Bulan: Juli 2017

Sssssttt…

Setiap pagi saya mendengar orang Jepang yang baru datang di kantor berdesis ria. Datang satu orang. Ssssttt…. Satu orang lagi… Sssttttts…. Nggak semua sih. Sebagian… Ngapa lah ini orang Jepang pikir saya… Rupanya itu singkatan dari “Selamat Pagi”. Jadi kalau ditulis full begini nih. [Ohayogozaima]sssssttsu. Mungkin karena malu atau gimana jadi awal kalimatnya diucap sirr sama mereka. Atau mungkin biar efisien atau gimana kali. Kalau di Indonesia dibuat seefisien begitu, mungkin kira-kira jadi begini… giii….. Atau begini.. likummm….. Kali yak. Di kantor saya dulu di Nagoya, orang yang berdesis gitu kalau ketahuan Shacho (CEO) bakal dimarahi dan disuruh ulang masuk kantornya. Di depan pintu harus salam pakai teriak, cem tentara. OHAYOUGOZAIMASU! Gitu… Jangan sampe deh. Iklan

Nan ya?!

Di dalam semangat nuansa makna, saya baru saja diperkenalkan oleh teman Jepang saya satu komik yang sangat lucu berikut. Hampir semua dialog di komiknya cuma bilang “nan ya” atau variasinya. Dan tentu saja, artinya, atau lebih tepatnya arti dan nuansa di dalamnya berbeda-beda. Komik ini bukan dalam bahasa Jepang standar, melainkan dalam dialek Kansai. Mari kita cek. Kalau di artikan ke bahasa Indonesia, tanpa menghilangkan kesan yang ada di bahsa aslinya, mungkin kira-kira seperti berikut. Patut di catat bahwa komik bahasa Jepang itu dibaca dari kanan ke kiri. “Ih, apaan nih?” *ngejek “Apaan loe!?” *nggak terima “Apaan gan… Nggak apa-apa gan….” *menenangkan “Apaan sih?!” *bingung “Loe yang apa??” *nantangin “Apa loe ha!?” *balik nantang “Apa juga ha!?” *gelut “Apa-apaan ini kalian!” *kesel “Ngapa!!???” *nantangin juga loe? “Apaan toohh—-!!” *nggak mudeng “Eh apa tuh?” *nanya sesuatu “Apaan?” *konfirmasi pertanyaan balik “Apaan sih apaan?” *yang lain ikut penasaran “Apa, gelut katanya…”  *terjawab “Oh, kirain apaan.” *kecewa Tamat.

Justifikasi

Awal-awal penulisku mengisi diriku ini, perataan paragraf yang dia gunakan adalah justifikasi. Entah apa itu bahasa Indonesianya? Perataan kiri kanan? Atau perataan aja? Dulu kayaknya dia berpikir kalau justifikasi itu membuat artikel jadi bagus. Kayak koran gitu. Rapih. Cantik. Mungkin lebih mudah dibaca kali ya. Namun ada banyak kelemahan dalam perataan justifikasi paragraf di web. Beberapa malah jadi antitesis dari alasan penggunaan justifikasi di koran. Pertama tengok paragraf yang diset dengan perataan kanan kiri di bawah ini. Paragraf ini diambil dari artikel Logo Provinsi yang merombak seluruh logo provinsi di Indonesia. Cek tengah paragraf, rentang spasinya jadi nggak rata. Aku tadinya mau memdemonstrasikan live dengan paragraf di atas, tapi kan justifikasi di web ini bergantung pada lebar jendela, jadi susah deh ngasih liat sisi jeleknya. Blob di tengah teks ini tentu saja tidak membuat teks lebih mudah dibaca. Pinggir-pinggir rapih sih kesannya cakep, tapi tengah itu lebih penting karena mata manusia mengalir di dalamnya saat membaca. Bukan terpaku di pinggir. Di contoh di atas sih cuma sebaris. Kalau yang muncul berbaris baris? Misal kata yang muncul panjang-panjang. …

Nuance dan Nuansa

Saya bingung, nuance ini bahasa Indonesianya apa ya? Bukannya “nuansa” ya gan? Iya sih itu… Tapi beda deh. Di artikel sebelumnya saya memakai kata nuance dalam bahasa Inggris walaupun saya tahu ada kata nuansa di bahasa Indonesia. Soalnya saya merasa ada nuance di kata nuansa yang membuatnya beda dari kata nuance. Ehm. Maksud saya, kata nuance dalam bahasa Inggris dan kata nuansa dalam bahasa Indonesia itu punya arti yang sedikit berbeda. Mari kita lihat bedanya. nuance a subtle distinction or variationNuances of flavor and fragrance cannot be described accurately … — Scott Seegers… these terms have certain nuances of meaning … — Ben F. Nelms a subtle quality sensibility to, awareness of, or ability to express delicate shadings (as of meaning, feeling, or value) (Merriam Webster Online) nu.an.sa n variasi atau perbedaan yang sangat halus atau kecil sekali (tentang warna, suara, kualitas, dan sebagainya) n kepekaan terhadap, kewaspadaan atas, atau kemampuan menyatakan adanya pergeseran yang kecil sekali (tentang makna, perasaan, atau nilai) (KBBI Daring Badan Bahasa Kemendikbud) Hmm, kalau liat kamus di atas sama kayaknya gan! Nyet nyet nyet.… Saya berani bertaruh kalau si bapak-bapak perumus KBBI …