Bulan: April 2012

Pantai Bunga Batubara, Ramai dan Berpasir Putih tapi Tak Terurus

Sekitar satu jam dari Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara terdapat sebuah tempat wisata yang cukup digemari masyarakat sekitar. Pantai Bunga namanya. Pantai ini terletak di wilayah pesisir timur Sumatera Utara dan berada di daerah Kabupaten Batubara. Pantai Bunga memiliki tanah berpasir yang sangat putih. Akan tetapi, pantai ini sangat kecil dan minim wahana-wahana wisata. Tempatnya pun terasa kurang terurus meskipun relatif bersih dibanding pantai terkenal lain. Panjang lokasi wisata hanya sekitar 100-200 meter saja. Di sekitar Pantai Bunga sebenarnya ada objek wisata pantai-pantai lain loh seperti Pantai Sejarah dan Pantai Datuk, tetapi yang saya dan keluarga kunjungi waktu itu adalah Pantai Bunga ini. Masuk pantai ini dari jalan raya luar juga cukup jauh, belasan kilometer. Di jalan ini kita disuguhi pemandangan pepohonan sawit dan daerah perkebunan. Jalannya juga cukup bagus dan lancar. Iklan

Weekly Photo Challenge: Together

This week photo challenge is “together”. Yeah, the theme seems is very easy but finding a cool picture to submit to the challenge is not easy. Seeing the theme I only can think a picture about human taking picture together. Yeah everyone have that kind of picture. Together with family, friends, or random stranger. Isn’t it too ordinary? Even though the sample picture on the challenge announcement page suggests something creative, I still can’t think of anything. So in this post, I try my best to compile some photo to meet the challenge.  I hope you like one of the picture. It’s all about my campus though. In the picture above, we, approximately 3000 students of 2008 generation of Bandung Institute Technology (Institut Teknologi Bandung – ITB) formed the ITB letter with red and white color represent our county’s, Indonesia’s flag’s color. I think it’s a cool picture myself because when I didn’t think we really could form the letter. Of course the picture is a not mine, I am in the picture.  The photo is credited to the …

Unik di Bandung

Setelah beberapa hari menulis tulisan berupa laporan perjalanan (baca: jalan-jalan) dengan disertai sejumlah foto yang tak tanggung-tanggung, saya berniat untuk menggenapi tulisan satu minggu ini dengan tema serupa. Sayangnya, saya tidak mendapatkan wangsit untuk menulis hal tersebut. Ada perjalanan yang mungkin bagus tetapi kurang informasi dan foto yang terkait. Tidak ada fotonya tidak seru kan. Ada perjalanan yang punya banyak foto tetapi ceritanya biasa saja, tidak kepikiran narasinya, atau terlalu timpang ke kejadian tertentu. Sepertinya saya mengalami  kebuntuan penulis “writer’s block“. But the show must go on. Kalau tidak, bisa-bisa  blog ini bisa terlantar lama lagi. Oleh karena itu, kali ini saya memutuskan untuk menyatukan beberapa foto yang diambil di sekitar Bandung yang saya anggap cukup menarik. Tidak semenarik itu sih sebenarnya, tapi ya apa boleh buat. Namanya juga lagi buntu. Saya harap teman-teman bisa menikmatinya. Saya memulai dengan sebuah buku yang saya temukan di Gramedia. Maklum, lagi masa-masanya jadi saya dahulukan foto buku ini. Masa-masa tugas akhir atau lebih dikenal skripsi di sebagian besar perguruan tinggi. Buku ini menawarkan trik cepat menyelesaikan tugas akhir. …

Samosir District's Map

Jalan-jalan ke Danau Toba: Bagian 2/2 – Pulau Samosir

Pulau Samosir adalah pulau terbesar di tengah danau toba. Sama seperti danau toba, wilayah pulau ini tidak mungkin bisa dijamahi dalam waktu sebentar. Bandar di seberang pantai wisata Parapat adalah desa Tomok. Desa ini hanyalah satu dari desa-desa wisata yang ada pada pulau Samosir tentu saja. Gambar di atas: Peta Samosir pada pelabuhan Tomok Untuk dapat menyeberang ke Tomok dari pantai wisata Parapat, kita harus menggunakan kapal penumpang kecil berukuran 20-30 orang. Terdapat cukup banyak kapal hilir mudik menyediakan jasa penyeberangan atau sekedar berputar-putar di perairan Toba dekat parapat. Penyeberangan memakan waktu 30-45 menit. Ongkos penyeberangan berbeda-beda menurut tanggal. Pada waktu saya menyeberang, tanggal 1 Januari 2011, ongkosnya Rp20.000,- per orang  sekali jalan (kalau tidak salah ingat). Ketika menyeberang, kita tidak langsung dibawa ke pelabuhan kecil di Tomok. Kapal akan berputar haluan sebentar untuk memanjakan penumpang dengan suasana danau. Selain itu, kapal akan mengunjungi sebuah tebing batu gantung. Ya, di tebing ini terdapat batu seukuruan satu meter berbentuk manusia. Batu ini bergantung di sisi bawah tebing yang menjorok ke danau. Konon katanya, batu ini jelmaan seorang gadis …

