Islam, Sains Logika
Comments 7

7 Contoh Berita Hoax Islami || Genre Berita yang Masuk Daftar yang Tidak Saya Suka

Das Begr‰bnis von Kaiser Franz Joseph I. Kaiser Karl I mit Kaiserin Zita und  Kronprinz Otto beim Trauerzug vor dem Stephansdom. Handkoloriertes Glasdiapositiv. 30. November 1916. Emperor Franz Joseph¥s funeral. Emperor Karl I., Empress Zita, crown prince Otto at the funeral procession in front of the St. Stephen's Cathedral. Hand-colored lantern slide. November 30th 1916.

Salah satu yang ranking teratas berita yang paling tidak saya suka adalah berita tentang sains dalam islam. Atau islam dalam sains. Atau sains dan islam. Atau yaa… Kombinasinya lah. Setiap lewat di news feed, perasaan yang muncul adalah bad feeling. Kenapa? Tentu saja karena sebagian besar dari berita itu adalah hoax.

Banyak sekarang hal-hal yang berlabel islami. Perbankan islami. Perumahan islami. Novel islami. Kisah cinta islami. Namun, kayaknya istilah ini gak baik untuk dipakai dalam sembarang kata benda deh. Pacaran islami misalnya? Atau hoax islami?

Yang pertama, pacaran islami, mungkin masih banyak pendukungnya. Yang kedua, hoax islami, konsensus kalau itu aneh, bukan? Hanya saja, masih banyak muslim yang sembarangan membuat atau menyebarkan berita-berita islami tapi hoax ini. Kok bisa ya, saya heran. Dengan era informasinya internet, mendapati berita seperti itu menjadi sangat gampang. Tentu saja, mencari lebih dalam tentang kebenarannya harusnya tidak kalah gampang. Mungkin cuma beda dua tiga klik lagi saja.

Saya tahu, muslim punya keinginan besar untuk meyakinkan dirinya atau orang disekitarnya ttg kebenaran dan keindahan jalan hidup bernama islam ini. Ketika ada berita yang sedikit memuji islam atau sesuai dg keyakinannya, muslim yg tak awas akan jatuh pada confirmation bias, dan langsung men-share berita tersebut. Dengan dalih inspirasi, dakwah, berita pengimbang, bla3. Toh, banyak sekali berita media mainstream yang memojokkan islam pada zaman ini.

Namun sayang, berita ‘dakwah’ itu ternyata tipuan. Bukannya mengangkat nama islam tapi malah menjatuhkannya. Anda akan membuat fitnah kepada dunia bahwa taqiya itu bagian dari akidah islam. Atau membuat orang di luar sana mentertawakan betapa bodohnya muslim (dan islam).

Terus...?

Iya lingkaran. Terus…?

Tema yang paling sering dari hoax islami ini ada dua. Satu, sains. Beberapa murni tipuan. Beberapa tebak-tebakan alias pseudo-sain, misalnya tentang faedah shalat terus dikaitkan dengan posisi matahari lah, gerakan tubuh dan peredaran darah lah, magnet bumi lah. Whatever… Sampai ada yang mengangkat shalat jadi olahraga meditasi cem yoga baru tahu rasa. Dua, tentang konversi agama atau kesaksian dari seorang ahli non-muslim ttg kebenaran islam. Hmm…

Artikel ini akan membahas beberapa contoh dari hoax islami tersebut. Klaim berita versus apa yang sebenarnya. Berita hoax ini hanyalah yang saya dapati dalam news feed belakangan. Bahkan banyak berita lama yang sudah pernah saya lihat sejak sma, masih ada rupanya yg baru baca. Untuk Anda yang menyebarkan berita ini akhir-akhir ini, salam tepok jidat dari saya dan istighfarlah.

Artikel ini bukanlah exhaustive list.  Masih banyak sekali berita dakwah/islami yang pantas mendapat face-palm di luar sana. Artikel ini juga tidak bertujuan untuk menyebarkan hoax ini lebih jauh lagi. Namun, lebih ke arah menunjukkan kalau berita di bawah ini adalah tidak benar. Dengan demikian, Anda bisa menepok jidat saat menemukan berita ini di news feed Anda, karena sudah tahu kalau itu hoax.

