Penulis: Albadr Nasution

Kenapa Nggak Pengumuman di Facebook?

Pascasidang saat bertemu teman di jalan, mereka menanyakan hal yang sama. “Habis sidang mas? Bijimana?” Yah, keliatan dari bajunya sih, rapi tidak wajar. Saat itulah saya merasakan bahwa saat orang mengucapkan “Alhamdulillah…” pada suatu progress yang kita lakukan, itu sesuatu banget (bukan ucapan selamat loh ya, tapi ucapan hamdalah). Senangnya luar biasa. Apalagi… Ups, tapi bukan bahasan saya kali ini ya. Salah satu dari mereka berkata seperti ini: Ih Albed nih lo… Nggak bilang-bilang mau sidang. Pengumuman kek di Facebook. Well. Entah kenapa, saya merasa agak gimana gitu (mixed feeling) tentang ide mengumumkan akan sedang apa saya hari ini, besok, dan seterusnya [kok jadi judul lagu]. Walaupun itu untuk hal yang penting seperti sebuah milestone. Okelah, memang untuk melewati suatu milestone tertentu, kerja keras saja tidak cukup. Doa adalah sangat utama. Dan doa diri sendiri seperti juga tidak cukup meyakinkan bukan? Dengan demikian, doa dari banyak orang, teman-teman dekat, khususnya yang alim-alim harus kita kejar. Kan? Tapi kok saya tetap saja asa geli gimana gitu. Mungkin hal ini ada kaitannya dengan keintrovertan saya ya… Atau karena saya modest, xixixi… Tapi …

Mengurus Persyaratan Wisuda ITB

Selain lulus TA dan sidangnya, pasti banyak lagi yang harus diurus untuk persiapan wisuda. Sayangnya entah kenapa, informasi mengenai hal ini terpisah-pisah dan kalau belum dijalani ya belum tahu apa syarat administrasi sidang. Mungkin karena perihal wisuda berkaitan dengan lebih dari satu lembaga (internal kampus) jadi ya terpisah-pisah. Disini saya ingin memaparkan sedikit apa yang saya urus menjelang wisuda ini. Hal ini hanya membahas persyaratannya saja ya (dan akan dimutakhirkan jika ada info tambahan), bukan membahas isu-isu dan urban legend mengenai wisuda itu sendiri, seperti bisa nggak uang semester nol SKS nya balik sejuta (pada Wisuda Oktober 2012 hal ini sangat simpang siur), dll. Semoga info yang saya tulis ini masih valid ketika anda membacanya (jika ada yang salah, mohon dikoreksi). Pengumpulan Revisi Setelah sidang, event yang dialami oleh hampir semua mahasiswa adalah menyelesaikan revisi, maksimal selama dua minggu setelah tanggal sidang. Apa yang dikumpul saat revisi? Sayangnya info ttg. hal ini suka terlambat diberitahu. Hal-hal yang dikumpul adalah: Satu buah Buku Laporan, yang telah dijilid hardcover dan disahkan oleh dosen pembimbing. Untuk ITB warna kover …

Ketepatan Pembuat Jam

Sampai sekarang saya masih mengagumi para pembuat jam. Tentu saja yang saya maksud dengan jam adalah benda bertulisan tanda-tanda bergaris dan berangka seringnya melingkar ke satu pusat dan memiliki jarum penunjuk ke tanda tersebut dan digunakan manusia untuk mengetahui waktu sekarang relatif terhadap posisi tertentu pada rotasi bumi. Benda itu lebih dikenal dengan sebutan jam analog (jam digital tidak masuk bahasan ini, apalagi jam matahari). Apa yang saya kagumi? Akurasinya. Bahasa Indonesianya ketepatan. Bahasa teknisnya mungkin besar galat yang dialami penunjuk waktu tersebut per satuan waktu. Coba bayangkan jika jam yang Anda punya memiliki galat 0.01 detik saja (untuk setiap detiknya). Dengan kata lain, jamnya telat 0.01 detik per tiap detiknya. Silakan bayangkan… Seperseratus detik gan! Kecil banget… Untuk membuat akurasi sebesar itu, bayangkan gimana susahnya. Anda bisa? Akan tetapi dengan galat 0.01 detik, itu artinya terdapat 36 detik keterlambatan dalam satu jam. Artinya, dalam 24 jam (satu hari), jam yang Anda punya tersebut akan telat hingga 864 detik alias 14 menit. Dengan kata lain, seminggu sekali Anda harus mengeset ulang jam tersebut karena sudah telat lebih dari …

