Bulan: September 2012

Reblog: Solusi Mudah Menghargai Semangat Berbagi (Sekaligus Mengisi Blog)

Fitur reblog, meskipun terlambat ada di dunia perblogan, kini sudah siap digunakan. Hanya saja, kok banyak orang tetap meblog kembali artikel dengan salin-tempel biasa. Parahnya tanpa mencantumkan sumber lagi. Sebaiknya gunakan fitur reblog jika malas, dan gubah artikel asli jika kita rajin dan memang mau mencantumkan artikel penuh di blog kita. Gubah tentu saja dengan tambahan karya kita di artikel gubahan tersebut.

Iklan

Hebatnya Persepsi Manusia

Suatu hari, saya sedang duduk di sebuah bis dari Merak menuju Bandung. Saya duduk di dekat supir bagian depan kanan. Menjelang gerbang tol Pasir Koja Bandung, tentu saja bis tersebut melambat dan berhenti sesaat di salah satu kios pembayaran tol. Sambil transaksi, percapakan singkat itu pun terjadi. Penjaga Gerbang Tol: “Gimana?” Supir Bus : “Belum.” Penjaga Gerbang Tol: “Oh.. Oke..” Bayangkan. Supir dan kios tol tadi itukan jarang bertemu. Supir gitu, jalan dari Merak-Bandung saja sudah 5 jam sendiri per perjalanan. Paling pol mungkin mereka hanya bertemu beberapa kali dalam seminggu. Akan tetapi, percakapan mereka saat itu sangat sederhana. Dengan kata-kata sesingkat itu pun mereka bisa mengerti satu sama lain. Apa nggak waw gitu? Saya sih kagum saja saat melihat fenomena itu. Tentu saja saya yang tidak terkait dalam pembicaran tidak punya ide sama sekali ttg. pembicaraan mereka. Direka-reka pun nggak ada klu sama sekali. Percakapan mereka begitu didesain supaya penguping tidak punya jejak apapun untuk merekonstruksi kejadian! Kalau dimodelkan dalam konteks kecerdasan buatan kayaknya agak ribet deh. Harus lihat konteks kalimat dengan pengolahan bahasa …

Motto : The World Can’t Be Changed with Pretty Words Alone

Hampir sebagian besar formulir memiliki ruas yang saya sangat sebal terhadapnya ini. Ya, ruas moto atau moto hidup. Setiap saya menemukan formulir yang menanyakan ini saya bingung mengisinya. Apa ya? Jalani hidup tanpa moto. Saya sih dulu kepikiran untuk mempunyai moto “Jalani hidup tanpa moto“. Lumayan kalau diisi ke ruas-ruas yang entah apa motivasinya menanyakan hal demikian. Jelas, tegas, dan cukup mendeskripsikan orang-orang seperti saya bukan? Orang-orang yang malas merumuskan kata-kata yang disebut moto. “Jalani hidup tanpa moto“, hmm bagus kayaknya. Sayangnya kalimat “Jalani hidup tanpa moto” tadi tidak cantik. Malah terdengar seperti pelarian. Bukan terdengar sih, lebih tepatnya memang pelarian. Nggak ada keren-kerennya. Kalau orang mendengar bakal tertawa, meremehkan, menafikan, atau bahkan meminta saya mengisi yang benar. Kalimat moto tersebut juga merendahkan pemiliknya kan. Masa saya mau menulis moto seperti itu kalau ditanya di CV atau oleh orang yang penting, calon bos saat melamar kerja misalnya (atau “melamar” lainnya)? Hal ini membuat pertanyaan besar untuk saya (bisa dilihat dari jenis heading-nya) dalam masa awal-awal menuju dunia orang dewasa ini. Apa ya enaknya? Moto yang dimiliki orang …

Kutipan Galau Minggu Ini

Sisi Ikhwan Pilihan memang banyak tetapi seorang ikhwan itu harus tegas dengan pendiriannya. Makanya sebelum memutuskan harus dipertimbangkan ke depannya gimana. (Abdurrisyad Fikri, 2012) Asbabul Wurud: Saya (penulis) berubah pikiran dari malas ikut menjadi mau ikut jalan-jalan ke Lampung melihat UKM Ruwa Jurai untuk kepentingan http://www.sandangindonesia.com. Karena yang ikut ternyata dua orang dan penulis kasihan, penulis pun memutuskan untuk ikut. Ternyata setelah diputuskan untuk ikut ternyata malah tiketnya cuma dibelikan dua dan akhirnya kemalasan ikut yang pertama tadi pun terejawantahkan. Sisi Akhwat Bila berada dlm suatu situasi dimana anda hendak pergi tetapi kendaraan yg telah anda tunggu2 tak kunjung muncul… Ya sudah tidak ada salahnya anda mencoba berjalan saja… Bila setelah berjalan lalu kendaraannya lewat, ya sudah naik dan teruskan perjalanan… Tak perlu lama2 berdiam diri dalam kegalauan… Life must go on ^^. (Indah K*rniasari, 2012) Asbabul Wurud : Tidak diketahui. Kutipan (quote) hanya diambil sepihak oleh penulis dari status Facebook pengutaranya. Dialog lanjutan dari kutipan di atas adalah. RA: Kalo udah siap langsung aja ukh, mending naek taxi ajah. Khan bisa di telpon. IK: Jangan naik …