Artikel ini dengan sengaja mengecualikan bahasan berita hoax islami yang bernuansa politik, konflik, genocida, apalagi konspirasi. Padahal berita serupa tidak kalah banyaknya.

Note: Banyak yg sudah membahas ttg hoax islami ini di internet dan kebanyakan framing-nya memojokkan islam. Meskipun artikel saya ini bertema sama, tetapi bukan itu yang saya tuju. Saya ingin mengajak kita sesama muslim untuk lebih kritis dalam menerima setiap informasi, meskipun itu sesuai dengan keyakinan kita.


1. Profesor Israel Mengakui Sejarah Islam

Diceritakan oleh berita hoax islami: Professor sejarah universitas Hebrew, Prof. Moshe Sharon, di Israel mengakui bahwa hanya pada dasarnya hanya satu agama di alam semesta dari zaman dahulu kala, yakni islam. Sejarah dunia dan agama-agama merupakan sejarah islam. Tentang pembebasan bukan penaklukan. dst, dst…

Video dapat dilihat pada: Link yutub tentang dakwah berikut ini (kalau belum ilang)

Moshe Sharon

Berita ini (dan banyak berita dalam artikel ini) bahkan masuk ke Republika. Tampar jidat.

Yang sebenarnya: Yang harus digarisbawahi adalah kata mengakui. Jika diperhatikan dengan seksama, dalam video pak prof mengawali penjelasan dengan: There is a question about the attitude of islam to history. And in face, what we find, basic attitude is…

So, surprise. Beliau ini bukan sedang mengakui. Tetapi sedang menjelaskan (menjawab) pertanyaan ttg attitude atau pandangan orang islam terhadap sejarah. Yang tentunya sudah kita ketahui bahwa pandangan kita thd. sejarah ya sesuai penjelasan beliau di video – semua sejarah agama dan tokoh sejarah/agama adalah orang islam.

Apakah berarti beliau mengakui hal itu? Misal nih, saya menjelaskan ttg di orang Jepang itu berpandangan bahwa PD-II itu Jepang sedang membebaskan dunia dari cengkraman barat. (ini cuma misal lho ya) Apa itu maksudnya saya setuju dg. pandangan mereka? Bisakah dibilang hal itu “menurut saya”? Ya. Hanya karena yg saya jelaskan (atau yg Moshe Sharon jelaskan) sesuai dengan pendapat Anda, bukan berarti hal itu diakui dan kemudian worthy to be shared.

Terlebih lagi, sebenarnya sang profesor sedang menjelaskan dengan nada sedih atau menyindir. This is what I mean by islamisation of history, katanya. Bahwa mentalitas untuk mengislamkan (membuat islam yg sebenarnya bukan) sejarah itu ada. Hal yg sangat disayangkan, katanya.

Tahukah Anda, di situs dakwah kristen luar sana, ada video tersebar Ustadz Ahmad Deedat sedang menjelaskan bible dengan judul kira-kira begini “Ahmad Deedat masuk kristen”. Yup, dengan menyebar video Moshe Sharon ini, Anda sedang jatuh dalam plot-device tepok-jidat-able yang sama.

2. Istri Kaisar Austria Berhijab

Diceritakan bahwa: Gambar/video ini merupakan bukti bahwa pengaruh islam dan khalifah utsmaniyah masuk hingga keluarga kerajaan barat. Sebagaimana muslimah yang menjaga aurat, Ratu Kaisar Austria memakai niqab saat berkunjung ke bla bla….

Video dapat dilihat pada: Artikel dakwah (atau banyak tersebar di link lain, sila googling dewe)

Das Begr‰bnis von Kaiser Franz Joseph I. Kaiser Karl I mit Kaiserin Zita und Kronprinz Otto beim Trauerzug vor dem Stephansdom. Handkoloriertes Glasdiapositiv. 30. November 1916. Emperor Franz Joseph¥s funeral. Emperor Karl I., Empress Zita, crown prince Otto at the funeral procession in front of the St. Stephen's Cathedral. Hand-colored lantern slide. November 30th 1916.

