Year: 2013

SEO

Entah kenapa, saya kesal kalau ada orang yang menanyakan atau membanggakan tentang SEO. Yup, SEO alias Search Engine Optimization. Kenapa kesal? Sebagian di antaranya tentu karena saya tidak paham benar tentang SEO dan cara mengoptimasinya. Optimizing an optimization? Seems legit. Misalnya, sepertinya orang seenak udel saya meminta atau bertanya: mas bantuin search engine optimization dong biar web saya di atas pas googling. Orang-orang seperti ini biasanya mengesampingkan fakta bahwa ada banyak jutaan web lain yang sudah di-SEO-kan. Intinya, perkara mengedepankan webmu di halaman depan googlingan bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi sepertinya orang tidak paham esensi dari SEO itu sendiri (Well, saya juga belum paham sebenarnya. Katanya ada seminar tentang SEO yang harganya jutaan. Entah kayak apa ya, bisa mahal gitu. Penasaran juga saya, tetapi nggak punya duit dan kemauan untuk ikut). Banyak orang menyangka bahwa SEO itu kayak masang iklan aja. Tinggal pastikan ada alat ini itu, dipasang tools-SEO ini itu, daftar di web ranker ini itu, beres. Atau pekerjaan yang dilakukan sekali lalu beres. Kalau begitu, gampang sekali bukan. Menurut halaman pertolongannya Google yang didedikasikan untuk membahas …

Kerennya Sertifikat JLPT, Kalau Dikopi Langsung Ada Tulisan “Copy”-nya

Kemaren saya mencoba memindai sertifikat JPLT. Sebelumnya, berikut adalah foto (dengan kamera) dari sertifikat tersebut. Normal dan standar saja bukan? Tidak ada yang istimewa. Ya iya la yaw, cuma N5 kok. Jadi bisa dipastikan ini bukan pamer ya… Nah, ternyata sertifikat ini nih kalau disken atau difotokopi langsung muncul tulisan copy-copy-copy-copy-copy nya. Nama minuman? Nama cewek? Atau Conoco Philips? Bukan lah. Tanda kalau dia berkas salinan.  Otomatis boi, langsung keluar. Berikut fotonya, biar nggak bambang.

Sistem Antrian Wudhu dan WC di Masjid Salman

Saya ini agak bingung ketika antri di jejeran kamar mandi salman dan ternyata ramai. Itu antriannya gimana ya. Kalau ramai, WC yang empat itu akan tidak jelas sistemnya jadinya seperti gambar di bawah ini nih. Biasanya tuh walaupun nggak serame gambar di atas, bisa lama banget. Saya pernah tuh. Misalnya saya nunggu di di WC1, ternyata penghuni sekarang jauh lebih lama dari WC sebelahnya. Yah, keduluan deh penunggu yang antri bareng saya sudah pada masuk. Bahkan, pengguna yang datangnya  jauh lebih lama dari saya, bisa selesih tiga orang, bisa dapet WC duluan. Mau pindah antrian rasanya nggak enak gimana… Udah kadung lama nunggu. Ada ketakutan kalau pas pindah, eh malah tambah lama. Mau tetep diem, kok kayak udah nggak ada harapan. Akhirnya, waktu itu saya menyerah juga dan pindah antrian dan ternyata itu adalah pilihan yang tepat. Jadi inget monty hall problem. Belum lagi, kalau di Salman yang nunggu di antara dua WC itu, kira-kira jatahnya dapet WC yang mana ya. Bisa konflik tuh… Mana ada yang datang terakhir biasanya nggak mau kalau sama yang …

