Dunia Maya, Sosial Politik
Comments 13

Facebook: Apakah Saya Punya?

Facebook didirikan Mark Zuckerberg resmi pada 4 Februari 2004. Pendirinya membuat Facebook pertama-tama dengan tujuan untuk menyatukan murid Harvard University sehingga kenal satu sama lain. Konsep original FAcebook diambil dari produknya SMA Zuckerberg, Phillips Exeter Academy, yang selama berdekade menyebarkan cetakan buku manual untuk semua murid dan fakultas,  yang suka disebut “face book”.

Facebook bukanlah situs jejaring sosial yang pertama dan bukanlah satu-satunya situs jejaring social yang ada di dunia ini. Terdapat banyak sekali jejaring social yang sejenis, dengan beragam fitur, prinsip, dan layout yang berbeda. Ada yang cukup hebat untuk dikenal luas, ada yang tersingkir menjadi sebuah situs lokal. Tipe-tipe jejaring social biasa mengelompokkan pengguna berdasarkan tempat (misalnya alumni smanda 2005) untuk berhubungan dengan teman. Daftarnya sangat banyak, mulai dari Facebook, Bebo dan Twitter yang digunakan di seluruh dunia, MySpace dan LinkedIn di Amerika Utara, Nexopia (kebanayak di Kanada); Hi5, StudiVZ (kebanayakan di Jerman), iWiW (Hongaria), Tuenti (Spanyol), Decayenne, Tagged, XING, Badoo dan Skyrock in Eropa, Orkut di Amerika Selatan, dan Friendster, Mixi, Multiply, Wretch, Xiaonei dan Cyworld di Asia Pasifik.

Di Indonesia sendiri bahkan dunia,  Facebook  bukanlah yang pertama popular di masyarakat. Seperti yang kita tahu, Friendster (rilis tahun 2002) pada masa SMP-SMA (sekitar 2005an) jauh lebih popular dari sekarang. Hampir separuh siswa SMA yang ku kenal memiliki akun dan bersenda gurau disana. Entah mengapa mereka tahan, padahal bercanda face-to-face atau dengan media cetak seperti yang kami lakukan dalam SensOpost jauh lebih asyik dan memuaskan daripada menghadap layar norak, mengalay foto, mengucapkan salam-selamat, dan menunggu.

Sebelumnya, situs jejaring social bahkan tidak dikenal di Indonesia. Sekitar tahun 200an, chatting adalah hal paling popular dalam dunia permayaan Indonesia. Hampir setiap box di warnet diisi oleh pechatting (biasanya wanita) mIRC dengan ratusan chat channel yang entah mengapa betah menghadap layar hitam putih berjam-jam. Dengan belasan jendela chat yang selalu diganti-ganti saat titlebarnya berkedip.

Kini, Facebook sangat digemari, dan mengalahkan popularitas Friendster konon karena ketidakalayannya (sederhana, elegant, dan tothepoint), dinamis, fitur chat dan tag foto, dan lebih tentu lebih popular dalam skala dunia. Pengguna dapat bergabung dalam group atau fans. Semua hal yang dimiliki Friendster dan IRC hampir dimiliki oleh Facebook. Belum lagi reputasinya yang skala dunia menjadikan kita dapat memiliki afiliasi skala global jika beruntung. Tidak terkecuali anak-anak ITB. Di deretan teras comlabs, mungkin 80% wirelesser di sana punya jendela Facebook yang terbuka. Entah mengapa. Facebook pun dapat dijadikan media junk yang hebat (just like Junker Paradiso nya rileks) seperti yang terjadi di group IF sekarang kabarnya.

Facebook telah dilarang di banyak negara besar dunia dan banyak jaringan perusahaan besar. Kritik terhadap pelanggaran privasi, hak milik pengguna, dan keamanan banyak menghiasi situs ini. Polisi Facebook yang banyak mengundang kontroversi khususnya tentang data mining dan privasi adalah “We may use information about you that we collect from other sources, including but not limited to newspapers and Internet sources such as blogs, instant messaging services and other users of Facebook, to supplement your profile.” Serta “We may share your information with third parties, including responsible companies with which we have a relationship”. Belum lagi banyaknya disturbing group yang membawa SARA dan perpecahan. Facebook penuh dengan ‘daftar hitam’.