Tidak seperti kebanyakan share ttg hoax ini, saya mencantumkan foto berwarna bukan hitam putih. Sumber gambar: gettyimages

Yang sebenarnya: Satu video yang diambil di luar konteks tidaklah cukup sebagai bukti. Dan seseorang yang memakai pakaian setipe hijab/niqab dalam suatu waktu tidak berarti dia orang islam dan belum tentu berarti dia pakai hijab terus-terusan.

Konteks yang sebenarnya dalam video itu adalah pemakaman. Baju dalam foto/video adalah Funeral Protocol Dress Code. Sedikit googling dan baca-baca tentang baju pemakaman di Eropa atau liat-liat gambar dg keyword “Funeral Europe” kita bakal tahu bahwa sangat wajar pemakaman disana pake hitam-hitam berkerudung untuk wanita. Atau kalau mau lebih josh, googling “Funeral Veil”, langsung deh keliatan kayak apa.

Jadi mau dia Ratu Austria atau kembang desa di Hungary kek, mereka pake kerudung itu biasa, ga perlu di-framing dalam kerangka dakwah islami. Toh, si Ratu Austria tadi kagak pakai niqab loh di hari-hari biasa. So?

Istri Presiden US John F. Kennedy juga memakai kerudung tuh saat pemakamaan. Apakah itu berarti Amerika…? Wow! Siapa sangka??? Ayo sebarkan… (this is sarcasm, if you didn’t notice it)

3. Masjid Haram dan Masjid Nabawi Bercahaya

Berita yang satu ini sudah beredar sejak jaman friendster mungkin. Dimuat dibanyak berita dakwah dan juga berita mainstream. Biasanya disertai foto tampilan udara dari kedua masjid. Dari foto tampak bahwa masjid haram dan masjid nabawi lebih terang, lebih putih dibanding sekitarnya. Kadang biar lebih meyakinkan dibubuhi nama orang astronot, atau nama badan antariksa kayak NASA, atau nama satelit/ teleskop/ ISS, dsb.

Contohnya adalah foto di bawah ini.

Fakta tadi sebenarnya benar. Bahwa kedua masjid tersebut tampak putih bersinar dalam foto udara. Ga perlu satelit, bisa di cek di GoogleMap. Namun, penjelasan yang mengiringinya yg kadang berlebihan. Maksud saya yg bagian “cahaya malaikat” bla bla bla…

Apa sebab? Kejadian bangunan putih tampak bersinar dari atas adalah kejadian biasa. Terutama kalau si bangunan memakai marble sehingga lebih memantulkan cahaya. Contoh saya foto-foto yang saya ambil dari GoogleMap berikut ini. Misalnya: Monas dan Istiqlal, Taj Mahal, dan Askhar Dham. Dan yang paling putih: Greenland. So, hal ini sama sekali bukanlah hal yang spesial. Kebetulan aja Masjid Haram dan Nabawi ukurannya besar dan seluruhnya lantai/atap putih (wong masjid, space polos untuk shalat dari atas keliatan luas).

Sayangnya, pada foto yang tersebar agar lebih dramatis, foto masjid haramain bersinar ini dibuat daerah sekitarnya lebih gelap dari foto aslinya. Sehingga lebih kontras. Menyedihkan kan, untuk dakwah harus dipalsuin didramatisir dulu. ..T.T.. Mana watermark dari foto tersebut masih ada pula (perhatikan dengan detail ada garis putih watermark di foto atas). Nggak kuat beli foto aslinya kali.

Oh ya, cek foto asli dan terbaru dari mekah dan medinah di spaceimagingme.com. Super keren! Ngeliatin foto daratan dari langit emang sip. Cek juga geo-airbusds.com.

