Tahun: 2013

Semangat Jiwa Muda 18 Kippu ~ Liburan Musim Dingin: Kansai

Setahun belakang, saat negeri sakura masih dalam angan-angan, kami sering berandai-andai. Terpengaruh oleh cerita orang-orang yg lebih duluan beruntung dari kami. Kisah yang tertulis di media, buku, internet. Berita tentang keindahan negeri sakura. Dan rumor betapa praktisnya, betapa mendukungnya sistem transportasi disana untuk berkeliling ria. Sungguh rasanya ini sebuah titik penting, batu loncatan yang wajib kami alami dalam garis hidup ini. Alhamdulillah. Mimpi tersebut berhasil juga kami laksanakan pada pergantian tahun 2013-2014 lalu. Seishun 18 Kippu atau biasa disebut “18 Kippu” (Jyuhachi Kippu) saja adalah sebuah tiket promo untuk naik kereta JR manapun di seluruh Jepang untuk 5 hari. Harganya 11.500 yen yang sangat murah jika mempertimbangkan biaya shinkansen (sekali naik 8000 yen untuk tujuan jauh) dan biaya akumulatif untuk keliling-liling kota (minimum 200 yen sekali naik). Yup, transportasi di Jepang memang praktis tapi mahal! Nah, dalam periode-periode liburan, JR menawarkan tiket dewa ini untuk menarik minat orang berlibur. Walaupun namanya Tiket Pemuda 18, semua umur bisa make kok. Saya berumur 23 saat menggunakan tiket ini. Mungkin dinamakan begitu karena pemuda (dan pemudi tentunya) umur segitu …

The Rubber Watch

I do not usually post a status in Facebook. When I do, it is probably because of one of these few reasons: publishing my blog post, sharing something nice from the web, showing of, or a kind of wondering/asking a question. This week (of December 25th, 2013) I posted a Facebook status below. Actually, I have about 5 articles in line for this blog but it is not finished yet. In this 25th December according to my calendar, I must post something in this date. My will now is full of this Facebook status. The reason publish this articles is because 1) that post is full of typing and grammar mistake (I wanted to edit it but Facebook won’t let me), 2) some sentences is not clear and probably reader won’t understand my true intent, 3) I don’t know how to feel about this matter and wish to get more feedback (globally). This status has been corrected and reworded because the original one is a little bit unclear. The correct one (I hope) should be this. Correction …

Nagoya: Shirotori Teien ~ Taman Angsa

Shirotori Teien alias Taman Shirotori adalah salah satu taman di Kota Nagoya. Shirotori artinya adalah burung putih, alias angsa. Taman ini bisa diakses dari Stasiun Kereta Bawah Tanah, Jinggu-Nishi. Jalan kaki dari sana sekitar 15 menit. Harga tiket masuk adalah 300 yen untuk orang dewasa dan 100 yen untuk anak-anak dan senior. Cuma waktu itu saya masuknya gratis, kayaknya dibayarin sama pemberi beasiswa saya. Taman ini punya situs loh, cuma taman kota doang kan padahal. Sila cek di www.shirotori-garden.jp. Gunung, Sungai, dan Lautan: Ide Dasar untuk Taman pun Nggak Asal-asalan Taman Shirotori dibangun dengan konsep yang terinspirasi bentuk geografis Gunung Ontake dan Sungai Kiso yang mengalir disekitarnya. Detail lengkapnya agak panjang jadi saya lupa dan bingung, pemandu pun menceritakan dengan banyak infografis yg nggak saya foto. Jadi intinya, alur Sungai Kiso dan sungai-sungai lain, bentuk Gunung Ontake, dan lautan Jepang di selatan ditiru lekak-lekuknya tinggi rendahnya untuk menjadi dasar dari bentuk taman ini. Waw. Di Indonesia, ada taman kota yang dipikirkan seperti ini nggak ya? Well, taman yang cukup besar dan cantik aja jarang ditemukan. Hehe… …

RealFeel® dan Mengetahui Suhu Dingin yang Pasti

Di negara yg suhunya labil ini, mengetahui cuaca besok atau beberapa jam ke depan merupakan hal yg sangat penting. Di televisi sini, tayangan ramalan cuaca pun masih laku. Di Indonesia, terakhir saya melihat tayangan ini waktu SD sepertinya. Di era internet dan era ponsel pintar ini, tentu paling gampang adalah dengan melihat aplikasi prediksi cuaca yg berbasis lokasi. Tinggal pencet kelihatan sekarang lagi berapa suhunya, nanti hujan jam berapa, angin berapa cepat. Salah satu aplikasi ponsel pintar untuk prediksi cuaca yg paling terkenal adalah AccuWeather. Hal yg paling sering dan menarik bagi saya lakukan dg aplikasi ini adalah bukan untuk melihat sekarang cuacanya apa (gitu doang kan tinggal lihat keluar jendela). Suhu. Untuk bangsa tropis yg hampir selalu merasakan suhu stabil sepanjang tahun, suhu sekarang yg dirasakan adalah hal yg membuat penasaran saya. Ini dingin buanget, berapa ya suhunya. Biar terlihat perbandingannya, dengan di Indonesia dan hari kemaren. Yg menarik di AccuWeather adalah ada fitur RealFeel® di indikator suhu. Saat tulisan ini dibuat [2013/12/18], hari sedang hujan, angin lagi lambat, suhu sebesar 11 derajat, dan suhu “Perasaan …