Jalan-jalan ke Danau Toba : Bagian 1/2 – Kota Parapat

Awal tahun 2011 kemarin, saya dan keluarga pergi berwisata ke Danau Toba. Perjalanan ke danau ini memakan waktu sekitar 6 jam dari Tanjung Balai dan sekitar 4 jam dari Medan. Kami sekeluarga tujuh orang berangkat dari rumah pukul tiga pagi dengan menggunakan mobil pick-up yang dirancang sedemikian rupa sehingga bak mobil berubah menjadi tempat yang nyaman untuk duduk dan tidur-tiduran. Di atas bak dipasangi terpal yang tentu saja sudah dipasangi tulang dari kayu resplang agar kuat, di bak dipasangi kasur supaya nyaman untuk disinggahi. Tidak lupa kami membawa dispenser dan makanan untuk menambah ke asyikan di dalam bak mobil pick-up tadi. Danau Toba adalah danau yang sangat luas. Tempat yang kami tuju hanyalah satu kota yang menempati satu iris kecil dari tubuh toba yang bahana: Kota Wisata Pantai Parapat. Sesampai di wilayah parapat ini, kita bisa merasakan udara sejuk seperti di kawasan Lembang, Bandung. Udara yang dingin dan segar. Foto di atas diambil dari salah satu warung di pinggir jalan menuju pantai parapat. Seperti yang bisa dilihat di foto atas, danau toba sangatlah indah dan sangatlah luas.

日本語でポスト

よこそ。。。これは私の初めての日本語でポストです。今朝のポスト、「文学少女とヒデノリ」日本語書きましたがあれは私の言葉じゃない。アニメ男子高校生の日常からア取られます。 初めてですから今日は挨拶するだけです。この文は楽しく日本語のフィナル試験から一年前です。「楽しく日本語」は大学に日本語コースです。この文はたぶんさっきの書いたもの同じではありませんががんばります。まあ。。私は日本語にまだ初心者です、何か間違いを見つけたら、修正しってください。 自己紹介。 俺の名私の名前はアルバドです。アルがいいよ。私はITBの学生、四年除法科学の学生です。私はLampung「ランプン」 からきましたが今家はTanjung Balai「タンジュンバライ」のNorth Sumatera「スマテラ北」 にあります。私は妹と弟を持っていませ。妹は一年高校生。弟は三年中学生です、今年彼は高校に入る。Bandung「バンドン」で私は二つの友達とすんでいます。 今年私は22歳、古いでしょ。笑。いや、私はまだ若いです。彼女はないです。残念でしょ。。いやいや、それが私のスタイルじゃない。彼女よりお嫁さんをみます。好きな食べ物は揚バナナです。趣味はアニメを見ています。100タイトルぐらい見ていました。毎日アニメを見ます。ほかの趣味はネットをしますと面白い本を読みます。 日本語の歌がとてもすきです。アニメは日本語ですから。インドネシアの歌が嫌いです。インドネシアよりイングリスと日本の歌はすき。インドネシアの歌は繰り返しだけです。同じ歌詞が繰り返されます。日本の歌がすばらしいです。声がきれい、意味が深い、歌詞がクリア千フェです。繰り返しません。それより、日本の歌で日本語に勉強したい。日本に行きたい。それが私の夢です。 どぞよろしくお願いします。

Weekly Photo Challenge: Sun | and Climbing Photographers

Today, I and my friend Sidik tried to make a time lapse video. What is time lapse video you say? Just watch some video on top of my blog, that is time lapse video. We try to make time lapse video of  Car Free Day on Juanda Street, Bandung. We failed. When we started, suddenly our camera got condensed. The image blurred then. Other than that, maybe our first spot is not good. It’s just too few people there. So after half hour we tried to find another spot. We found a great spot in front of SMA N 1 Bandung, on the overpass. It has great view there. Many photographers reside there when we arrived. Well, it was our first time to make time lapse video. We just amateur that don’t  have a camera or tripod after all. That camera before is borrowed from friend and we tied the camera to some pillar in the middle of street to get the image stable. Furthermore, we don’t even google  “how to make time lapse video” at …

