Islam
Tinggalkan sebuah Komentar

Hijab dan Putihnya Baju Koki

Koki profesional dapat dikenali dengan mudah dari pakaiannya. Mereka punya pakaian khas putih-putih, seperti dokter saja. Anda tahu kenapa koki memakai baju putih? Emangnya nggak repot ya masak pakai baju putih. Ntar kotor?

Yup, justru itulah tantangannya (dan tujuannya). Selain memang untuk menahan panas (putih = isolator), katanya sih baju putih itu supaya koki selalu hati-hati dalam melakukan pekerjaannya. Koki kan pekerjaan profesional. Malu dong kalau lagi masak kelihatan noda-noda di bajunya. Nggak pro banget lah. Karena bajunya putih, kalau ada noda jadi keliatan banget kan.

Jadi, koki profesional harus hati-hati sekali dalam memasak. Tidak boleh sedikitpun noda menempel di bajunya. Malu.

White signify cleanliness…


Saya heran dengan wanita yang katanya sudah berniat memakai hijab (atau lebih akrab disebut jilbab) tetapi masih belum memakainya. Alasan yang dipakai biasanya “belum siap”, “masih kotor”, “nanti kalau sudah pakai jilbab lalu berbuat aneh-aneh tambah malu”.

Kita lihat koki tadi. Kalau mereka mau, mereka bisa saja kan memakai baju hitam. Toh, baju hitam juga ada kok yang terlihat profesional dan elegan. Warna hitam juga aman. Nggak gampang kotor. Kena noda setitik dua titik nggak keliatan lah.

Namun, mereka tetap memakai baju putih. Yah, tuntutan profesionalitas. Kamu itu koki. Mau nggak mau ya pake baju putih. Kalau sudah pake baju putih, ya harus belajar supaya nggak ngotorin bajunya. Nggak usah takut.

Kamu itu muslimah. Sudah ada niatan jadi pake hijab? Bagus. Ya tinggal dipakai saja. Mikir apa lagi. Wong, itu tuntuan agama kok. Mau nggak mau ya pake dong. Kalau udah pake hijab, ya harus belajar untuk menjaga diri. Nggak usah takut.

Malu itu kan senjata, bukan penghalang. Karena putih lambang kebersihan, dan malu jika warna putih yang gampang kotor itu ternoda, koki pun memakai baju putih dengan bangga. Karena jilbab itu lambang kesucian, dan malu jika sudah memakai jilbab berbuat yang aneh-aneh, pakailah jilbab dengan bangga.

This entry was posted in: Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s