Saat aku sedang mengumpulkan informasi untuk menulis Post ini dan tema Komunikasi lainnya, aku dikejutkan (sebenarnya tidak) dengan keberadan sebuah media junk super hebat: Group Facebook berjudul “Satu juta facebookers dukung ALBADR untuk membuat akun Facebook”. Aku memang didesak beberapa oknum untuk membuat akun dengan dalih mempermudah komunikasi, menambah pede, dan banyak info bagus disana. Apalagi beberapa tuntutan organisasi. Huff, very disturbing.

Aku tidak mempunyai Facebook. Setidaknya itulah yang kuklaim dan anehnya dipercayai banyak orang kini. Aku tidak punya alasan untuk mempunyai akun Facebook, begitu pula untuk tidak memilikinya. Males, just it.

Membuat akun Facebook bukanlah kategori pembuatan akun yang sulit, tidak seperti membuat Situs Joomla atau akun Domain tertentu. Yang diperlukan Cuma mengisi form di halaman depan Facebook. Sesuaikan pengaturannya. Pasang Profile Picture-mu, Cari Teman, dan hanya dengan tiga kali klik plus konfirmasi di email Anda, profile anda sudah menjadi milik Facebook dan siap dipublikasikan. Adikku pun berhasil melakukannya. Bukankah begitu.

Padahal dalam post sebelumnya, saat membahas Probatio Diabolica aku sudah menyatakan bahwa : Untuk membuktikan bahwa seseorang mempunyai akun Facebook, yang perlu kita lakukan HANYALAH mengambil sebuah akun dan memberikan bukti bahwa itu adalah miliknya. Tetapi Sesuai Devil Proof, tidak mungkin membuktikan klaim bahwa seseorang, termasuk Albadr, tidak mempunyai akun Facebook. Bagaimana pun caranya.

Sekali pun Anda mengecek semua akun yang dimiliki Facebook dan tetap tidak menemukannya, tidak berarti ia tidak memiliki Facebook. Bisa saja ada metode X yang dia gunakan untuk menyembunyikan akun tersebut. Keberadaan metode X ini pun dijamin oleh Devil Proof. Tidak mungkin sebuah Metode X yang digunakan untuk menyembunyikan sesuatu itu tidak ada. Bisa saja Anda hanya dikibuli oleh suatu ilusi tertentu yang membuat anda percaya itu.

Percayalah, membuktikan bahwa Setan itu ada lebih mudah daripada membuktikannya tidak ada. “People live their lives bound by what they see as ‘right’ and ‘true’. That’s what they call ‘reality’. However ‘right’ and ‘true’ are nothing but vague term. Their reality could turn out to be an illusion. Everyone is living by their own assumptions.”. ~Uchiha Itachi

13 Comments

  1. Ping-balik: Bagaimana Saya Dulu Mengisi Blog Ini | Blog Kemaren Siang

  2. fearlee says

    ckckck… setau saya fesbuk memang membuat orang nge-net tanpa tujuan *termasuk saya😀

  3. Ping-balik: Hempel’s Raven vs Probatio Diabolica « Blog Kemaren Siang

  4. Ahahahahahahaha…
    Tidak perlu, karena saya sudah menemukannya!!!

    Baiklah, saya sudah pegang ID-mu di pesbuk🙂
    Tinggal diapa-apain.

    base64-encoded: MTAwMDAwNzM1OTY0Mjcx

    Xixixixixix…

  5. Saya perlu sedikit klu

    Apa yang tertulis di addressbar browsermu saat membuka link itu?

    • Hooh…
      Gag tau tuh punya siapa atau orang iseng yang buat klonengan awa.

      Saya kan gak sebodoh itu nulis nama saya di Name sehingga mudah ditemukan.\

      Keep searching.🙂

  6. klo km pnya FB kmungkinan jg dh bertman dngn Kami, . . . ataw tidak! wlw gk pnya bukti yg absolut tp kan bisa d perkirakan. . .

    kasih saya usrname+passwrdmu, ntar dbuktiin kmu pnya fb. . . Hhe

    Bed, aq tu sering buka blog mu, tp aq gk bsa ksh comment, proxy ny nolak . . .

    • Gak tau ngapa kok nyakmu sering masuk spam. Ngopo yo…

      Ya, cepetan buktikan kepunyaan/ ketidakpunyaan ku terhadap akun FB. He,
      biar cepet jelas..

  7. entah punya atau tidak Bed dah cukup paham ya dengan FB…

    Gk usah punya Bed,, BUAT aja…. hehe
    mumpung anak TI kan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s