All posts filed under: Islam

Resensi Buku: Udah Putusin Aja!

Judul Buku: Udah Putusin Aja! Penulis: Felix Y. Siauw Visual: Emeralda Noor Achni Penerbit: Mizania Harga Buku: di bawah Rp. 50.000,- Tebal Buku: 180 halaman Sekitar dua bulan lalu, saya membeli buku berwarna pink yang katanya sedang naik daun ini. Tadinya saya tidak berniat beli (karena tidak tahu eksistensinya). Saya diajak teman untuk ke toko buku dan kami menemukan buku ini tergeletak. Seru loh, laris, beli sana. Kata teman saya. Sudah lama tidak membeli buku dan sedikit keinginan untuk mulai membaca buku “aneh-aneh” begini, saya pun setengah niat membelinya. Dorongan, rayuan, dan motivasi teman saya tersebut meyakinkan saya untuk membeli ini buku, alhamdulillah. Tentu, pada akhirnya dia tertawa dan katanya *membercandai saya* ingin memberitahu orang-orang kalau saya beli buku seperti ini. Saya sebenarnya ingin membuat resensi buku ini beberapa saat setelah baca. Namun, entah mengapa telat dan telat. Tapi nggak papa, sepertinya pada tanggal ini lebih tepat mengingat dua tema blog di bulan Juni ini, hmm.. Minggu kemaren jejepangan minggu ini ninikahan. Akan tetapi, karena buku pink ini sudah saya hadiahkan ke adik perempuan saya seminggu setelah baca, …

Muallaf Istiqlal, Manajemen Masjid Raksasa, dan Sedikit “Sisi Gelap”

Masjid Istiqlal begitu luas. Sayang jika tidak dijelajahi, pikir saya waktu itu. Kebetulan punya banyak waktu juga saya. Sambil menunggu jam 4, saya akhirnya memutuskan untuk berkeliling. Pertama, saya menyusuri koridor di hadapan tangga utama. Koridor ini sepi, hanya dua tiga orang saja yg duduk-duduk. Kiri kanan koridor terbentang luas tempat shalat terbuka. Membuat koridor tersebut sepoi-sepoi meskipun di duduk di tengah jantung Jakarta.  Tadinya sih saya mau nyari colokan untuk buka laptop dan cas hape, tapi saya penasaran dengan ujung koridor sana. Sampai ujung, ternyata ada tangga ke bawah. Pintu sebelah utara rupanya lebih rendah dari area lantai utama, kagum saya waktu itu. Ya iyalah! Bodohnya saya. Lantai utama kan di lantai dua (tadi kan naik tangga dulu). Saking luasnya lantau utama tersebut (dan teras shalat luar tadi), saya sampai tidak merasa itu di lantai dua. Hmm… Area utara jauh lebih sepi dibanding Pintu Al Fattah di tenggara. Hampa. Gelap. Tapi tetap, ada satpam yg berjaga di pintu keluar masuk sana. Di kiri dan kanan ruang pertama pintu tersebut, langsung terhampar tempat wudhu hingga ke …

Melancong ke Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal alias masjid kemerdekaan adalah masjid terbesar di Indonesia, atau bahkan Asia Tenggara? Tentu dengan gelar yang mengagumkan tersebut, kita sebagai warga biasa yg suka penasaran, penasaran dengan masjid sosok masjid ini. Minggu kemarin saya mendapat kesempatan untuk menjejakkan kaki ke masjid kenegaraan ini. Saya yakin sebagian besar pembaca  (yg umumnya teman kuliah-SMA saya) belum pernah kesana bukan? Wong yg di Jakarta saja belum tentu pernah, seperti kata orang. Kalau tidak disempat-sempatkan, ya tidak akan pernah sempat. Pada artikel ini, saya ingin membahas tentang arsitektur dan pemandangan yg saya dapatkan dari hasil berkeliling di Masjid Jantung Ibukota ini. Pada artikel berikutnya, saya akan menceritakan obrolan saya dengan seorang muallaf yang kebetulan bertemu saat sedang bersantai di ruang utama masjid. Masjid Istiqlal bisa dibilang terletak di  jantung ibukota. Lokasinya persis di sebelah Monumen Nasional dan Statiun Gambir, dan juga disekitar pusat perkantoran pusat (udah pusat, pusat lagi). Pertamina pusat di seberang jalan ke utara, kementrian keuangan pusat juga disana, dan kantor-kantor pusat lainnya. Mungkin katedral besar di depannya pun suatu gereja pusat juga kali ya. Kubah Masjid …