Btw, ada foto gelap yang lebih valid dari yg digelapin tadi (soalnya diambil saat malam). Diambil oleh astronot Anton Shkaplerov di akun twitter (astronot beneran dan akun twitter beneran [sepertinya]).

Anton Skaplerov Mecca Medina Photos

Mekah dan Madinah oleh @AntonAstrey

Alharam

Penjelasannya: saa… Lampu sorot kali? Terus mantul ke keramiknya… Kalau cek foto masjid haram dari dekat terlihat banyak lampu dari sana kemari. Yang jelas dua foto di atas valid (saya tidak berhasil menemukan penyangkal di internet).

Tambahan: Cek koleksi foto oleh ISS di ArcGis dan terutama foto HiRes Jeddah di  eol.jsc.nasa.gov.

Mengingat foto Jeddah di tautan jsc.nasa tadi (dan juga foto kota lain kalau niat nyari) terdapat juga titik putih paling terang di salah satu lokasi, jadi kemungkinan juga foto putih di Mekah dan Madinah itu juga disebabkan oleh lampu sorot paling banyak ada di kedua masjid. Toh kayaknya dua masjid itu titik paling ramai di kota.

Occam’s Razor mengatakan bahwa untuk memilih di antara anternatif hipotesis, pilihlah yang memiliki asumsi paling sedikit alias lebih sederhana. Kayaknya pantulan lampu pada dinding putih lebih simpel dibanding cahaya malaikat.

4. Nasa Membuktikan Bulan Terbelah

Saya tidak perlu berkata banyak lagi ttg topik ini. Artikel ini sudah sangat panjang. Cukuplah pembaca membaca artikel dari muslim and the world berikut yg berjudul NASA confirms that Muslims are Idiots untuk keterangan lebih lengkap.

Moon-Split

Dangkal yak, bekas pecahan satu planet bulan padahal

Sedikit keterangan untuk memberikan konteks. Foto di atas beredar dengan tambahan berita lengkap berisi klaim bahwa NASA membuktikan bulan pernah terbelah. Well, hal yang tak pernah dirilis di portal resmi NASA manapun. Ckckck…

5. Si Anu Masuk Islam

Ada banyak variasi tentang sub-genre berita ini. Namun, yang saya lihat berita semacam ini populer dan tersebar luas JIKA subjek “Anu” yang menjadi tokoh adalah satu dari tiga profesi berikut: astronot, artis, atau ilmuwan. Beberapa contoh muncul dalam news feed saya beberapa bulan belakangan.

Astronot, studi kasus:  Neil Amstrong dan Sunnita Williams

Yang Neil Amstrong kayaknya udah berita dari jaman altavista ya. Ke bulan, denger azan, masuk islam. Entah bukti apa yg bisa menyokong cerita ini. Situs islamqa ini lumayan menjelaskan lebih detail.

Yang Sunnita Williams ini agak baru. Juga berhubungan dg bulan. Beritanya berhubungan dengan berita mekah madinah bercahaya yg sudah dibahas di atas. Katanya, saat beliau di bulan, beliau mengamati bumi yang gelap kecuali dua pusat islam tadi yang bercahaya. Lalu tiba-tiba dia mendapat hidayah.

Padahal, Sunnita Williams nggak ke bulan. Bukti-bukti wawancara setelah misi dia ke ISS juga menunjukkan kalau dia masih mengagumi Dewa Ganesha.

Artis, studi kasus: Rowan Atkinson dan Will Smith

Mr. Beans? No. Just no. Muslim mengangkat jari saat shalat. Tapi orang yang ngangkat jari dengan gerakan yang sama, belum tentu muslim. [1][2] Belum lagi mengingat sumber dari berita ini adalah portal lawak [ori], sengaja mereka nulis hoax untuk melihat bagaimana reaksi umat islam [3]tepok jidat, mereka sukses!

