Bandung
Tinggalkan sebuah Komentar

Strange Adv. “Cililin//Ciwidey”, Part.4 – Readvance

Ciwidey 11km

Perjalanan pun kami lanjutkan. Ciwidey tujuan kami. Kabar dari satpam situs sebelumnya, tidak jauh dari situ sekitar satu kili ada tempat wisata. Kami pun melaju. Bambang dibelakang memegang kamera dan memfoto sekeliling sambil jalan. Sesampai disana, ternyata tempat wisata dimaksud adalah Stadion Sepakbola.

Front Stadion Jalak Harupat

Front Stadion Jalak Harupat

Di depan stadion banyak penjual baju bola. Uniknya hampir (jika tidak) semua baju yang dijual adalah kaos kesebelasan persib.

Perjalanan kami lanjutkan. Tujuh kilo rasanya tidak sebanding dengan perjalanan kami sampai disini. Jalan yang kami lalui cukup berkelok-kelok dan naik turun, meskipun tidak mengalahi kelokan jalan di Bukit Kemuning.Penjual Kaos

Di ujung jalanan yang terus menanjak, kami memasuki daerah ramai. Tampaknya sebuah kota. Jalannya masih kecil tapi kepadatannya dan angkotnya lumayan ramai. Sepertinya kota satelit. Rupanya inilah ibukota  dari kabupaten Bandung. Kota Soreang. Kami baru tahu kalo Kabupaten Bandung tidak beribukota Di Bandung. Di sini jalannya agak lebar. Percabangannya juga banyak. Kadang-kadang ada jalan dua jalur, tapi kami tidak melintasinya. Selayaknya kota kecil, jalan disini tidak padat. Sampai di suatu tempat, kami menemukan sesuatu yang mencengangkan.

Ciwidey 11km

Ciwidey 11km

Kaget setengah mati kami. Kami pun menanyakan ke pos ronda terdekat tentang Ciwidey dan Kawah Putih. Kata orangnya ke kanan, ke kiri lalu ke kanan lagi. Terus, sekitar 11 kilo lah. Hmfff. Makin jauh saja. Rupanya estimasi ibu penjual Baso tadi estimasi orang desa. Tahu sendirilah, satu kilo orang desa bisa berarti beberapa kali lipatnya. Lagi-lagi karena kepalang tanggung, meskipun telah dua jam lebih berlari, kami melanjutkan perjalanan.

Ke Soreang

Ke Soreang

Setelah beberapa kali belok, kami sampai di jalan yang lebih besar. Pusat kota mungkin. Kami ikuti arah plang Ciwidey ke kanan di belokan terakhir. Kami pun menuju gunung nan jauh disana dengan beberapa kepulan asap di bahunya. Entah itu apa kami ketahui nanti.

Seperti tadi, jalanan di sini menanjak dan agak lengang. Udara mulai terasa dingin sejuk. Di kiri kanan terdapat gunung dan perkebunan. Di tepi jalan kami lihat penjual strawberry duduk-duduk. Tak jauh kami lihat pelataran yang bertuliskan, Strawberi Petik Sendiri. Karena bukan prioritas kami saat itu, kami pun mencuekinya.

Perjalanan makin menanjak dan makin ramai. Tampaknya sudah masuk sebuah kota lagi. Tiga jam sudah kami menunggangi ini motor. Kasihan juga sama motornya. Mana belum mandi berapa minggu, atau bulan ya? Di sebuah jembatan kami menepukan plang yang menarik.

Selamat Datang di Ciwidey, Kota Wisata

Selamat Datang di Ciwidey, Kota Wisata

Kami pun minggir dan bertanya ke orang sekitar. Ada sebuah pembikin nisan plus plat mobil. Kami tanya Kawah Putih dimana. Jawabannya sangat menguncang jiwa kami.

Disana belok kanan lalu terus aja. Di jalur itu banyak tempat wisata. Yang terdekat sekitar 20 kilo. Setengah jam perjalanan lagi lah.

Syok, kami serasa ingin meledak. Frustasi, kami pun melihat ke belakang. Menyerah, kami pun kembali.

Kami intip jalan ke kanan di depan sana. Memang jalan yang sangat lurus menuju sebuah gunung. Jam menunjukkan pukul 11.00. Kami pun dikalahkan oleh panjangnya jarak perjalanan. Kami memutar kembali dengan putus asa, sambil mencari toko buat di acak-acak. Tidak berapa lama kami temukan sebuah toko souvenir dan manisan. Ada banyak barang yang bentuknya strawbeery, dari sandal sampai bantal. Aku tertarik dan terpikir untuk menstok oleh-oleh pulang ke Lampung kelak. Kami pun berhenti dan membeli beberapa souvenir. Aku membeli manisan Liko (atau Loki ya?) dan manisan Kulit jeruk, plus sandal strawberry untuk Suci adikku. Tadinya pengen beli bantal. Ternyata bantalnya mahal dan gak terlalu empuk. Batal deh. Bambang juga beli beberapa manisan.

Perjalanan ini berakhir. Tanpa berwisata kami pun pulang dengan kantong-kantong oleh-oleh. Tanpa berwisata pun kami senang mendapatkan pemandangan indah sepanjang jalan. Juga pengalaman unik yang sebenarnya hanya hal simpel saja. Yah inilah Indonesia.  She is so Beautiful, so Unik, Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s