Sosial Politik
Tinggalkan sebuah Komentar

Bedebah Berprotokoler

Hari Rabu kemaren, saat baru pulang dari Cibubur, di depan pintu gerbang keluar tol Pasteur, terjadi macet parah. Jalan super lebar di depan lampu merah perempatan pertama muka gerbang sangat dipadati mobil. Hanya jarak beberapa meter dari ekor antrian ke loket gerbang. Oke, memang sih daerah sini tidak pernah tidak macet sampai-sampai pemda membuat peraturan four-in-one untuk mobil yang lewat sini. Hanya saja, waktu itu antrian kami sangat lama tidak wajar.

Sekitar dua tiga menit sekali mobil dapat maju di antrian itu. Akan tetapi, yang terakhir ini lain. Si lampu merah sudah tampak, sudah dekat lah, tapi kok keberadaannya lebih lama dari yang tadi. Lima menit menunggu tak kunjung pergi juga. Adzan berkumandang. Adzan selesai. Tak juga dia berganti. Tampak arus kendaraan dari dua sisi kanan simpang sana dan kiri sana tidak juga mandek. Lima menit kemudian, masih merah juga. Ini rusak lampunya, atau diset manual terus yang lagi tugas mencetin tombolnya lagi sholat kali ya.

Tidak beberapa lama (baca: sesudah lama menunggu lima belas menitan), terdengar dari jauh raung suara sirine. Serentak itulah kami menghujat: “sampah”. Ya, ternyata seluruh lalu lintas persimpangan yang super padat dan tidak pernah lega itu dikorbankan demi satu orang yang mau lewat saja. Sombong sekali…

Okelah. Bukan kok. Bedebah yang saja singgung di judul bukan yang lagi lewat tadi, meskipun kami kesal sekali waktu itu. Saya memaklumi bahwa wakil rakyat di langit sana itu pada sibuk. Harus mondar-mandir kesana kemari. Menghadiri acara disana dimari, demi rakyat. Setiap detik mereka berharga. Setiap keringat mereka berharga. Setiap lintasan impuls di neuron mereka adalah berharga. Jika terbuang, rakyatlah yang rugi. Meskipun kedatangan mereka sedikit mengganggu warga lokal, warga terpaksa tutup warung kehilangan rezeki [2][3], terpaksa macet berparah sedikit, pemda terpaksa membenahi jalan yang bolong. Kelancaran perjalanan mereka adalah penting, demi rakyat. Pengorbanan kami yang sedikit itu tidak ada apa-apanya dibanding kelancaran acara kalian. Kami (rakyat.red) ngerti kok.

Kami juga ngerti kok, kalau helikopter itu mahal. Helipad juga susah dicari. Dan nggak logis masa pejabat duduk di kursi menyamping yang sempit di heli militer standar itu. Nggak lepel lah. Harus yang PIP. Kami juga ngeti kok, kalau naik heli jadinya sepi. Nggak ada protokoler. Nggak seru kan. Serem banget naik heli sendirian, nggak ada yang mengiringi. Hih. Kami ngerti kok. Halah, apa sih..

Hanya saya, minggu lalu saya sempat melihat sejenis mereka ini yang mungkin bisa dikategorikan bedebah.

aya lagi mau ke kampus, biasalah masih kangen kampus. Jalan H. Juanda alias jalan dago ini kan banyak FO. Selalu ramai sih tapi tidak pernah sampai macet parah, kecuali di ujung dekat jembatan layang sana. Namun, waktu itu agak aneh. Mobil yang merangkak lebih banyak dari biasanya. Di pertigaan menuju UNPAD sana, terdapat berapa oknum berseragam. Biasanya sih pak ogah doang.

PM tertulis di seragam mereka. Agak maju sedikit, agak aneh lagi. Ada pak ogah yang sedang berderi di tengah jalan, pak ogahnya memakai seragam yang kurang lebih sama lah. Beliau ini sedang berusaha menyetop kendaraan yang sedang melaju di jalan terutama di pinggir kiri jalan. Sambil, memastikan bahwa mobil berplat khusus dari arah FO sana itu bisa mencapai jalan raya dengan selamat.

Yup. Long story short. Ada pejabat, mobilnya khusus, dikawal Polisi Militer dan mungkin polisi biasa juga, diprotokolerkan di beberapa titik persimpangan karena pejabat itu sedang mengunjungi sebuah Factory Outlet. WAW! KEREN SEKALI PAK. JEMPOL.

Entah saya harus berhusnuzon apa dengan si bedebah yang ada di dalam mobil mewah berplat khusus itu. Mungkin saja, dia habis rapat khusus atau inspeksi mendadak untuk melihat kualitas pakaian Bandung demi keamanan komsumen kali ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s