Statistik: Bahaya Kecanduan Tomat

92.4% kenakalan remaja dilakukan oleh remaja yang pernah makan tomat. 82.1% kriminal di penjara super ketat seluruh Amerika Serikat diketahui pernah makan tomat. Dari sumber yang dapat dipercaya, 92.1% dari komunis kebangsaan Amerika pernah makan tomat. 84% orang yang terbunuh pada kecelakaan mobil pada tahun 1954 juga diketahui pernah makan tomat. Pada populasi manusia yang lahir sebelum tahun 1850, terlepas dari suku, bangsa, warna, maupun kasta, dan diketahui pernah makan tomat, angka kematian mencapai 100%! Segelintir pemakan tomat yang lahir di antara 1850 hingga hingga 1900 diketahui masih bisa bertahan hidup. Akan tetapi, pemeriksaan medis menunjukkan tulang rapuh, gerakan yang melambat, kulit mengkerut, penglihatan rusak, rambut rontok, bahkan seringkali mereka kehilangan semua giginya! Angka keselamatan bagi mereka yang lahir di antara 1900 hingga 1950 memang agak lebih tinggi, tetapi gejala efek kecanduan tomat yang mengerikan itu hanya berbeda pada tingkat keparahannya saja. Hal ini sulit diperkirakan. Eksperimen menunjukkan bahwa jika pemakan tomat tersebut dihalangi dari candunya, tak pelak gairah mereka menyebabkan mereka beralih ke candu alternatif-misalnya  jeruk atau kentang. Jika tomat dan seluruh alternatif ini terus …

Time Flash

Orang-orang mulai berdiri mematung. Beberapa memandangi jam tangannya. Ada pula yang cukup beruntung mendapati pesta di dekat rumahnya sehingga dia bisa menatap layar raksasa penghitung waktu mundur. Ada juga yang hanya duduk di dekat jendela rumah, berpegangan tangan dengan keluarga tercinta. Detik demi detik berdenting. Semakin mendekati ke titik pergantian tahun, semakin kencang jantung berdegub. Semakin tinggi pula semangat untuk melewati malam ini. Semua orang makin antusias. Satu menit lagi! Sementara hitungan mundur sudah mencapai satuan paling kecilnya, hal itu mulai tampak dari kejauhan. Fenomena yang kini disebut time flash. Sebuah dinding cahaya raksasa dengan beberapa pilar berkilau seperti pelangi secara acak muncul dari tanah sebelum dan sesudahnya. Dinding transparan berkilau ini membentang sampai ufuk cakrawala, memang tidak terlihat kecuali kita ada di pinggir laut, tapi setidaknya itu informasi yang ada di buku-buku teks. Dengan cepat senter pelangi itu berlari. Jarak sejauh itu pun hanya dilalui sekejap saja. Sementara hitungan mundur sudah dapat dilakukan dengan jari dua tangan, tsunami foton misterius itu tampak seperti tepat di depan mata. Ketika puncak nol terlalui, sensasi nikmat kemenangan yang …

Selamat Datang Nyamuk. Selamat Datang Jerawat.

