All posts filed under: In Japan

I Hate Japanese Keyboard, and also Mac Keyboard

I covered that Japanese space is quite dangerous for programming in the previous post. But more than that, I hate the layout of the Japanese keyboard itself. The placement of symbols in Japanese keyboard are illogical! Especially the quotation mark. It’s all over the place. Who the heck design it. The ◌’ and ◌” is logically placed on the top of another in the international layout. I used these two characters anytime I get involved with String type variable, which mean a lot of time. In the Japanese layout,  single quotation mark ◌’ is above the 7 key, and double quotation mark ◌” is above 2? Incidentally, there is an accent mark  ◌` key–which is almost never used–and double accent or tenten ◌〃key–which is un-pressable–misleadingly near the good old location. Why Japanese peopleee?? Colon and semicolon now have their own room. Slash and backslash is quite separated in international layout. But, good luck finding them in the Japanese layout. Especially for Mac. By the way, I hate the Mac keyboard layout too. There are two too many switch keys in Mac …

A Space That Creates Hard-to-track Bug

Programming with Japanese keyboard is quite dangerous. To understand what I am talking about, please see the following two characters: “ ” versus “ ”. See the difference? Now, imagine it was typed in Notepad++, in programming context. To illustrate this, I make this easy example. Please guess which one is which. Give up? Well, let me give you clearer picture with a clue. So is this any problem? Yeah. It will give compile error. Now that I know the problem, it is easy to track. We can look for strange looking characters in the error log. However, the first time I encountered it, it took me hours. Imagine if this ominous space character is accidentally typed among sea of Japanese text (between String or Japanese comment for example). May god always protect us. Now, please mind your space.

Para Pengetuk Pintu

Di Jepang saya merasa banyak orang-orang mengetuk pintu saya. Tidak seperti di Indonesia. Yang saya ingat cuma pengemis dan pengamen saja. Ya mungkin tambahannya mbok jamu atau sales Tianshi. Berikut saya daftar para pengetuk pintu tersebut. Supaya teman-teman bisa bersiap-siap jika ada ketukan pintu atau dering bel. Catatan, tadinya mau ngasih judul Para Pengetuk Tobira, biar jadi PPT. Tapi kok alay ya… NHK Pengetuk pintu yang satu ini adalah yang paling ingin dihindari oleh semua orang. Terutama bagi pemilik televisi. Setara dengan rentenir, mereka ini akan memaksa Anda untuk bayar ‘upeti’ atas tivi yang Anda miliki. Ada dengar cerita dari teman Jepang, ada kasus bahwa memiliki komputer juga dikenai pajak pertelevisian. Jadi teman saya itu menyarankan, saat bertemu om-om NHK ini jangan juga mengaku punya PC. Memang dalam undang-undangnya cakupan si pajak ini sangat-sangat luas. Jadi hanya dengan punya alat yang bisa menerima saluran televisi, apapun alatnya, juga dilingkupi oleh undang-undang tersebut. Technically, kalau bisa akses tivi lewat internet hape pun bisa kena si pajak. What a stupid law. Setahu saya, Inggris dan Jepang yang masih …