Will Smith? Ini dari jaman kapan ya, terus reuse dan reuse lagi berita lama dan tak jarang muncul lagi dg bukti tambahan baru. Cuma sayang, saya sulit menemukan berita valid untuk dijadikan rujukan resmi ttg bukti mendukung/menolak berita Will Smith masuk islam ini. Yang jelas, ketidakjelasannya jelas. Yg banyak justru ttg scientology. Berita hoax beliau yang terakhir muncul adalah ttg beliau ke Dubai. Yap, meskipun Om Will dan Tyrese Gibson berfoto dengan jubah arab, bukan berarti dia juga mualaf. [4]

And this is embarassing. For me. Saat artikel ini dirancang, nama Tyrese Gibson tidak masuk dalam lingkup bahasan artikel. Jadi, ketika tengah Juni saat artikel di-draft pertama kali, merebaklah berita ttg mualafnya Tyrese Gibson. Kadang disandingkan dengan murtadnya siapa gt artis Indonesia. Not my bussiness. Lalu saya quick fact checking atas bukti yg dipaparkan berita-berita: beliau ngetwit video islam [5], bahkan ada video panjang Tyrese berkata dg mulut beliau sendiri kalau beliau sepaham dengan islam [6]. Bahkan BBC juga menjurus ke arah sana tanpa kalimat pembantahan [7]. Jadi saya gak terlalu banyak mikir, saya cuma sabet nama Tyrese Gibson dan menambahi keterangan “(mualaf beneran)” pada paragraf sebelum paragraf ini. Ya cuma seuprit (dua kata) tambahan doang.

Eh untung tiga minggu setelahnya sebelum artikel dirilis, saya meminta teman untuk review artikel dulu. Ternyata ada bantahan resmi dari Tyrese sendiri ttg ini [9]. Sekarang tambahan dalam kurung tadi udah di hapus. Fakta dua kata dalam kurung tadi salah.

Intinya, meskipun banyak bukti yg mendukung bahwa sebuah tokoh tidak memusuhi islam, atau lebih hebatnya lagi, dekat dengan dunia islam, bukan berarti dia beragama islam. Kalau dia gak baca syahadat di depan publik dan bilang “saya islam“. Sudah bagus sekali mereka dekat dengan dunia kita, sayang kan kalau kita sakiti hati mereka dengan berita palsu.

But the ultimate truth is: we don’t know. Bisa jadi mereka beneran islam, rumornya dari orang dalam tapi mereka tidak mengakui secara publik. Kenapa? Ndak tahu… Atau bisa jadi nanti suatu saat mereka benar-benar mendapat hidayah. Who knows? Kita doakan saja… Yang jelas, sekarang bukti-bukti itu belum kuat.

Mari kita tunggu berita yg sama ttg Niam Leeson eh Liam Neeson tersebar di kalangan kita [9][10]. Ada isunya, tapi kok ga nyampe-nyampe di news feed saya ya…

Ilmuwan, studi kasus: Demitry Bolikov dan Robert Guilhem

Yang satu katanya karena sains ttg keakuratan orbit planet dalam quran. Yang satu lagi katanya karena kajian genetika ttg masa iddah. Berita ini dimuat di banyak media mainstream Indonesia.

Dua kasus yang terakhir ini lebih parah dibanding kasus-kasus sebelumnya. Karena ternyata dua nama yang dicatut murni fiksi. Cuma di Indonesia pula. Nama tersebut nggak ada dicari dalam literatur. Bahkan berita mainstream dan non-mainstream berbahasa inggris juga.

6. Tulisan Ayat Quran di Kulit / di Hewan / di Langit / d.t.l.

Yang ini juga kayaknya gak perlu dibahas terlalu banyak.

Kok tulisannya beda-beda ya? Ganti-ganti kah, atau bayinya yg banyak??
Terus lengkap dengan tanda baca sampe tanwin dan sukun pula…

Diceritakan: Sebuah mukjizat muncul pada seorang anak. Pada gambar dapat dilihat tulisan arab tertulis di kulit anak itu. Kadang berupa ayat Quran atau tahlil.