Dua hal yang sudah lama tak saya jumpai beberapa tahun belakangan: nyamuk dan jerawat. Entah kenapa dua objek yang banyak dijauhi orang tersebut kembali menghantui saya di akhir tahun ini. Kenapa ya? Nyamuk. Bandung, seperti yang diketahui semua orang, adalah kota dataran tinggi dan beriklim dingin. Ada mitos bahwa nyamuk tidak bisa hidup setelah ketinggian tertentu [Al Gore, An Inconvenient Truth]. Memang tidak ada bukti bahwa nyamuk tidak bisa hidup di daerah dataran tinggi atau daerah dingin [1][2]. Bahkan ada studi yang membuktikan bahwa mitos itu salah[3]. Akan tetapi, saya hampir tidak pernah menemui nyamuk dalam 4 tahun belakang ini. Setidaknya di sekitar daerah tempat saya tinggal. Hmm… Akhir-akhir ini, Bandung sering mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Tidak jarang (baca: 99 dari 100 hujan) menyebabkan banjir di beberapa daerah. Sebut saja depan kosan saya. Pemerintah (baca: Kadin Pengairan Bandung) sih bilangnya “drainase sudah baik, hanya curah hujannya yang tinggi, jadi tak tertampung di drainase“. Err… Dengan definisi curah hujan tak tertampuk drainase, itu artinya drainase buruk pak. [tepuk jidat] Saya setuju dengan Pak Dada yang …

Mimpi Membeku

11 April Upacara penyambutan siswa baru Aku jatuh cinta pada pandangan pertama Memang dia tidak seberapa keren, cuma sepertinya dia tipeku 12 April Mengejutkan sekali Bangkuku tepat berada di belakangnya Dia sedang asyik ngobrol dengan teman sebelahnya Malam itulah terpikir olehku Bagaimana kalau aku pura-pura hilang ingatan Mungkin dengan begitu dia akan tertarik padaku 13 April Aku meminta beberapa teman SMPku supaya pura-pura tidak mengenalku 14 April Setelah jam BK dia berbalik badan melihatku Dan bertanya “namamu siapa?” “dari SMP mana?” Aku hanya memberitahu namaku Dari SMP mana aku tidak ingat, kataku Sesuai dugaan, wajahnya tampak bingung Aku pun menambahkan kalau aku tidak punya ingatan masa lalu Semenjak itu, dia memandangku berbeda Rencana berhasil! 31 April Sekarang hari minggu Untuk membantu mengembalikan ingatanku, dia mengajakku jalan ke tempat-tempat penting di kota Ingat sesuatu? Dia bertanya Aku hanya menggeleng kepala Tentu saja sebenarnya aku tahu semua tempat itu 9 Mei Aku kebingungan saat aku mengecek buka harianku Katanya aku keliling kota dengannya kemarin Tapi ingatan itu, sama sekali tidak ada di kepalaku 16 Mei Aku membuka …

Kemacetan Lorong Selasar Fisika di Tengah Rintik Hujan

Sore kemarin, 10 Desember 2012, seperti biasanya hujan turun rintik-rintik. Terlihat dari lantai dua Labtek V pemandangan hijau asri basah-basah sekitar Campus Center ITB. Akan tetapi, ada yang lain dari pemandangan tersebut. Jumlah pengguna payung yang tidak biasa berjalan hilir mudik di lorong dan jalur kendaraan CC Barat itu. Keren! Entah, seperti melihat pemandangan di universitas di luar negeri saja, pikirku waktu itu. Aku pun menuju lorong selasar fisika tersebut. Bukan karena pemandangan tadi sih, emang mau pulang dan jalur bebas hujannya lewat situ. Dari dekat kejanggalan pemandangan makin jelas. Terdapat keramaian yang sangat tidak biasa disana. Bagaimana ramainya? Pernah mudik naik kereta atau kapal laut? Di lorongnya penuh sesak oleh manusia sampai berputar pun susah bukan? Nah seperti itu… Gilak! Jarak 1 meter aja susah geraknya. Masih ada 5 meter ke depan untuk dilalui dan lautan manusia menghadang. Mau lewat jalan raya sebelah, masih gerimis. Ada apa gerangan? Aku juga tidak tahu. Antri sembako? Atau mungkin pada panik mau pulang, hujan soalnya. (loh?) Tentu saja bukan sepertinya. Alasan paling masuk akal adalah pengumuman nilai …