Orang Jepang Tidak Semuanya Suci

Satu tendensi bagi orang asing di Jepang adalah menganggap bahwa orang Jepang itu maksum alias tidak pernah melakukan pelanggaran hukum. Toh cerita dan berita yang kita sering dengar mengatakan demikian. Sekian banyak blog berkata bahwa di Jepang itu disiplin, orangnya taat hukum, penegak hukumnya bagus, dll. Hal ini menyebabkan ketika ada suatu kasus yg terjadi, orang kita (non-orang Jepang) akan langsung mengasumsikan bahwa pelakunya adalah bukan orang Jepang alias orang asing. Mari saya beri contoh untuk memahami lebih dalam. Artikel ini akan berfokus pada area kosan saya, Circle K di depannya, dan masjid. Bertema tentang transportasi dan aturan lalu lintas. Pada satu kasus spesifik. Berikut adalah peta tkp. Sebelah kiri bawah adalah kosan saya sekeluarga, Esteem Tempaku. Yang berpin dan betuliskan Toyohashi Mosque itu adalah Masjid Toyohashi. Di antara kosan dan masjid ada CircleK, berikon tas belanja kecil warna biru. Diantara ketiganya ada perempatan (yg bisa dibilang juga pertigaan). Posisi kiri atas dari perempatan adalah kampus saya, TUT. Seperti yang saya ceritakan pada artikel sebelumnya berjudul Toyohashi Masjid dan Meriahnya Ramadhan, komunitas muslim Toyohashi beruntung memiliki masjid yg sangat dekat …

JLPT di Jepang: Cek Muka, Kartu Kuning/Merah, dan Hape di Amplop

Minggu kemaren saya ikut JLPT. Ini kali kedua saya ikut tes bahasa Jepang langsung di negaranya. Dibanding Indonesia terdapat beberapa perbedaan mencolok dalam melaksanakan ujian ini. Selain lebih mahal (Jepang: 5500 yen, Indonesia: 135.000 rupiah), alur ujian di dalam ruang kelas jauh lebih strict. Sangat berbeda dari ujian manapun yg pernah saya rasakan. Pengawas dalam ujian ini satu kelas bisa ada 5-6 orang. Kelas yang saya datangi berisi sekitar 140 peserta ujian, pengawas ada lima orang. Satu pengawas menjadi pemimpin kelas. Tugas pemimpin ini adalah memberikan pengumuman-pengumuman dan mengatur jalannya ujian. Sisanya menjaga setiap baris meja-meja kelas, ada empat baris meja panjang. 1. Waktu Ujian dimulai pukul 12.30 tetapi kelas dibuka dari 12.00. Soalnya setelah 12.30, peserta tidak boleh masuk lagi (dan juga gak boleh kelar). Dari jam 12 tadi, pengawas sudah mulai memberi pengumuman-pengumuman. Cocokkan nomor peserta dengan di meja. Dll. Saya masuk kelas pukul 12.10, soalnya dzuhuran dulu kan, dan peserta sudah pada rapi duduk di dalam kelas. Penjelasan dan pengecekan kesiapan kelas ini sangat detail, namun mereka melakukan dengan sangat efisien. Hanya …

Pilihan dalam Hidup

Hidup diwarnai dengan banyak pilihan. Semua orang harus melaluinya, hampir setiap saat. Namun, menurut saya hanya ada beberapa titik “penting” pilihan yang bisa mengubah jalan hidup 180 derajat. Bisa mengubah lingkaran sosial, kegiatan sehari-hari, kebiasaan, atau mungkin pola pikir. Dua hal itu adalah pendidikan dan pekerjaan. Dalam dua hal ini, satu pilihan akan merembet hingga ke masa depan kita. Sekolah menentukan siapa teman kita, bagaimana kita bergaul-berpikir, bagaimana kita lanjut ke jenjang lebih tinggi, apa saja skill-set kita. Walaupun sebenarnya pilihan sekolah ini sudah sangat terfilter berdasarkan lokasi. Kebetulan lahir di pedalaman, ya sulit dapat sekolah yang bagus. Sekolah berkelas internasional atau akselerasi atau punya tim olimpiade solid atau akses ke universitas xyz misalnya, hanya ada di lokasi tertentu. Makanya saya memandang orang yang aksel dll tadi itu hanya orang yang beruntung. Meskipun sudah terbatas pilihannya, tetap saja pilihan adalah pilihan. Pendidikan adalah pilihan, satu sekolah tak sama dengan lain. Kasus tadi juga, bisa saja kan memilih untuk sekolah ke tempat yang jauh, banyak teman saya yang begitu. Pekerjaan juga sama, sebuah pilihan yang besar yang akan …

