Sosial Politik
Comments 7

Ikutan Ngomongin Ridwan Kamil ah…

Untuk yg di luar Bandung dan tidak tahu Pak Ridwan Kamil, saya kabari sedikit. Di Bandung, seperti biasa, sedang ada pemilukada untuk memilih walikota. Nah, Ridwan Kamil yang juga dosen ITB, aktivis, dan arsitek profesional ini memutuskan untuk ikut dalam ajang ‘bergengsi’ tersebut. Pak Ridwan Kamil ini banyak banget didukung oleh keluarga besar ITB, baik dosen, mahasiswa, maupun staf-staf. Ya iya lah, nggak usah sebut ITB, karyanya juga ada dimana-mana dan bahkan sudah mendunia kok. +Sesama ITB, yakin, sudah dipastikan semua civita akademika kampus ganesha ini mendukungnya.

Misalnya saja tulisan menarik dari dosen saya Pak Rinaldi, Ridwan Kamil yang Saya Kenal. Ternyata Pak Rin ini dulu tentor bimbelnya Pak RK. Dan masih banyak lagi artikel lainnya. Googling aja. Karena RK ini didukung PKS, dan jaringan partai ini cukup kental di jejaring sosial saya (disclaimer: saya tidak berafiliasi dengan itu partai), akhirnya banyak pula pos-repos ttg. Pak Rid ini di news feed. Karena saya bosan, saya akan menulis hal yang agak “berlawanan”. Tidak menyebut kebaikan atau kesuksesan Pak Rid tetapi sebaliknya: “menjelek-jelekkan”.😀 Semoga ini tidak dianggap kampanye hitam ya.

Disclaimer: melihat latar belakang penulis, Anda dapat menebak keberpihakan penulis terhadap Pak Ridwan Kamil ini.

Pertama, saya mau mengomentari soal video Ridwan Kamil yang di bawah ini. Waktu itu sempat viral dan saya juga sudah berusaha nonton. Komentar saya: mengecewakan.

Saya klik itu link video yang beredar itu dan halaman Youtube pun terbuka. Semenit, masih muter-muter. Dua menit, ah lumayan jalan dikit. Eh, berhenti lagi. Muter lagi itu tanda di tengah video. Tiga empat menit gitu-gitu terus. Oke deh ditunggu klik pause dan tunggu 15 menit. Terus liat lagi deh. Masih belum juga! Kecewa saya!

Apa-apaan, saya dikasih media kampanye yang bahkan saya sendiri nggak bisa buka. Tidak semua orang bisa lancar menontonnya. Kecewa… Masak nggak bisa sih timnya RK nge-reserve bandwidth untuk video itu, supaya lancar dibuka semua orang. Kerja sama dengan operator kek, Youtube kek. Kecewa benar-benar kecewa saya. Sampai saat ini, saya belum nonton tuh video sampe habis. Ngurus video aja nggak bisa apalagi ngurus kota. Huh… Anda merasakan apa yang saya rasakan bukan?

Coba tes ke video di atas, iya kan, kerasa kan? Kalau tidak berarti Anda tidak merakyat! Huh… Jangan-jangan Anda simpatisan RK dan PKS ya???

Flyer RK 1

Perhatikan tanda hati di pojok kanan bawah flier ini.

Kedua, tentang flier yang saya dapatkan pada saat jalan di sabuga. Oh ya, saya kaget juga di sabuga pada saat Titian Karir ITB (integrated career days) April kemarin,  ada posko relawan Ridwan Kamilnya ini. Nggak tau itu maksudnya apa kampanye atau apa. Karena artikel ini niatnya menjelek-jelekkan, marilah saya giring opini Anda bahwa RK ini memanfaatkan momen titian karir untuk kampanye ke anak muda. Huh, oportunis sekali.