Yang sebenarnya: Dermatographic Urticaria atau …

Berita ini banyak tersebar luas di media mainstream tahun 2009, media islam maupun barat. Tv lokal rusia, telegraph, guardian, abcnews, republika, buanyak yg “bahas”. Jadi, cukup kredibel? Prooobably legitimate

Namun, media mainstram tadi menulis fakta belaka: ada kejadian begini, kata berita lokal orang pada heboh, asal usul kejadian tidak diketahui, ahli menyatakan ada penjelasan logis (atau ahli menyatakan penjelasan logis tadi tidak sesuai dg keluarga, tergantung yg melaporkan). Sedangkan media jejaring sosial di kalangan muslim menyebarkan kejadian ini seolah-olah ini tanda suci dari langit yang punya kebenaran mutlak. Hm… Itu yg jadi masalah…

Kalau menurut saya sih, tidak perlu menunggu ada tato yg secara ajaib muncul pada kaki bayi di belahan bumi lain untuk takjub pada mukjizat quran. Sekarang yg saya penasaran, kalau hal ini benar, si bayi sekarang kayak apa ya?

Oh ya selain yang di atas ada lagi yg mirip. Diceritakan: Wow, awan bertasbih. Dengan gambar awan berbentuk lam-jalallah. atau Mukjizat! Pohon bertuliskan ini, sapi bertuliskan itu.

Yang sebenarnya: Pareidolia. Hm…

Supaya berimbang dan gak bosen, saya tampilkan yang dari lapak sebelah

7. Azab Maksiat Ditelan Bumi/ Club Disco Runtuh Ketika Sedang Berpesta

Diceritakan bahwa: Video ini bukanlah sengaja menakut2 kan saudara sekalian, tetapi sekadar untuk renungan semoga bertambah keimanan kita pada ALLAH Azza wa Jalla yg tidak pernah mungkir janji dalam perkara baik maupun pekara buruk.

Kemudian disisipkan sebuah video, kadang dibilang diambil di Eropa, US, atau barat secara umum. Klaim pada teks/judul video, itu adalah klub disko atau kelompok sedang maksiat, dsb. Isi video adalah orang keramaian, beberapa sedang berdansa, kemudian tiba-tiba lantai mereka runtuh dan korban berjatuhan.

Video dapat dilihat di: Link berjudul sama

Wedding Disaster

Yang sebenarnya: Kejadian ini memiliki nama, Versailles Wedding Hall Disaster. Terjadi di Israel, bukan Eropa. Tahun 2001.

Dan yap. Bukan klub disko, bukan maksiat. Pernikahan bro.

Kejadian ini disebabkan structural failure pada lantai tiga gedung tempat pesta pernikahan dilaksanakan. Sebabnya karena kesalahan dalam konstruksi. Dalam disain, gedung harusnya sebagian berlantai dua dan sebagian berlantai tiga. Namun, setelah konstruksi diputuskan kalau gedung punya tinggi lantai sama. Jadi dibuat lantai tiga baru di sisi yang pendek. Nah, lantai baru ini gak kuat karena bukan disain dari awal.


Tidak Menafikan Berita Non-Hoax

Artikel ini tentu saja tidak menafikan berita bermodel sama yang berisi fakta. Misalnya islamnya Muhammad Ali dan Prof. Jeffrey Lang atau list di Wikipedia. Asal setelah dikonfirmasi banyak bukti yang menunjukkan kalau berita itu benar, ya tidak ada masalah kan?

Di Quora banyak kok cerita tentang bagaimana orang memeluk agama islam. Langsung dari yang mengalaminya. Bagus-bagus ceritanya. Memang gak heboh karena bukan “artis”, atau “astronot”, atau “ilmuwan”. Namun, ada efek tambahan apakah yang kita harapkan dengan titel tersebut bagi para mualaf kita?

Atau berita tentang sains Qur’an, tidak menafikan banyak juga yang kredibel. Misalnya tentang sejarah Quran. Bahasa Quran. Atau bahkan dikaitkan dengan penemuan sains modern. Ketepatan bahasa Quran dengan bentuk janin sebelum lahir. Kalau memang tingkat kredibilitasan tinggi atau tidak terlalu maksa ya tidak ada masalah.