Hijab dan Putihnya Baju Koki

Koki profesional dapat dikenali dengan mudah dari pakaiannya. Mereka punya pakaian khas putih-putih, seperti dokter saja. Anda tahu kenapa koki memakai baju putih? Emangnya nggak repot ya masak pakai baju putih. Ntar kotor? Yup, justru itulah tantangannya (dan tujuannya). Selain memang untuk menahan panas (putih = isolator), katanya sih baju putih itu supaya koki selalu hati-hati dalam melakukan pekerjaannya. Koki kan pekerjaan profesional. Malu dong kalau lagi masak kelihatan noda-noda di bajunya. Nggak pro banget lah. Karena bajunya putih, kalau ada noda jadi keliatan banget kan. Jadi, koki profesional harus hati-hati sekali dalam memasak. Tidak boleh sedikitpun noda menempel di bajunya. Malu. White signify cleanliness… Saya heran dengan wanita yang katanya sudah berniat memakai hijab (atau lebih akrab disebut jilbab) tetapi masih belum memakainya. Alasan yang dipakai biasanya “belum siap”, “masih kotor”, “nanti kalau sudah pakai jilbab lalu berbuat aneh-aneh tambah malu”. Kita lihat koki tadi. Kalau mereka mau, mereka bisa saja kan memakai baju hitam. Toh, baju hitam juga ada kok yang terlihat profesional dan elegan. Warna hitam juga aman. Nggak gampang kotor. Kena noda setitik …

Membentengi Diri dan Keluarga dari Ancaman Dajjal (2) ~ Masalah dan Solusi

Oleh Dr. K.H. Asep Zaenal Ausop, M.Ag. Khutbah Idul Fitri 1433 H – 2012 M. Institut Teknologi Bandung. Tidak mengada-ada jika kami katakan bahwa kini Dajjal telah menyusup dan memengaruhi seluruh sendi kehidupan kita. Dajjal menyusup dalam hiburan dan pakaian, menyusup kepada remaja dan orangtua, menyusup kepada sistem ekonomi dan politik, bahkan menyusup mula ke dalam simbol-simbol islam. Kini hampir semua orang menggunakan internet sebagai sumber informasi. Internet sangat bermanfaat. Akan tetapi, disana terdapat pula berbagai macam informasi yang sebetulnya bisa merusak akhlak antara lain situs-situs yang bersifat pornografi. Kami beristighfar ketika membaca hasil penelitian sebuah tim, bahwa di suatu provinsi, lebih dari 50% remaja usia SMP-nya sudah melakukan hubungan sebadan. Naudzu billahi min dzalik. Sangat mungkin ketika di rumah anak-anak kita seperti anak soleh, pura-pura awam soal itu tetapi di luar rumah ternyata mereka berbuat maksiat. Mengapa mereka melakukan zina? Sangat mungkin karena anak-anak kita tidak tahu besarnya dosa zina, tidak tahu bagaimana akibat perbuatan zina, baik di dunia maupun di akhirat. Kasus yang sering terjadi pada malam pengantin, perumpuan tidak lagi virgin. Suami …

Membentengi Diri dan Keluarga dari Ancaman Dajjal (1) ~ Pendahuluan

Oleh Dr. K.H. Asep Zaenal Ausop, M.Ag. Khutbah Idul Fitri 1433 H – 2012 M. Institut Teknologi Bandung. Di pagi hari yang cerah ini, 1 Syawal 1433 Hijrah, segenap kaum muslimin di berbagai belahan bumi, duduk bersimpuh merendahkan hati, sambil mengucapkan takbir: Allahu Akbar, mengucapkan tahlil: Laa ilaha ilallah, dan mengucapkan tahmid: wa lillahi al-hamd. Suaranya bergemuruh memecahkan senyapnya pagi. Ucapan takbir mengikis sikap sombong sampai ke akar-akarnya. Ucapan tahlil adalah penegasan bahwa kita tidak sudi diperbudak baik oleh harta, tahta, maupun wanita, tetapi hanya siap diperbudak oleh Allah SWT semata. Adapun ucapan tahmid sebagai ungkapan merendahkan hati mengikis sikap sok suci. Dengan mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid di hari Id yang suci ini, setam terkapar kepanasan, iblis pun menjerti histeris karena mereka telah dikalahkan oleh orang-orang yang shaum. Mudah-mudahan Allah menerima ibadah ramadhan kita, baik shaum, tawarih, tadarus Alquran, sedekah, zakat fitrah, iktikaf serta segenap amalan ramadhan lainnya. Mudah-mudahan kita menjadi pemenang dalam pertaruran melawan nafsu syaithaniyah: Taqabalallahu minna wa minkum. Mudah-mudahan Allah menerima segala ibadah kami dan ibadah kamu. Tawabbal yaa Karim. Amin. …

