Dunia Maya
Comments 3

Kenapa Nggak Pengumuman di Facebook?

Pascasidang saat bertemu teman di jalan, mereka menanyakan hal yang sama.

“Habis sidang mas? Bijimana?”

Yah, keliatan dari bajunya sih, rapi tidak wajar.

Saat itulah saya merasakan bahwa saat orang mengucapkan “Alhamdulillah…” pada suatu progress yang kita lakukan, itu sesuatu banget (bukan ucapan selamat loh ya, tapi ucapan hamdalah). Senangnya luar biasa. Apalagi…

Ups, tapi bukan bahasan saya kali ini ya.

Salah satu dari mereka berkata seperti ini:

Ih Albed nih lo… Nggak bilang-bilang mau sidang. Pengumuman kek di Facebook.

Well.

Entah kenapa, saya merasa agak gimana gitu (mixed feeling) tentang ide mengumumkan akan sedang apa saya hari ini, besok, dan seterusnya [kok jadi judul lagu]. Walaupun itu untuk hal yang penting seperti sebuah milestone.

Okelah, memang untuk melewati suatu milestone tertentu, kerja keras saja tidak cukup. Doa adalah sangat utama. Dan doa diri sendiri seperti juga tidak cukup meyakinkan bukan? Dengan demikian, doa dari banyak orang, teman-teman dekat, khususnya yang alim-alim harus kita kejar. Kan?

Tapi kok saya tetap saja asa geli gimana gitu. Mungkin hal ini ada kaitannya dengan keintrovertan saya ya… Atau karena saya modest, xixixi… Tapi yang jelas, saya tidak merasa penting tuh update hal-hal begituan kayak “lagi makan nieh”, paling ya cuma sekali dua kali tiga kali setahun. Wong, saya make jejaring sosial cuma buat nge-junk (mostly ke pasukan SMA saya), berbagi informasi (dan spamming artikel blog), dan profiling (baca: stalking orang).

Saya juga berfikir. Kalau argumennya sidang itu penting, kenapa nggak saat mendaftar beasiswa S2 pengumuman “mau daftar monbusho nih, doakan ya kawan-kawan”, saat mendaftar CPNS pengumuman “besok ujian psikotes, doakan ya teman-teman”, saat mau melamar pengumuman “bentar lagi sms doi nih, doakan respon positif ya sahabat”.

Iya kalo setelah milestone dilewati hasilnya “diterima” [sidang diterima, beasiswa diterima, PNS diterima, tawaran taaruf diterima], kalo nggak? Udah press release, kan bingung mau jawab apa pas ditanya-tanya ntar. Kalau saya sih mending pengumuman setelah positif sukses.

No offense untuk yang melakukannya ya. Tolong cerahi saya terhadap fenomena ini jika Anda pelaku hal tersebut.

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s