The Drink Menu in Japan is So Boooring

I didn’t go to restaurant much in Japan for obvious reason. There are hardly any menu that I can eat for I can only eat halal menu. Therefore, I don’t have any position to write this articles. However, as far for my experience visiting any restaurant in Japan, Japanese – Italian – whatever, halal friendly or not, all you can drink or not, they have very bland drink menu. One should note that, for one who able to drink alcoholic menu, it maybe a heaven. I don’t know for other country, but here is the “standard” menu for drink in any Japanese restaurant. They provide many kind of alcohol. There are chuhai, beer, wine, cocktail, sake, western, and eastern and much more alcohol categories. I don’t even know what they mean or how they differentiate. One of the categories is soft drink, a small category on the corner of the menu. Usually it has only five or so menus. It includes oolong tea, orange juice, cola, and kalpis. Sometimes it has a non-alcohol category besides soft drink. However, it is suspicious …

Satu Buah Mangga dan Bungkusnya

Jadi saya membeli satu buah mangga. Di Jepang, harga mangga tidak wajar. Satu biji bisa mencapai 3000 yen (setara Rp300.000,-). Yang saya nemu ini nggak begitu ‘mahal’, cuma 800 yen saja. Sekali-kali beli lah ya, satu, udah lama nggak makan mangga soalnya. Yang juga agak beda dari Indonesia adalah gaya membungkus si buah. Berikut laporannya. Ngomong-ngomong, kalau Anda belum dengar, katanya orang Jepang saat bungkus membungkus agak overkill. Saya agak kurang bisa membuktikan dan merasakan hal ini sih, agak lebay emang tapi nggak segitunya juga. Misalnya kalau beli gantungan kunci, satu-satu dibungkusi kertas terus dimasuki plastik kecil sendiri-sendiri lalu baru dimasukkan ke kresek bersama. Setidaknya sampai saya membeli satu buah mangga ini. Di kiri atas adalah gambar satu buah mangga yang saya beli di dalam keresek. Kanan atas adalah isi dari kesek tersebut, bungkusan kertas dari mangga yang mungkin saya beli. Singkat cerita, berikut gambar setelah mangga menyeruak total dari sarangnya. Bungkus dari paling luar ke dalam: Kantong keresek plastik untuk membawa Kantong kertas Singgasana Kertas tisu lembut supaya empuk Pembungkus berjarik yang biasa membungkus buah, supaya lebih …

Semua Poster Iklan Jepang Punya Kotak Pencarian (Search Box)

Jika Anda jalan-jalan di Jepang, pastinya dengan kereta (atau bus), silakan mengamati poster iklan yang tertempel disana. Semua poster, atau setidaknya hampir semua, ada kotak search-nya. Ciyus ini… Saya tidak pernah melihat hal ini di iklan cetak Indonesia. Mungkin sayanya yg jarang naik moda transportasi publik di tanah air sih (emg ada transportasi publik disana? angkot?). Yang saya ingat, beberapa tahun terakhir elemen desain yang mulai bermunculan di iklan tanah air adalah logo facebook, diikuti logo twitter, dan disampingnya ada nama username FB/TW dari laman profil perusahaan tersebut. Sama url web dan nomor telpon customer service lah, biar lengkap. Namun, elemen design tadi agak jarang diterumakan di Jepang dan yang wajib bagi iklan cetak disini justru kotak search. Kenapa ya? Menurut saya sih biar gampang mencari info lebih lanjut / website tentang iklan tersebut. Dengan tersedianya kata kunci pencarian unik, calon pelanggan lebih mudah menemukan kembali informasi iklan tersebut di Internet. Apalagi kalau kata kunci didukung SEO terbaik yg membuat web produk pertamax di hasil pencarian. Daripada harus memaksa calon pelanggan mengingat url website, atau telpon, atau nama akun facebook/twitter …