Friday

So at last we met It was almost exactly as I envisioned Great as always wearing the same cloth you used to wear I found you walking in front of me Your presence greatly slowed my pace down as I walked behind you You walked slowly savoring your time in here Feeling the atmosphere around you I walked slowly behind you Avoiding to crossed path with you

Pantai Krui

Krui berada di wilayah pantai kabupaten Lampung Barat. Jika kita bepergian melewati Jalur Lintas Barat Sumatera, khususnya dari Bandar Lampung ke Bengkulu melewati jalur Liwa – Mana, kita pasti melewati wilayah Krui ini. Salah satu ruas jalan yang dilewati memberikan pemandangan pantai yang sangat menarik. Ruas jalan ini sangat berdekatan dengan garis pantai. Jarak ruas jalan ke laut hanya sekitar 100 meter atau kurang. Bahkan konon, pada malam hari pasangnya air laut bisa menggenangi badan jalan. Memang ruas jalan ini bukan satu-satunya jalan di Krui, tetapi sangat sayang untuk dilewatkan jika Anda kebetulan melintasi Krui pada siang hari. Saya dan keluarga pasti melewati pantai Krui ini setiap kami berkunjung ke rumah nenek di Bengkulu. Pantai Krui ini kami jadikan tempat singgah makan siang baik pada perjalanan pergi maupun perjalan pulang. Sekali bersinggah kami bisa menghabiskan waktu satu sampai dua jam disini.

Modus Operandi: Tabrak Mobilnya

Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2007. Saya dan keluarga sedang melakukan perjalanan dari kota Metro, Lampung ke kota Bengkulu, Bengkulu. Menjelang masuk kota Bengkulu kami melaju di sebuah jalan raya yang lurus. Waktu sudah menunjukkan pukul 22. Hari sudah gelap sehingga jalanan cukup sepi. Perjalanan Metro – Bengkulu memakan waktu sekitar 14 jam perjalanan. Seperti biasa, kami berangkat pada pagi hari sekitar pukul 7 pagi. Dengan demikian wajar saat menjelang masuk kota Bengkulu hari matahari sudah bersembunyi di dalam selimutnya. Kami melaju dengan kecepatan sedang. Maklum hari sudah malam tidak bisa terlalu cepat meskipun kami sudah penat duduk berlama-lama di dalam mobil sewaan ini. Ingin rasanya cepat-cepat merebahkan diri di kamar panggung rumah nenek. Aku yang cepat lelah dalam perjalanan seperti biasa sedang tertidur ayap-ayap di kursi tengah mobil. Ayahku menyetir ditemani mengobrol oleh ibuku di depan agar tidak mengantuk. Aku tidak melihat secara persis peristiwa ini. Hey, aku sedang hampir mabuk kendaraan dan kejadian ini berlangsung dengan sangat cepat. Saat melaju dengan cukup santai, ayahku melihat motor dari depan yang berjalan tidak wajar. Lajur yang motor itu ambil …

Benih Liberal di Sekitar Kita

Sudah mafhum bahwa gerakan sekularisme, liberalisme, dan pluralisme semakin gencar. Loh, darimana kita tahu? Ya ini kan zaman informasi. Berita banyak dimana-mana tentang penyebutan tiga paham ini. Bisa dilihat pula terjadi banyak pembelaan dan penentangan dengan tiga paham ini. Sebenarnya itulah yang mewarnai berita tersebut. Dalam keorganisasian, mereka bahkan sudah punya badan resmi tersendiri: JIL. Tentu saja kita mafhum mereka sudah dalam posisi menyerang. Akan tetapi, sebenarnya bagaimana sih taktik tempur mereka? Bagaimana kondisi kita kalah? Apakah dengan menyerah dan masuk menjadi anggota JIL? Apakah dengan mengaku terang-terangan pluralisme itu oasis yang perlu diperlebar? Apakah dengan mendukung UU Feminisme? Anda tahu ghazwul fikr alias perang pemikiran?  Sekularisme, liberalisme, dan pluralisme itu adalah sebuah paham dengan kata lain pemikiran. Ranah peperangan mereka bukanlah ranah fisik, bukan pula ranah media apalagi ekonomi. Medan tempur ada di dalam kepala anda, pikiran. Mari kita sama-sama merenung, bagaimana kita menyikapi hal-hal yang ada di sekitar kita. Terutama yang berkaitan erat dengan masalah sepilis ini. Apakah kita sudah mulai termakan dengan gagasan-gagasan mereka atau masihkah kita punya ruang gerak untuk bertahan?