Kyoto: Momiji di Arashiyama

Prolog Setiap penghujung musim gugur, PPI Toyohashi mengadakan acara momiji-an ke suatu tempat. Bareng-bareng sesama perantauan dari Indonesia, jalan-jalan melihat daun merah, bersama-sama mengakrabkan diri, bersenang-senang di tengah riuhnya jikken. Acara musim gugur kali ini sedikit spesial, karena pilihan lokasi jatuh ke situs terkenal yang cukup jauh dari Toyohashi. Arashiyama, sebuah distrik wisata di pinggiran ibukota 1000 tahun Jepang, Kyoto. Saya yang baru datang ini dimasukkan sebagai salah satu orang yg mengurusi jalannya acara. Panitia, sebutan kami. Orang baru, layaknya anak magang, diminta untuk berkontribusi dalam kepengurusan seperti ini. Namun, namanya juga magang, ya masih dituntun oleh para senior lah. Beberapa anak baru sudah dapat tugas ngurusin acara lain, saya dan Shofi-san kebagian dalam panitia ini sebagai karir pertama kami. Saya kebagian mengurusi pendaftaran dan Shofi yang menariki/menyimpan/membayar uang ongkos. Setelah diskusi alot dan menegangkan, kegalauan, perhelatan jiwa dan raga, pertarungan antara yang hak dan batil, sekian pilihan lokasi wisata dirumuskan: Arashiyama (嵐山), Ohara shiki Sakuramatsuri (小原四季桜まつり), dan Higashi Koen no Koyo (東公園の紅葉). Berdasarkan voting yang hanya dilakukan mungkin 1% dari anggota, Arashiyama, lokasi terjauh pun …

Nagoya: Nagoya Castle

Kami sampai di area Nagoya Castle pukul 3 sore. Sempat nyasar juga, salah turun stasiun. Jadi, pada peta, di sekitar area Nagoya Castle ini terdapat dua stasiun kereta bawah tanah yang tampaknya dekat. Satu, stasiun City Hall (tempat saya dulu tanda tangan beasiswa). Dua, stasiun taman Meijo (Meijo-Koen). Karena taman Meijo adalah bagian dari Kastil Nagoya, tentu saja wajar bila kami berpikir bahwa stasiun terdekat menuju gerbang kastil adalah stasiun taman Meijo ini. Ternyata…

Nagoya: Pusat Perbelanjaan Osu Kannon

Di ujung mulut lorong tidak jauh tempat makan burung, terdengar bunyi kerincing-kerincing. Setelah sampai ujung lorong, tampak pria berpakaian biksu berdiri di sana memegang mangkok kecil dan kerincingan. Pertama-tama, saya dan teman-teman (para daun) berpikir kalau ini biksu yang minta sumbangan. Kayak yg sering kita temui di tengah jalan besar di Indonesia itu loh, di depan masjid. Atau kemungkinan kedua adalah pengemis yang memakai kostum biksu mengambil kesempatan disana, mumpung dekat kuil, biar pas, pake kostum gitu.

Laporan Keuangan Sebulan Pertama di Jepang

Saya sering mendengar bahwa hidup di Jepang itu mahal. Yah, memang. Begitu sampai saya langsung merasakan. Namun, karena penasaran, saya ingin mengecek seberapa sih pengeluaran hidup disini. Artikel ini adalah laporan keuangan saya (hampir) sebulan belakang saya di Jepang. Saya cantumkan juga daftar barang yang saya beli berikut harganya untuk referensi. Misalnya untuk perbandingan antar kota di Jepang atau bahkan dengan indonesia. Beberapa hal yang perlu dicatat. Pengeluaran ini dilakukan di kota Toyohashi, sebuah kota countryside yang pastinya lebih murah dibanding ibukota atau ibukota provinsi. Tertanggal  09 Oktober 2013 – 02 November 2013, jadi belum genap sebulan. Kemudian, pengeluaran ini belum mencakup pengeluaran telepon dan tempat tinggal (saya tinggal di asrama internasional kampus). Karena memang belum saya keluarkan. Pengeluaran telepon saya (seharusnya) sebesar 7.155 yen per bulan mulai bulan depan. Saat saya datang saya membayar sekitar 39.000 yen untuk asrama (detail pada tabel di bawah, belum termasuk listrik air gas). Kedua hal ini tidak dicakup pada diagram di bawah. Nah, berikut laporan keuangan saya… Berikut adalah daftar barang yang saya beli, sebagai basis dari grafik di atas.