanese layout,  single quotation mark ◌’ is above the 7 key, and double quotation mark ◌” is above 2? Incidentally, there is an accent mark  ◌` key–which is almost never used–and double accent or tenten ◌〃key–which is un-pressable–misleadingly near the good old location. Why Japanese peopleee?? Colon and semicolon now have their own room. Slash and backslash is quite separated in international layout. But, good luck finding them in the Japanese layout. Especially for Mac. By the way, I hate the Mac keyboard layout too. There are two too many switch keys in Mac …

A Space That Creates Hard-to-track Bug

Programming with Japanese keyboard is quite dangerous. To understand what I am talking about, please see the following two characters: “ ” versus “ ”. See the difference? Now, imagine it was typed in Notepad++, in programming context. To illustrate this, I make this easy example. Please guess which one is which. Give up? Well, let me give you clearer picture with a clue. So is this any problem? Yeah. It will give compile error. Now that I know the problem, it is easy to track. We can look for strange looking characters in the error log. However, the first time I encountered it, it took me hours. Imagine if this ominous space character is accidentally typed among sea of Japanese text (between String or Japanese comment for example). May god always protect us. Now, please mind your space.

Dear Tribun

Sudah lama mau awak tanyakan dari dulu. Apa lah ini rupanya? Dimana-mana awak jumpanya bènda ini. Gaya kali macamnya surat kabar ini. Panjang bètul rupanya artikèl awak ya? Sampai berderet-deret nombor halaman kow itu. Tak capèk rupanya reportèr awak tulis sepanjang itu. Tapi kutèngok, tak pula panjang-panjang artikèl kow itu. Apa pulanya bah? Tiga ampat paragraf sudah awak potong. Paragraf pun kau pendek-pendek! Tak ada lah bobotnya kutèngok. Kupaksa baca pun, diulang-ulang rupanya isi berita kow. Tak ada kontennya pun. Dear investor tribun, Saya merekomendasikan Anda untuk mengaji ulang proposal konstiuen Anda tersebut. Sebaiknya jangan langsung mempercayai angka view count yang pihak redaksi Tribun presentasikan pada rapat investor. Ada harus punya pemahaman bahwa sublaman tadi adalah keputusan bodoh dan menjadi indikasi besar bahwa semua angka itu adalah mark-up. Tidak merepresentasikan realita pengunjung ke situs Anda yang sebenarnya. Mark-up yang sistemis demi membohongi diri sendiri. Atau membohongi Anda-anda ini. Jika ingin mendekati angka sebenarnya, ada baiknya Anda bagi nilai yang mereka sampaikan dengan faktor tiga atau empat. Namun, jika ingin lebih tepat dan ilmiah, saya sarankan untuk membangun crawler sederhana untuk situs Tribun. Cukup satu …