Kenang-kenangan Annisa N.H. dari SMP Labschool Cibubur

Hari Rabu lalu, 23 April 2013, saya dan enam orang teman pergi ke SMP Labschool Cibubur, Kota Bekasi. Kami diberi kesempatan untuk mengajari anak-anak SMP disana tentang teknologi informasi atau lebih tepatnya tentang penggunaan software IT umum seperti untuk membuat animasi, game sederhana, logo dan layouting, video editing, blogging, dan semacamnya. SMP Labschool Cibubur ini baru memiliki dua tingkat (kelas VII dan VII), belum memiliki kelas IX. Jadi pas masa UN, mau libur ya nggak ada alasan. Jadilah acara workshop ini dilaksanakan. Tidak disangka sambutan dari sekolah atas kedatangan kami begitu heboh. Terlalu heboh malah. Foto entah berapa kali sama ibu-ibu disana, disuruh kenalan di depan seluruh penghuni sekolah pake gaya-gaya (kayak dibully -.-) dan diiringi musik, dll. Mantab lah. Saya kebetulan dapat bagian mengajari membuat animasi walaupun itu sebenarnya bukan strong forte saya sih. Males malah nginstall Flash lagi di laptop (habis ini, langsung uninstall lagi, trial juga), tapi nggak apa lah buat ngajari anak gini, sapa tahu mereka tertarik ngoprek lebih lanjut dan nantinya jadi sejago Ifanto. Anak-anak disini baik-baik. Tidak seperti di SMP saya mengajar …

Mimpi. Halusinasi. Hayalan.

Mimpi, halusinasi, hayalan Kenapa aku sering bermimpi dan sulit untuk bangun darinya Kenapa halusinasi selalu menghantui dan susah untuk dihindari Kenapa aku kerap membayangkan hayal dan terbenam seolah ia telah nyata terjadi Terlihat dalam raihan Mungkin kepala ini terlalu dipenuhi harapan dan keinginan Mungkin aku memang jago dalam berimajinasi Mungkin ini potensi diri yang dapat dikembangkan Tapi, terlalu sering bayangan melintasi kepala Hingga aku takut itu pertanda kalau ia takkan terjadi Ayolah… Saatnya menghindar dari ilusi kawan Materialkan mimpi itu Tulis… Kejar! Padatkan halusinasi itu Wujudkan… Ekstrak hayalan jadi dorongan Insya Allah akan ada jalan. Buku Harian halaman 5, tertanggal Sabtu, 10 September 2011.

Bedebah Berprotokoler

Hari Rabu kemaren, saat baru pulang dari Cibubur, di depan pintu gerbang keluar tol Pasteur, terjadi macet parah. Jalan super lebar di depan lampu merah perempatan pertama muka gerbang sangat dipadati mobil. Hanya jarak beberapa meter dari ekor antrian ke loket gerbang. Oke, memang sih daerah sini tidak pernah tidak macet sampai-sampai pemda membuat peraturan four-in-one untuk mobil yang lewat sini. Hanya saja, waktu itu antrian kami sangat lama tidak wajar. Sekitar dua tiga menit sekali mobil dapat maju di antrian itu. Akan tetapi, yang terakhir ini lain. Si lampu merah sudah tampak, sudah dekat lah, tapi kok keberadaannya lebih lama dari yang tadi. Lima menit menunggu tak kunjung pergi juga. Adzan berkumandang. Adzan selesai. Tak juga dia berganti. Tampak arus kendaraan dari dua sisi kanan simpang sana dan kiri sana tidak juga mandek. Lima menit kemudian, masih merah juga. Ini rusak lampunya, atau diset manual terus yang lagi tugas mencetin tombolnya lagi sholat kali ya. Tidak beberapa lama (baca: sesudah lama menunggu lima belas menitan), terdengar dari jauh raung suara sirine. Serentak itulah kami …

Komentar Aneh Tentang Ujian Nasional

Bulan ini pembicaraan mengenai Ujian Nasional makin ramai. Lagi masanya UN sih. Tidak seperti tahun lalu yang beritanya hanya seputar penolakan UN dan doa bersama, tahun ini ada banyak cerita pengakuan ttg. kecurangan pada saat berlangsungnya ujian. Entah itu dari guru yang ceritanya menyebar ke milis, dari peserta termasuk cerita yang saya pos tahun lalu, atau dari pengawas ujian yang jujur dan berani. Nah, cerita yang terakhir di atas adalah yang terbaru dan kayaknya cukup heboh. Komentar balasan di bawahnya lucu-lucu. Disini saya ingin mengutip komentar tersebut dan menunjukkan kenapa itu lucu.

Krisis Identitas

Di masa pendaftaran beasiswa ini, saya mengalami krisis identitas. Nama saya, tempat tanggal lahir saya. Duh bingung… Wah, serem banget yak. Bingung dengan masa depan? Bingung dengan pribadi sendiri tuh? Tidak mengenal diri sendiri? Atau lupa ingatan?