Feel My Head
Festival adu kambing bulanan di Sabuga, ITB.
Siapa yang lebih keras kepalanya?
Festival adu kambing bulanan di Sabuga, ITB.
Siapa yang lebih keras kepalanya?
These pictures was taken on my journey with my friend Bambang to Cililin, South Bandung two years ago. An unsightly scene that we found on our way home. A bunch of junior highscoolers were on their way to school with just single ‘Angkot’. As you can see below, some of them were in extreme position on and beside and behind the car. It should be noted that this picture was taken in at least 40 kmph speed.
Because answering a question without comic are too mainstream
Hukum Hofstadter sangat dekat bagi orang yang menangani pekerjaan kompleks atau proyek, termasuk kita mahasiswa, apalagi mahasiswa teknik informatika yang sedang mengerjakan TA. Mungkin anda pernah mendengar hukum Murphy – if anything can go wrong, it will. Sejiwa dengan hukum Murphy, hukum Hofstadter menyatakan bahwa : It always takes longer than you expect, even when you take into account Hofstadter’s Law. Pernyataan ini mengemukakan sulitnya memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan kompleks. Hukum tersebut bersifat rekursif menggambarkan fenomena yang terjadi di mana-mana bahwa kita sulit menentukan kekompleksan suatu pekerjaan sekuat apa pun kita berusaha, termasuk mengetahui bahwa pekerjaan itu kompleks. Kalimat lainnya: hampir seberapapun kita memperkirakan waktu pengerjaan, waktu yang dibutuhkan pekerjaan itu untuk selesai lebih lama dari yang kita perkirakan, meskipun kita sudah memperhitungkannya (waktunya sudah ditambah dengan perkiraan delay). This matter is strangely strikingly true, isn’t it? Terkadang kita di tengah jalan, kita baru sadar bahwa perkiraan waktu yang kita tentukan di awal ini konyol sekali. Contoh gampangnya saja lah, Anda pernah membuat ceklist atau to do list untuk esok hari. Pertama saat menulis kita yakin dengan seyakinnya …
Masalah liberalisme kian merebak di negeri ini. Jaringan Islam Liberal memposisikan diri sebagai lini depan paham ini. Secara terang-terangan mereka memasarkan ide mereka dan menunjukkan kebencian mereka terhadap islam. Banyak sekali contoh yang bisa kita cari ejekan-ejekan mereka yang semuanya tidak benar. Sudah jelas nama islam yang ada di JIL tersebut hanya bertujuan untuk menyesatkan orang dan juga sebagai pernyataan perang terhadap islam. Hal ini disebabkan karena musuh utama bagi liberalisme adalah islam. Islam sebagai agama yang diridhai Allah memiliki seperangkat peraturan yang lengkap, mulai dari kita bangun tidur sampai kita bangun tidur lagi. Hal ini tentu saja bertentangan dengan prinsip liberal mereka, dimana mereka tidak ingin ada aturan apa pun yang mengekang mereka. Dengan demikian, islam lah yang jadi sasaran bagi utama mereka untuk mereka robohkan fondasinya dan sesatkan orang-orangnya.
Zaman dahulu kala, di suatu pojok barat dunia, terdapatlah negeri-negeri yang dihuni oleh para peri. Negeri-negeri ini diatur segala urusannya oleh istana Elifia sebagai kepanjangan tangan dari kerajaan langit. Istana ini memiliki prajurit perang yang sangat hebat dan kekuatan yang besar. Seluruh penghuni negeri tunduk dan menyembah kepada istana ini.
