All posts filed under: Haduh-haduh

Merasa Tertipu terhadap Kurs

Oh ya, saya juga jadi baru paham apa itu kurs jual dan beli mata uang dari pengalaman ke Selangor dan nuker duit yang tertipu ini. Baru ngerti gitu…

Iklan

Perkenalkan, Sungai Dago atau dikenal juga dg Sungai Juanda. Sungai Arus Deras Terbaru di Bandung.

Sabtu kemaren, tanggal 08 Juni 2013, Bandung dilanda hujat hebat. Bukan lebat tapi hebat. Sudah naik tingkat lah dari l ke h, bentar lagi d mungkin. Saya kebetulan waktu itu sedang berkendara dari arah selatan ke utara. Hari itu gelap. Langit di kejauhan utara berwarna agak aneh, kelabu jingga. Kelabu dengan rona oranye sedikit. Semakin ke utara suasana semakin mencekam. Semakin gelap. Hingga sampai saya di jalan Riau, masuk arena distro dan mau keluar ke jalan dago di Dukomsel, hujan itu pun tiba. Kebetulan saya juga terjebak oleh mobil aneh yg entah kenapa parkir menghalangi jalan meskipun di pinggir, saya pun berhenti sejenak memakai ponco. Jalan Santo Yusuf Maulana Yusup saat saya memakai ponco dan perempatan ke Jalan Juanda kemudian belok kanan perempatan di bawah Jembatan Layang Pasupati sebenarnya tidak jauh. Hanya 40 meter dan 40 meter. Namun, ketika saya sampai di bawah Jembatan Cikapayang tersebut, jalan raya sudah menjadi danau. Itu belum seberapa, setidaknya danau disana alirannya tenang dan masih sangat sedikit. Maju sedikit, tampak Jalan Juanda ke arah simpang dago melewati perempatan jalan Ganesha …

Krisis Identitas

Di masa pendaftaran beasiswa ini, saya mengalami krisis identitas. Nama saya, tempat tanggal lahir saya. Duh bingung… Wah, serem banget yak. Bingung dengan masa depan? Bingung dengan pribadi sendiri tuh? Tidak mengenal diri sendiri? Atau lupa ingatan?

Jadi Korban Salah Kunci Cakram

Hari Jumat kemaren, saat saya mau pulang dari Syukuran Wisuda STEI, saya mengambil motor ke parkiran salman. Motor mau saya keluarkan kok terhalang sesuatu. Tek.. tekk… Setelah dilihat, ada kunci cakram yang menggantung di cakram roda depan motor saya. Akan tetapi, saya tidak mengingat kalau saya tadi memasang gembok cakram itu. Tidak ingat. Semenjak saya mengalami bahwa kunci cakram itu berbahaya kalau kita salah pasang, terbalik misalnya, saya jarang memakainya. Kok ini bisa ada kunci cakram yg sudah tampak overused di cakram saya. Kurang kerjaan kali ya tu kunci… Saya tanya deh ke pihak pengelola parkir salman. Yah, kali aja saya melakukan kesalahan dalam berparkir ria. Ada peringatan kalau kelamaan parkir nanti motor/mobilnya digembok. Tapi kan saya baru parkir dari jam tiga tadi? Duh… Ternyata Mas Budi sang penjaga parkir yang suka menawarkan les bahasa gorila beruang ke saya dan teman boncengan saya itu tidak tahu menahu tentang penguncian motor tadi. Bahkan Mas Budi meminjami saya satu set kunci salman, kali aja ada yang cocok. Dan ternyata, sesuai dugaan, tidak ada yang pas saudara-saudara. Bingung, bolak-balik saya ke motor …

