Sains Logika
Comments 4

Air versus Api

AirApi

Air Api

Keduanya bagai air dan api. Umumnya memiliki makna keduanya tak dapat bertemu. Saling menghancurkan, saling merongrong, saling menggasak. Api memiliki kekuatan dan keganasan yang menakutkan. Air pun berdaya hancur sangat tinggi. Mereka berdua menakutkan dan merupakan rival sejak lama. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka saling membenci? Benarkah keduanya takkan pernah akur?

Air dan api adalah salah dua dari empat, atau lima, atau delapan, atau duabelas, atau lebih zat (yang pernah dianggap) paling elemental oleh manusia sepanjang zaman, oleh hampir seluruh kebudayaan. Biasanya mereka disandingkan dengan tanah dan angin. Terkadang logam, petir, dan kayu turut nimbrung. Cahaya pun tak mau ketinggalan. Secara umum, empat zat yang pertama lah yang paling sering disebut-sebut sebagai “zat” paling elemental.

Empat LMN

Empat LMN

Umunya orang mencitrakan air dan api sebagai zat yang sangat bertolak belakang, rival abadi. Air sebagai penyembuh dan api sebagai perusak. Air berasa dingin dan sejuk sedangkan api berasa panas dan menyakitkan. Personaliti air biasa dieratkan dengan emosi, menjaga, anggun, imajinatif, intuitif dan irasional. Sedangkan  api adalah kebuasan, antusias, onar, pemarah dan tak terkontrol. Air itu defensive dan api itu offensive. Tameng dan Pedang. Introvert dan ekstrovert. Padahal, Air dan api memiliki sifat yang sama. Mereka mengalir dan beriak, terkadang tenang terkadang tergesa-gesa. Keduanya sama-sama melambangkan harmoni dan kehidupan. Penyokong dan fundamen dari segala mahluk hidup dengan kesejukan dan kehangatan.

Empat elemen paling fundamental ini pertama kali diusulkan oleh Empedocles of Acragas dari Yunani. Klasifikasi Empedocles ini kemudian diadopsi dan dikembangkan Plato dan Socrates dengan filosofinya yang makin berkembang. Kebudayaan lain pun masing-masing punya komposisi elemennya sendiri dan tentu filosofi sendiri. Kini, mereka telah mangkat menjadi elemen fundamental. Posisi mereka digantikan oleh 16 partikel fundamental alam semesta, yaitu 6 quark, 6 antiquark, dan 4 partikel gaya. Meskipun begitu, kisah empat elemen kuno ini selamat hingga sekarang. Di astrologi (Inggris) konsep 4 elemen terlihat pada pembagian zodiac. Lambang api adalah Aries, Leo, dan Sagitarius. Lambang tanah adalah Taurus, Virgo, dan Capricorn. Lambang udara adalah Gemini, Libra dan Awuarius. Lambang air adalah Cancer, Scorpio, dan Pisces.

Di kebudayaan popular masa kini, elemen klasik ini adalah hal yang paling menarik dan sering ditonjolkan bahkan kerap menjadi konsep cerita. Silakan tonton serial Avatar – The Last Airbender atau film-live-action-nya di tahun 2010 nanti jika anda tertarik.

Pada lingkaran elemen di beberapa kebudayaan, air api letaknya bersebrangan. Pada serial anime Naruto, air digambarkan superior terhadap api, artinya elemen air lebih kuat dari elemen api. Dengan kata lain kelemahan api adalah air. Memang air dapat memadamkan api dan api pun dapat menguapkan air. Di dunia nyata kita pun sering memadamkan api dengan semburan air berjumlah gila. Mengapa air dapat memadamkan api?

Lingkaran LMN

Lingkaran LMN Naruto

Apa sebenarnya Air dan Api itu?

Sebenarnya air dan api adalah dua entitas yang tak dapat dibandingkan. Air dalam kebudayaan kuno adalah fluida secara umum, segala sesuatu yang cair, mengikuti bentuk bejana dan dapat berupa larutan. Sekarang secara khusus air adalah asam hidroksi alias H2O atau bisa juga D2O. Dengan kata lain ia merupakan senyawa atau kumpulan unsur/ atom yang berkoalisi membentuk unit tertentu. Sedangkan api adalah proses atau efek dari sebuah pelepasan energi dari suatu reaksi, ia bukanlah zat ataupun senyawa spesifik dan ia bisa timbul dimana saja asal ada energi lepas dari bahan bakarnya. Api dapat timbul karena proses oksidasi yang mengeluarkan panas atau kalor. Panas yang dikeluarkan itu arusnya begitu cepat sehingga tidak dapat ditangani material penghantar dan timbullah nyala api. Jika jumlah panas yang dikeluarkan sangat besar dalam waktu singkat, bukan nyala api lagi yang keluar, tapi ledakan.

Sebuah reaksi pembakaran membutuhkan bahan bakar, batas temperatur tertentu dan tentu saja pemicu alias oksidator. Untuk memadamkan api, kita cukup menghilangkan satu faktor dari tiga komponen api tadi,  bahan bakar,  oksidator-misalkan udara, atau panas. Air bisa memadamkan api dengan cara:

Pertama, mengurangi suhu, karena panas yang dikeluarkan oleh hasil reaksi bahan bakar dan udara akan diserap air –yang sudah kita setujui tadi bahwa air itu dingin– dan mengurangi temperatur reaksi sehingga menyebabkan reaksi pembakaran berjalan lebih lambat atau berhenti sama sekali.

Kedua, menghalangi oksidator bertemu dengan bahan bakar dengan menutupi permukaan bahan bakar dengan air. Hal ini menyebabkan bahan bakar tidak dapat bertemu pemicunya dan tetap pada kondisi semula.

Namun, bagaimana kalau air menjadi oksidator bahan bakarnya itu sendiri? Hal ini dapat kita lihat saat mencemplungkan unsur alkali ke dalam air, misalnya natrium vs air. Atau menjadi reaktan pembuat bahan bakar, misalnya karbit vs air? Dalam kondisi inilah air dan api bersekutu, dan ia akan menjadi sesuatu yang sangat mengerikan.

Air dan api musuh abadi? Siapa bilang…

Sumber gambar:
FireWater  :  http://doublecouponday.blogspot.com/2009/06/chicago-radio-preachers-1998.html
Banner Blog  :  http://english.artegami.com/and-if-fire-was-made-by-water/

4 Comments

  1. Ping-balik: Bagaimana Saya Dulu Mengisi Blog Ini | Blog Kemaren Siang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s