Shalat Idul Fitri di Kampus bersama Masjid Salman

Seperti tahun lalu dan dua tahun lalu, saya tidak mendapatkan kesempatan untuk shalat idul fitri bersama keluarga di rumah. Dua tahun lalu saya shalat idul fitri di dekat kosan dan tahun lalu saya memutuskan untuk ke Metro shalat idul fitri bersama sahabat SMA. Tahun ini saya mencoba shalat id di kampus. Kali ini saya berangkat pukul 05.50 untuk membunuh kemungkinan terlambat shalat seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Masjid Salman yang Harus Ditiru Menurut saya, masjid-masjid lain sebaiknya meniru Masjid Salman dalam banyak hal: pola pengaderan, manajemen, rutinitas, dll. Salah satunya adalah profesionalitas dan sisi informatifnya (loh itu dua ya…). Keinformatifan masjid salman sudah pernah saya singgung dalam artikel Iktikaf di Masjid Raya Bandung. Pukul enam tepat saya sampai di kampus tercinta. Hari itu motor saya jalankan begitu lambat tetapi waktu yang saya tempuh hanya sekitar 10 menit saja atau kurang. Jejalanan lengang. Suasana sepi. Beberapa pengendara motor bahkan mengganti helm menjadi peci di urat nadi besar kota Bandung jalan H. Juanda itu. Saya memilih parkir di Masjid Salman dibanding di pinggir-pinggir Jalan Ganesha yang …

Laporan Iktikaf di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Bandung

Hiruk pikuk kendaraan berdesakan pada ujung Jalan Asia Afrika, berebut ingin belok ke Jalan Otto Iskandardinata. Mereka merayap. Sulit sekali bergerak. Hari itu langit kelabu. Udara cukup dingin meskipun di jalan sesak ini hangat. Selain karena lima menit lagi azan magrib dikumandangkan, awan-awan kelabu pun baru mengeluarkan isi cairan tubuhnya.  Akan tetapi, hal itu semua tidak menggentarkan para pengguna jalan utama Kota Bandung ini. Setelah beberapa menit berhenti di tengah persimpangan, tidak peduli hijau-merahnya lampu lalu lintas waktu itu (wong sudah di tengah), serengkah ruang pun muncul di sisi dua mobil di depan. Sebagai pengendara motor yang baik, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Sayangnya, rengkah yang muncul di tengah jalan itu tidak lain hanyalah jebakan. Trap! Kami pun kembali stuck di antara ribuan kendaraan lain di tengah Jalan Otto ini. Harusnya aku tadi mencari rengkah di sisi paling kiri jalan saja. Rengkahan yang lain muncul! Kali ini sesuai keinginan: di sisi paling kiri jalan. Oke, hajar. Syahdunya pertarungan di sore itu membuat fokus kami tertumpu hanya pada satu tujuan: sampai ke tempat parkir secepat mungkin. Berdengungnya azan …

Laporan Iktikaf di Masjid Raya Habiburrahman

Jalan itu memang bukan jalan protokol yang banyak dilewati orang. Bukan pula jalan perumahan penduduk. Akan tetapi, jalan yang biasanya sepi itu mulai dipenuhi ribuan kendaraan. Maklum hari sudah sore. Karyawan (sisa) PTDI mulai berdesak-desakan meramaikan jalan raya tersebut. Ribuan. Ada yang menggunakan mobil. Banyak lagi yang menggunakan motor. Pemandangan kendaraan-kendaraan tersebut keluar area parkiran PTDI bagai semut yang keluar dari sarangnya membuat kita bertanya-tanya: bagaimana gerangan seandainya PTDI tidak bangkrut dan tetap jaya hingga sekarang. Namun, yang memenuhi Jalan Kapten Tata Natanegara ini bukan hanya karyawan PTDI yang ingin bertemu keluarga setelah seharian bekerja. Sebagian kecil dari ribuan kendaraan yang lalu lalang menujukan setirnya ke sebuah masjid di depan pabrik tersebut. Masjid tersebut cukup terlihat megah. Kelilingnya dijaga oleh kanal air yang cukup lebar selayaknya kastil kerajaan. Parkirannya penuh padahal sangat luas untuk ukuran sebuah masjid. Di dalam area kanal air, pembagian area masjid yang sudah sangat fungsional itu pun dipenuhi orang. Ruangan utama. Pelataran teras tengah di belakang ruang utama. Teras sekeliling masjid. Halaman belakang. Semua disesaki manusia dengan agenda-agendanya sendiri dan satu tujuan. …