Laptop Bluescreen 5x Sehari, Hiks

Laptop yang saya cintai ini sudah berumur sekitar 4 tahun lebih sedikit. Saya membelinya pada saat INKM 2008 dahulu. Bolos pada hari Sabtu-Minggunya, hehe. Beli di BEC, harganya 6 jutaan.  Harga ini (di waktu itu) termasuk tergolong murah dengan spek laptop yg lumayan. Efeknya laptop ACER 4530 ini jadi laptop pasaran. Di prodi saya sendiri saja mungkin minimal ada 6 orang yang berhasil saya identifikasi memiliki laptop yang sama. Kini, 4 tahun kemudian laptop ini sudah “berperilaku” selayaknya laptop tua: sudah agak lambat. Kok tahu? Yang paling terasa adalah saat memutar file-file video seperti film atau anime. Entah laptopnya melemah atau codec sekarang makin canggih dan makin butuh proses tingkat tinggi. Saya kurang hobi bermain game jadi kurang bisa merasakan di ranah itu. Namun, di ranah multimedia perubahan kinerja laptop sangat terasa. Misalnya, file video BluRay 1080p 120 menit ukuran 12 GB dahulu dapat diputar dengan lancar (waktu itu belum memakai teknologi DXVA loh ya). Sekarang, file tersebut nyaris tidak bisa ditonton saking lambatnya. Entah apa penyebabnya, prosesor melemah kah? File multimedia ukuran kecil 720p pun tidak …

Kebanyakan Buku Catatan

Sehabis beberes kamar kemarin, saya menemukan beberapa buka catatan (notes). Ada yang dari acara tertentu. Ada yang memang buku catatan yang saya beli. Ada juga yang merupakan segepok brosur yang tidak digunakan yang saya ambil karena sepertinya bisa digunakan sebagai otretan. Lumayan kan. Gambar di bawah adalah buku-buku catatan yang saya temukan tersebut. Selain yang terpampang di gambar sebenarnya masih ada yang lain seperti tumpukan sisa kertas testimoni saat syukuran wisuda, kertas buram, dll. Akan tetapi beberapa diantaranya sudah saya buang. Saat mendapatkan buku saya sih senang saja. Lumayan… Bisa buat nyatet ini itu. Akan tetapi pada kenyataannya ternyata saya kurang bagus untuk melakukan “pencatatan rutin”. Mencatat pun sekarang bisa pakai HP dan dengan mudah disinkronisasi di awan. Buku catatan yang bagus untuk dipakai otretan juga sayang dan terlalu kecil sehingga biasanya saya nyorat-nyoret pakai kertas buram. Saya juga pernah menulis buku harian di notes seperti ini. Hal ini saya coba setelah membaca sebuah buku yang menceritakan manfaat-manfaat tentang menulis buku harian mulai dari membuat target, mengingatkan diri, melatih menulis, dll. Sayangnya saya lupa judul bukunya. …

Terbalik di Indonesia

Beberapa hal di Indonesia sepertinya tampak terbalik dibanding hal-hal yang seharusnya. Contoh sederhananya adalah saat ada orang yang ulang tahun. Ucapan selamat dan doa masih bisa dimaafkan lah. Doa kan hal yang baik walaupun tidak seharusnya hanya diucapkan pada hari itu. Akan tetapi, tradisi yang ada di sekitar kita ialah orang yang ulang tahun mesti mentraktir teman-temannya. Hmmm… Saya belum melihat hal ini terjadi di masyarakat luar, setidaknya sejauh film yang saya tonton. Biasanya orang yang berulang tahun itu diberi selamat dan hadiah, setidaknya kue lah. Dengan demikian, orang yang berulang tahun itu berhutang budi kepadanya. Jika sang pemberi hadiah tadi berulang tahun, orang yang ia beri hadiah tadi kemungkinan besar akan ikut memberinya hadiah. Hari ulang tahun pun bisa menjadi hari yang berbahagia yang sebenarnya, bukan sekedar hari menjelang tua. Di lingkungan kita terjadi sebaliknya. Pengulang tahun mentraktir teman-temannya seolah-olah ia telah memenangkan suatu pertandingan. Mungkin ini karena sifat masyarakat kita yang cenderung opportunis kali ya. Dalam hal teknologi informasi terdapat pula yang terbalik di Indonesia. Salah satu contohnya adalah ketenaran IRC (Internet Relay Chat). Pada permulaan …

Bad Luck or Good One?