Renjana Menjadi Dosen

Kalau saya jadi dosen, kok kepikirannya cuma dosen ITB ya. Kalau di tempat lain tidak ada renjana (passion) sama sekali. Tidak tertarik. Kalau di ITB masih ada sedikit semangat lah. Kenapa ya? Arogansi universitas? Hmm… ITB juga menargetkan memiliki 6000 dosen di 2020 [citation needed]. Wow, masih banyak kesempatan (walaupun target yg aneh kalau saya bilang bila kita melihat jumlah dosen yg diterima setiap tahunnya di institut ini). Ya, menjadi dosen sepertinya selalu menjadi alternatif solusi bagi “pilihan hidup”. Ketika orang menanyakan, “habis lulus mau ngapain?”. Terus diikuti dosen “gimana kalau jadi dosen?”. Hmm… Yah itu, kalaupun jadi dosen mungkin cuma niat yg di ITB aja deh. Arogansi? Sepertinya bukan lah (sepertinya). Sudah empat tahun disini tentu saja sudah merasakan kampus sendiri sebagai rumah. Seperti kata lagu itu, “Kampusku rumahku”. Sudah nyaman lah dengan segala kondisi dan lingkungannya. Ngomong-ngomong tentang jadi dosen, kalau jadi dosen, saya ingin jadi seperti Pak Budi Raharjo. Pak Budi ini memang masih jadi dosen idola nomor satu saya. Mohon maaf dulu untuk Bu Ayu dan Pak Rin yang juga favorit saya tetapi belum …

Efek Buruk Qurban

Hari raya qurban sudah beberapa hari berlalu. Kambing-kambing dan sapi-sapi telah dipotong. Daging-daging telah dibagikan ke rumah-rumah warga. Sebagian malah sudah disate dan disop. Kini keadaan telah kembali ke hari-hari biasa. Hingar bingar Idul Adha sudah mulai redup. Yang tinggal kini adalah menunggu para jemaah haji pulang dari negeri para nabi. Sebelum masuk ke artikel ini, Anda pasti bertanya-tanya tentang judul pada artikel ini. Mana mungkin Idul Qurban ada efek buruknya? Penasaran Anda klik juga tautan ke artikel ini. Iya kan? Oke lanjut. Di cisitu, pelaksanaan pemotongan hewan kurban adalah di gang Cisitu Lama 5. Tepatnya adalah lapangan futsal di samping GOR Bulu Tangkis. Hewan yang dipotong disini kurang lebih ada 20an. Jumlah tepatnya saya tidak tahu. Yang jelas, malam sebelum mereka dibantai, saya melihat ada setidaknya 5 sapi dan belasan kambing diikat disana. Mari percepat waktu ke dua sampai lima hari kemudian. Gang 5 di dekat lapangan ini adalah jalan yang paling saya hindari. Kenapa? Karena bau bangkai dan darah sangat menyengat disana. Sekali lewat masih bisa tahan. Dua kali agak menahan muntah. Tiga …

National Blogger’s Day / Hari Blogger Nasional

Do you know that in Indonesia there is a day called “National Blogger’s Day”. That day is celebrated at October 27th. I myself know about this fact just recently. This day was established by The Minister of Communication and Information, Mr M. Nuh on 2007. This is the party day for every blogger in the country. By the way, why the hell Mr. Nuh came up with such a day? I don’t have any idea. Maybe, because he was in charge of national’s communication and information and blog is an integral media of Internet. Or he wanted to encouraged Indonesia’s citizens to sharpen their writing skill. Considering human nature to share things they have, blogging is the perfect place for it (contrary to social network I think). I don’t really consider this is a special day. After all, this is the first time I heard it. I do not prepare anything for the day, nor I hear any significant news or celebration of the day. October 27th passed just like that with weeks with empty …