Kembali ke flier, coba perhatikan tanda hati di pojok kanan bawah gambar di atas tuh. Lihat. Keliatan palsu kan? Pasti itu sebenarnya nggak ada di kaosnya. PALSU! Cuma hasil Photoshop atau CorelDrawan doang. Ya ampun… Kalau buat flier dan logo gitu doang saja penuh intrik kebohongan bagaimana kalau memerintah kota kelak.

Lihat lagi flier di atas, kali ini gambar di tengah atas. Ada gambar vandalisme: gravity! Ternyata Pak RK ini mendukung adanya gambar grafiti di dinding-dinging. Jadi ternyata bukan cuma shelter sepeda BIKE.BDG saja yang merupakan ulah pak RK ini, grafiti juga. Wah, bakal jadi apa Bandung kalau beliau naik nih. Bakal warna-warni sepanjang jalan layang pasopati ntar.

Flyer RK 2

Parah banget, orang dimasukin ke sumur.

Terus mari kita lihat belakangnya flier tadi. Liat tuh, di bagian bawah flier. Ck-ck-ck… Orang dimasukin ke sumur kawan-kawan. Ck-ck-ck… Tidak berperikemanuasiaan memang.

Terakhir, minggu kemarin seperti biasa shalat di Masjid Ar Rahim Cisitu Lama, saya mendapati stiker yang menempel di dinding rumah di depan masjid tersebut. Coba lihat skrinsyutnya biar nggak bambang.

Depan Ar-Rohim

Ya ampun, ngotorin tembok!

Sayangnya saya telat memfoto kejadian di atas. Harusnya, di bagian tertanda kuning itu ada beberapa flier yang ditempel miring. Nggak banget lah!! Udah tulisannya kecil, susah dibaca, bikin nggak enak diliat pula. Jangan-jangan, ntar Bandung dipenuhi wajah mereka kalau mereka menang. Ugh..

Penampakan flier-flier miring itu cuma bertahan sehari dan saya nggak sempat memfoto. Mungkin tim suksesnya sadar, bahwa Rieke Diah waktu itu pas kampanye cuma masang sesuatu di dinding yang sama. Hasilnya, Rieke nggak menang kan saat Pemilu Gubernur Jabar? Atau mungkin lebih tepatnya, statistik membuktikan, belum pernah tuh ada orang yang masang objek kampanye disitu kemudian menang. Selama saya lima tahun di Bandung nggak pernah denger tuh.

Tapi masih ada stikernya tuh yang nempel. Sayang kali ya tim suksesnya mau nyabut. Kira-kira, kalau gitu kutukan statistik tadi masih berlaku nggak ya. Akankan Pak Ridwan Kamil dan sohibnya ini menambah daftar panjang statistik bahwa memasang kampanye di depan masjid Ar Rohim tidak akan menang pemilu dan membiarkan Bandung berubah (atau memperpanjang?) status menjadi alternating bifamilia monarki, ataukah mereka mampu mengalahkan kutukan tersebut dan pulih (memulihkan Bandung.red) dari kodok menjadi pangeran? Kita lihat saja.

7 Comments

  1. Ping-balik: Nagoya: Shirotori Teien ~ Taman Angsa | Blog Kemaren Siang

  2. Ping-balik: Perasaan Saya Saja atau Di Bandung Memang Kondisi Jalannya Jelek? | Blog Kemaren Siang

  3. Wah, kamu nulis ini bed. akhirnya, saya niat mau nulis tentang orang ini, malah ga berani.
    harus saya akui, saya kurang suka dgn orang ini.

    • Kenapa nggak suka war? Pasti ada alasannya dong, kayak yg dijelasin di atas.
      Oh ya, tapi di artikel atas nggak ada kata-kata nggak suka sama sekali loh…

      • bukan gak suka bed, cuma kurang suka aja. kalo istilah makanan, bumbunya kurang pas di lidah.
        kalo disebutin di sini entar kena tuduhan black campaign. yah, liat-liat aja di sekitar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s