Rabu, 21 Oktober 2009 pukul 20.20 sejarah mencatat. Aku yang sedari magrib didatangi Rizky Alfian dan menonton Slumdog Millionaire, kelaparan dan memutuskan makan di ‘tempat biasa’. Dan mencatat kejadian yang luar biasa. Hari ini aku pulang sangat pagi akibat bad mood. Aku sebenarnya sudah seharian bad mood, bukan karena keberadaan UTS Agama Islam plus UTS Struktur Diskrit hari ini, bukan juga karena kesel dengan wisudaan HMIF, bukan karena besok UTS Alstrukdat plus ada Tugas IKNI PKn, TP Praktikum Sisdig dan Tugas Abstrack Data Type Matriks + Mesin Karakter, atau internet sunken yang lagi maintenance. Mungkin karena bosan hidup saja.  Jenuh dan malas, jam 17.00 aku sudah menjamah kosanku. Bahkan sebelum banci perempatan sempat dandan guna menjalankan tugasnya, aku sudah pulang.. Tak kusangka, bad mood itu belum mencapai puncaknya.

Hasil Observasi TV selama liburan

Liburan ini akhirnya aku melakukan (lagi) hal yang sudah lama kutinggalkan. Nonton TV atau teve (bukan tivi atau tipi ya karena melanggar PPEYD nanti). Di kosan di bandung bukannya saya gak punya tipi (contoh penulisan yang salah), tapi males menonton karena tidak tertarik dengan acaranya dan televisiku burek. Akhirnya, liburan ini intensitas itu meningkat tajam dan aku berhasil mengamati beberapa sisi dari pertelevisian saat ini. Karena saya nonton dirumah, tentu seperti biasa tv didominasi oleh antek-antek setia sinetron. Sinema Elektronik a.k.a. sinetron emang acara paling andalan di tv kita. Sinetron hampir setara dengan dorama di Asia Timur sana atau Telenovela di Amerika Latin. Bedanya, di kita lebih norak. Jumlahnya pun lebih banyak dari biasanya tampaknya sekarang. Lihat saja, mulai dari siang pukul 2 an sudah ada sinetron yang siap Anda tonton di layar kaca. Untuk pengetahuan saya, stasiun yang gemar menayangkan sinetron adalah R**I, S**V, dan Indo****. Kebetulan mereka bertiga memang yang paling besar dan tua (dan mungkin paling berpengalaman) dibanding stasiun lain.

Dua Mata Pedang Sang Kunci Cakram

Anda tahu cakram? Anda tahu rem cakram? Tahu kunci cakram apa? Cakram berate piringan. Rem cakram adalah rem menggunakan piringan yang biasanya ada di ban depan motor. Kunci cakram adalah kunci yang didesain untuk membatasi gerak ban depan memanfaatkan lubang pada cakram rem. Pengetahuan yang sangat umum bukan?

Pulan Sukai Lawan Jenis

Tersebutlah seorang temanku yang kini sedang bingung, meratapi nasibnya, dan mengutuki dirinya akibat sesuatu yang kadang lumrah terjadi pada anak manusia. Yah, mungkin anda pernah juga mengalaminya. Dia kini mengalami sesuatu yang berbahaya, menghilangkan rasionalitas, dan dia anggap hina untuk komunitas-komunitas pejuang suci yang dia miliki. Dia sedang menghadapi kegilaan tak termaafkan no.9 yang sangat terkutuk untuk komunitasnya, menyukai lawan jenis.

Pencurian di Ruang Tertutup

Pukul 11.00, Minggu, 22 Maret 2009, terjadi sesuatu hal. Hal ini termasuk peristiwa langka dan hampir mustahil melanda kami. Peristiwa ini sangat membingungkan. Kebingungan itu terjadi karena sebuah kehilangan. Kehilangan itu mengajarkan sebuah pelajaran yang sangat berharga bahwa kehilangan adalah cara untuk menghargai sesuatu.