Walaupun ttg tema yang terakhir saya agak setengah-setengah sih, banyak yang maksa juga soalnya.

Gampangnya Hoax-Test

Artikel ini sih memakan waktu tulis lebih dari total 7 jam dalam rentang 3 minggu. Karena harus tulis ini itu dan cari info ini itu biar agak meyakinkan, kan. Namun, sebenarnya gampang mengecek apakah sebuah berita yang lewat di news feed Anda itu hoax atau bukan. Anda gak perlu menghabiskan waktu bermenit-menit untuk meriset satu topik doang.

Saya berikan cara praktis untuk para pemalas. Skenario:

  • Nemu berita asyik / menggugah iman / menantang nalar di news feed. Share? Tunggu dulu. 
  • Kopi kata kuncinya. Googling.
  • Tambahkan kata “hoax“. Googling lagi.
  • Bandingkan kedua halaman pertama dari hasil pencarian.

Misalnya nih, berita ttg “Sunnita Williams masuk islam” lewat. Sebelum share, googling aja kata kunci itu, atau singkat aja “Sunnita Williams hoax”. Berita beginian pasti udah banyak kok yang bahas. Internet gituh, apa yg nggak ada…

lmgtfy

Click to search

Syukurnya (atau celakanya) di luar sana banyak situs yg pura-puranya menjelaskan islam padahal mengejek/ mencari-cari kesalahan. Nah, mereka gak akan melepaskan kesempatan untuk membahas ttg hoax islami ini. Lengkap deh mereka kasih referensi. Enak kan kita, mereka yg pusing cari data. Namun, saya tidak akan kasih link mereka di sini. Emoh, wong isi tulisan mereka banyak yg menertawakan islam.

Nah makanya, daripada kita menamah bahan tertawaan untuk mereka, jadi muslim kritis sedikit lah.

Tapi memang, saat berita yang muncul adalah baru, bukan berita reuse, sangat sulit untuk menjadi kritis. Harus mencari klue berjam-jam atau menunggu berminggu-minggu supaya info yang ada menumpuk. Yang ada di Internet baru berita hoaxnya aja, belum ada yg bahas faktanya. Inilah kasus artikel ini dan Tyrese Gibson… Untung ada teman-teman super yg mereview artikel ini sebelum rilis.

Nah itu dia, siapa pun bisa tertipu. Meskipun sudah berusaha kritis. Termasuk saya. Makanya, mungkin lebih baik kalau kita tidak menyebarkan berita apapun kali ya. Atau setidaknya tunggu mengendap beberapa lama, cek lagi, kalau level kebenaran meningkat baru dipos. Namun, zaman internet yg serba cepat dan instan ini, mana ada yg mau ketinggalan tren dan berita kayak gt. Hmm…

Penutup

Begitulah. Saya yakin Anda pernah membaca satu kalau bukan semua dari berita di atas. Apa yg Anda rasakan ketika melihat berita itu untuk pertama kali? Sama seperti saya mungkin, takjub. Namun, semakin lama entah karena saya kebanyakan mikir atau hati mulai terkikis, saya berpikir dua tiga kali untuk mempercayai lalu menyebarkan berita tersebut.

Oh ya, jika pembaca memerhatikan, hoax yg dibahas belum tentu murni berita tidak benar. Ada spektrumnya. Ada yang full bohong, ada yang salah memahami alias kecele, ada yang benar tapi sengaja diselewengkan, dan ada yang benar tapi dibesar-besarkan.

And here’s the debate: Bolehkah kita mengutip sebuah cerita, gambar, rekaman lalu membawanya dalam konteks lain yang kurang tepat, semua demi tujuan suci dakwah?

Membelokkan fakta demi menggugah iman, validkah?

Saya tidak yakin apakah pertanyaan diatas bisa dikategorikan retoris atau debatable.