5 Kata yang Sering Dipakai Berkebalikan 180 Derajat dengan Artinya

Sebagai makhluk hidup kita tentu menggunakan bahasa sebagai sarana berkomunikasi kita. Dalam bahasan informatika, bahasa dapat dimengerti oleh sesama penuturnya karena terdapat suatu ontologi antara penutur itu. Dengan kata lain, terdapat suatu kesepakatan antar agen penutur bahasa akan makna dan hierarki dari setiap simbol (baca: huruf dan kata) yang digunakan dalam bahasa. Namun, apa yang terjadi jika ternyata ada beberapa kata yang sebenarnya artinya ke kiri tetapi malah sering dipakai dalam artian ke kanan? Harusnya sih, dalam bahasan informatika, hal ini memperumit sistem dan komunikasi sampai bisa-bisa tidak ada komunikasi terjadi. Ternyata ada loh kata-kata dalam bahasa Indonesia yang dipakai berkebalikan 180 derajat dengan arti aslinya (mungkin banyak, saya baru menemukan beberapa). Hmm… Akan tetapi, untungnya karena kita manusia kita bisa menoleransi hal ini sehingga kita tetap bisa saling mengerti. Namun, kalau lawan bicaranya adalah grammar nazi, hasilnya bisa seperti kartun pada artikel ini. Dalam artikel ini, saya menyebut kata yang dipermasalahkan tadi beserta arti salah dan arti benarnya sesuai KBBI. Kemudian saya menduga-duga kenapa hal itu bisa terjadi. Dugaan hanyalah hasil iseng penulis (on a whim …

Bulai Makin Banyak Bertebaran di Bandung

Saya heran. Akhir-akhir ini kok saya selalu melihat “orang asing” kemana pun saya pergi ya. Padahal kan saya jarang keluar rumah. Entah itu saat di kampus, di pusat perbelanjaan, atau bahkan hanya makan ke pasar simpang depan sana. Selalu saja minimal berpapasan dengan satu-dua muka luar. Kadang muka Eropa. Kadang muka Cina. Muka Arab juga banyak. Jepang pun tak jarang. Eh, jepang mukanya sama dengan cina ya. Saya tahu itu orang asing karena mereka biasanya berkomunikasi dengan bahasa aneh gitu. Yang muka Cina tadi juga saya ‘agak’ bohong. Orang Cina kan memang banyak di Indonesia dan mereka kebanyakan bisa berbahasa China, jadi belum tentu bule. Hmm.. Hmm.. Orang China pun banyak yang di Singapur dan Malaysia. Hmm.. Hmm.. Tapi bener loh. Makin banyak dibandingkan beberapa tahun lalu. Yang Eropa dan Arab gitu juga makin banyak. Setidaknya perasaan saya mengatakan demikian? Tiap keluar aja nemu satu-dua kepala. Menurut Anda? Saat mengunjungi Open House Rektor ITB juga, saya dikagetkan dengan kerumunan bule dari berbagai negara. Tanpa terlihat mahasiswa pribumi satu pun pula. Kasihan sekali saya. Well, sebenarnya …

Weekly Photo Challenge: Everyday Life ~ Batik

I admit that these pictures are not my everyday life looks like. But, these pictures show the face of those who struggle to conserve our county culture everyday. Batik is one of treasures, cultural treasures of Indonesia. Batik is recognized as national outfit and now used widely on the country. Civil servants and workers is obligated to wear Batik for a certain days of their work day. Some occupations even make Batik as it’s uniform such as stewardess. Batik is the pride of Indonesia. So many style and technique has been found to enhance batik. It is no longer a traditional cloth. It is also no longer a national formal outfit to attend office work, business meeting, or party invitation anymore. It is one of the fashion and can be used in all kind of occasion on all kind of cloth type. It has many styles: traditional style, young style, and modern style. Even the abstract one has come to the surface in the last few years using mathematical equation called Fractal Batik. It is …

Weekly Photo Challenge: Near and Far ~ Goat and Boat

Hey everybody. It’s been a while since my last post on Dailypost Weekly Photo Challenge. The theme is gradually harder and harder and I can’t come up with it. So, shame me. Fortunately, this week is easy enough for me. Welcome back, me! Long story short, the theme this week is near and far. Well, as you can see in the picture above, near camera is a goat and far from camera is a boat passing. This rather funny picture – I don’t know what the goat’s doing in the port – is taken at Panton Port in Tanjung Balai Asahan, North Sumatera, Indonesia. The goat and his friends maybe just taking a walk on the sunny evening. Okay, I think that’s my share this week. I am looking forward to the next photo challenge too.

Tik tek… Praktik vs Praktek…

Okeh… Langsung saja. Yang benar adalah praktik ya, bukan praktek. Seperti kata KBBI : prak·tik n 1 pelaksanaan secara nyata apa yg disebut dl teori: teorinya mudah, tetapi — nya sukar; 2 pelaksanaan pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): — dokter dibuka mulai pukul 15.00; 3 perbuatan menerapkan teori (keyakinan dsb); pelaksanaan: aturan itu menemui kesukaran dl — nya; Sebenarnya mana yang benar dari dua penulisan tadi dapat dengan mudah diketahu dengan mencari istilah turunan lain. Karena istilah yang ada adalah praktikum bukan praktekum, praktikkan bukan praktekkan, praktisi bukan praktesi, jelas bahwa kata yang baku adalah praktik. Pada program studi saya, tahun lalu, masih dipakai kata praktek pada mata kuliah kerja praktek. Padahal kata ini tak pelak akan tercantum pada Laporan Kerja Praktek yang tidak lain setara dengan skripsi: harus benar tata bahasa dan EYD. Dengan kata praktek ini, judul laporan itu sendiri (dan judul mata kuliah) sudah tidak sesuai KBBI. Jadi sebenarnya saya agak kecewa dengan kekurangperhatianan program studi terhadap hal ini. Waktu saya menulis laporan kerja praktek saya dengan judul Laporan Kerja Praktik, dosen pembimbing saya waktu itu menanyakan mana yang benar. Rupanya memang kesalahpahaman ini pun …