Firasat, Keteguhan Hati, Doa, Istikharah, dan Ikhtiar

Kamis, 17 Mei 2012 merupakan hari bahagia bagi Mas Yulianto sesepuh kami di ADK angkatan 2008 dan mantan ketua ADK 2008. Dengan semangat menggebu-gebu kami serombongan sahabat kampus menyambut hari bahagia ini. Empat mobil dikerahkan menuju Cilacap. Sebenarnya katanya ada tujuh mobil tetapi yang tiga sampai kami pulang tak tampak batang hidungnya. Entah kemana rombongan anak matem itu. Perjalanan cukup melelahan. Berangkat saat matahari membuka matanya, kami tiba di Cilacap saat dzuhur mengetuk pintu. Enam jam di jalan dan melewati jalur berlenggak-lenggok membuat saya terkapar saja.  Tiba-tiba sudah rehat sebentar di Masjid Raya Ciamis. Sisa perjalanan hanyalah tinggal sejarah saja. Pesta walimah yang diadakan cukup sederhana, hanya menggelar tenda tarup di depan rumah tanpa diiringi organ tunggal. Akan tetapi, seperti walimah pada umumnya makan yang tesedia sangat menggugah selera. Saat mengambil jatag, semua menu dicicipi. Sayangnya karena isi perut sudah tidak ada, tenggorokan saya jadi trauma menelan makanan karena kelelahan, saya kurang nafsu makan jadinya. Hanya sampai teman-teman beranjak ke masjid lah saya bertahan memegangi piring makan saya. Setelah salat jama’ dzuhur dan ashar, kami membuat forum “interogasi”  dengan …

Utamakan Ukhuwah : Dan Kisah Dua Masjid di Belakang Rumah

Ikhwah artinya bersaudara. Menurut Hasan Al-Banna, Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Ukhuwah adalah konsekuensi dari takwa dan merupakan salah satu bentuk ghirah kita terhadap agama. Pembukaan : Utamakan Ukhuwah Konsep ukhuwah dalam islam ini sangat tinggi. Level pergaulan sesama muslim itu seharusnya setingkat dengan level sahabat. Hubungan persaudaraan antar mukmin mempunyai pertalian yang sangat erat dan bisa lebih kuat dari persaudaraan karena keturunan. Hal ini disebabkan persaudaraan ini timbul karena adanya persamaan aqidah. Tidak seperti hubungan persaudaraan atau persahabatan lain yang biasanya timbul karena adanya persamaan kepentingan. Persamaan kepentingan itu bisa hilang. Ketika hilang, bisa saja yang tadinya sahabat itu saling mencaci. Persaudaraan atas persamaan aqidah islam – selama aqidahnya lurus – akan langgeng sampai akhir hayat. “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah ikhwah (bersaudara); karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu”. [QS. al-Hujurat/49:10] Yang terjadi di masyarakat kita sekarang ini adalah seringnya saling berseteru hanya karena masalah fikih. Yang satu mencap yang lain sebagai orang aneh atau bahkan ahli bid’ah. Padahal seringnya fiqih yang dipermasalahkan ini adalah masalah remeh atau dua …

Akar Konflik : Mengapa Islam Banyak Tertimpa Masalah?

Konflik yang Dihadapi Islam Seperti yang kita lihat sekarang ini, Islam banyak sekali menghadapi masalah. Dia seperti diserang dari semua arah. Dari dalam ada banyak mahzab-mahzab yang orangnya, bukan mahzabnya, sering kali bertengkar satu sama lain. Partai-partai saling tidak mengakui satu sama lain. Orang islamnya sendiri pun banyak yang tidak berislam dengan benar. Rakyat banyak yang klenik. Dakwah ditolak. Bid’ah merajalela. Dari pinggiran, eh ada yang ngaku-ngaku jadi nabi. Penerus Muhammad lah. Jibril lah. Al Masih lah. Yah, saya sebut pinggiran karena mereka berlabel islam, berbentuk seperti islam, mengaku islam, tetapi pada dasarnya bukan orang islam. Mereka membuat agama baru. Dari luar islam, serangan banyak dilakukan. Ada Islam Liberal, berlabel islam, berbentuk bukan islam, dan dasarnya bukan menganut sistem islam. Ada lagi kelompok yang lebih jelas permusuhannya seperti yahudi dan anteknya. Banyak sekali musuh islam. Islam kini merupakan sorotan dunia. Di luar sana, islam dicap teroris. Di beberapa negara yang mengaku demokrasi malah mendiskriminasi penganut agama ini. Namanya agak kearaban dikit, dicurigai. Beberapa kasus malah berusaha memusnahkan islam dari daerahnya. Penganiayaan, pembantaian. Konflik di timur tengah apalagi. …