Misal dalam video yang terakhir. Pernikahan dibilang disko atau maksiat. Bencana dibilang azab. Memang sih dalam video tampak orang menari-nari dan musik terdengar. Tapi bukannya pernikahan orang Indonesia juga begitu?

Sudah dikasih tahu ttg kejadian sebenarnya ttg video pun, masih ada orang yang bilang berargumen “ambil aja ibrahnya” atau “jangan sampe kena azab begitu deh” atau komentar sejenis. Yang intinya, fakta ga penting. Framing lebih penting. Lalu, apa bedanya kita dengan orang-orang barat yang membelokkan berita demi menperburuk citra islam?

Atau malah membuat-buat berita/cerita bohongan demi dakwah?

Jadi benar-benar murni tidak ada kebenaran di dalamnya kecuali framing bahwa itu bertujuan menyebarkan… islam? Kalau dibilang dengan kalimat di atas semua akan menjawab waduh, ya jangan lah! kayaknya ya. Wording yg seperti ini mungkin lebih acceptable.

Bagaimana dengan kisah agamis inspiratif yang murni fiksi?

beyond-beliefLebih bagus kan kalimatnya? Yang terakhir ini kayaknya aman-aman aja ya, kisah inspiratif, novel islami juga banyak kan. Kenapa cerita/berita sedikit nggak boleh… Tapi kalau jawabannya boleh pertanyaan lain muncul, dimana batasnya?

Dan apa bedanya dengan orang israil yang gemar membuat cerita israiliyat?

Bagaimana pendapat Anda?

Yang jelas menurut saya pribadi apapun hasil debatnya, saya meyakini kalau muslim itu harus kritis. Jangan menerima sesuatu apa adanya. Jangan men-share sesuatu sembarangan. Apalagi berita dari internet. Kritis. Berfikir. Cari tahu. Konfirmasi. Bedah. Pakai logika. Gigit erat kebenaran. Baru kembalikan ke Yang Maha Kuasa.

Sampaikan kebenaran meskipun itu pahit. (HR. Ahmad 5: 159)

Banyak orang tidak paham kalau pahit di hadits di atas adalah untuk orang yang menyampaikan. Bukan target penyampaian.


Artikel Terkait

Artikel ini adalah bagian dari seri Muslim Kritis yang terdiri dari empat artikel.

Senada dengan artikel ini, saya juga pernah menulis artikel yang sama. Mungkin stub dari artikel ini. Fokusnya tentang video yang menampilkan orang pingsan di depan kamera tetapi judul videonya “setiap orang akan mati”. Deskripsinya mengutip ayat Alquran tentang kematian. Padahal…

7 Comments

  1. Komodor_122 says

    that showed how low the average intelectual level of Muslim, didn’t it?

  2. Masya Allah, Bang Badrin telah berjihad dan berdakwah demi kemajuan umat Islam dalam hal kecerdasan dan melawan kesesatan informasi.

  3. HoaX ? YANG PENTING ASYIK ! Ini cukup menghibur . Terasa lega dan lucu. Kita ini sederhana . Dengan cerita bohong pun kita puas dan bisa memuaskan diri .

    Asyik

    Berita bohong yang berpihak kepada kita …… membuat kita bisa menertawakan diri kita sendiri …… nyengir kuda ….. ha ha ha

  4. oemi QS says

    ngga ada salahnya menjadi muslim yang kritis. tidak langsung percaya pada hal atau berita yang didapatkan. proses tabayun, klimaksnya tergantung nalar pribadi masing2. secara pribadi, saya sepemikiran dengan penulis. ngga lebih supaya kita ngga malah jadi dibodoh2in para pembuat berita hoax. Afwan, kalau ada yang tersinggung dengan komentar saya ini.

  5. so what ???se enggaknya al quran hampir di benarkan semua isinya dengan sains zaman skr lihat di youtube biar netral

    • Apanya yg so what? Fakta kalau banyak orang Islam yg menyebar berita hoax kayak di atas. Alquran pasti benar, tapi kalau berita yg disebar kayak diatas apa ga sama aja melecehkan kebenaran Alquran?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s