Saya memulai blog lagi dengan sebuah tulisan. Tulisan itu saya post di FB. Statistik blog meningkat tajam 400%. Kemudian saya memaparkan sedikit tips dalam berblog ria. Tentu saja, itu cuma random tips belaka. Hasil tidak dijamin…
Hari itu sudah siang. Kelas kami XII IPA 2 sedang menempati ruangan di sebelah selatan sekolah, di satu-satunya ruang kelas di gedung baru di belakang sekolah. Meskipun materi pelajaran kami bisa dikatakan hampir habis, seluruh murid di kelas kami hadir. Tampaknya materi yang didiskusikan hari ini penting sekali. Pak Prian (bukan nama sebenarnya) sedang memberikan satu dua nasihat kepada kami, murid yang sebentar lagi menghadapi salah satu ujian terpenting dalam hidup kami, Ujian Nasional. “Kita pasti bisa menghadapi ujian ini. Kita pasti bisa lulus… “, begitulah sepenggal kalimat Pak Prian yang kuingat saat itu. “Jangan sampai kita membiarkan teman kita, satupun, tertinggal di sekolah ini. Ayo bersama kita lulus…” Nasihat yang luar biasa. Setelah Pak Prian memberikan wejangan dan meninggalkan ruangan, hidangan utama kelas di siang itu dimulai. Baiat, untuk bersatu padu menghadapi UN ini. Untuk menanamkan dalam-dalam ke lubuk hati, wejangan bapak wakil kepala sekolah tadi. *Apa pun caranya*. Yah, tidak perlu takut suudzon. Anda benar. Apa pun caranya. Ini bisa dibilang konsolidasi ‘lokal’ untuk menyerang balik sistem yang bernama UN. Sistem yang bisa memperlambat …
Osh.. Long time no see… Well you know, aren’t you. About my owner’s usual routine on updating me, haha… Excited to fill the blog – three months writing random stuff regularly – and finally, six months hiatus. Yeah, it’s not he doesn’t want to post anything, bored, don’t have anything to write, or anything sort like that. No. I know him the most. But you know… One does not simply get himself disciplined, does it? Seeing WordPress after long time, wow.. Totally different when my last waking time… I am certain my owner surprised when he logged in. So many new feature. What is it? Follow. Wow, you can follow other’s blog now? And you can write new post right on the front page of your dashboard. You can post just a photo or video, like tumblr. The layout is totally new and maybe there are new themes too. Yeah, it’s refreshing and i’m very very excited. So once again yeah, it’s March and i’m starting to get excited to be written anything random from …
Bukan bermaksud durhaka kepada orang tua, atau diusir oleh orang tua. Lebaran kali ini, sama seperti kemarin, saya tidak pulang ke rumah – Tanjung Balai, Sumatra Utara. Sebaliknya saya memilih untuk mengunjungi mantan kampung, Kota Metro tercinta. Apa boleh buat. Saya tak menginginkan lebaran makan kurma, madu, dan arum manis lagi seperti tahun kemarin. Mengunjungi sobat-sobat lama, dan guru-guru yang telah berjasa sepertinya jauh lebih agung dan menantang dibanding mengunjungi mall-mall yang tutup dikala lebaran.
Perjalanan ngeteng biasanya lebih lancar dari bus langsung. Faktor utamanya biasanya di pelabuhan. Antrian kendaraan bisa sangat panjang, sehingga anda harus menunggu sangat lama. Macet di pelabuhan. Kalau anda jalan kaki tentu saja bisa menghemat waktu lebih besar. Well, kelancaran sebenarnya hal yang relatif. Terakhir saya melaju dari Metro ke Bandung, ada ‘insiden’ sedikit. Saya mulai jalan dari Metro pukul 17.30. Dengan waktu sesore ini, bus di Metro masih ada tapi hanya sedikit. Tak beruntungnya, saya mendapat bus kecil. AC sih, tapi biasanya lebih besar, yang ini ukuran 25 kalau tak salah kernetnya bilang. Mungkin karena masih lebaran ke 6 hari Senin, bus itu penuh. Tak dapat kursilah awak. Mau tak mau berdiri pula saya di bus. Untung ada koper yang cukup besar, bisa diduduki.
Seperti biasa kali ini, ketika mudik ke lampung atau balik ke Bandung (dari Lampung tentunya) saya melakukan aktivitas ngeteng. Untuk yang belum tahu, ngeteng artinya memutus-mutus. Secara istilah, ini berarti melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain dengan memakai sarana transportasi berangkai sesuai jalur yang dilalui sehingga perjalanan tersebut tidak hanya menggunakan satu transport atau biro secara langsung ujung ke ujung. Ngeteng saya pilih karena biaya yang dikeluarkan hampir setengah dari biaya perjalanan langsung Metro-Bandung atau sebaliknya dengan bus. Biaya bus langsung bisa mencapai Rp225.000 (Pahala Kencana hari biasa), yang sedang Rp180.000 (Keramat Jati) dan yang paling murah adalah Rp150.000 (DAMRI, hari biasa). Pada hari lebaran, biasanya biasa bus ini naik sampai hingga dua kali lipat.
I cant deny that. How so? Such a fine lady. Smart, good looking, good family, and above all excellence at religion. Which sane person doesnt have any desire to know her more closely. But, you know right? Such a high level person. I dont think my self can hold that great of aura, that great responsibility. I cant compare her, at least for now. So, if a great warrior just happen to passes by and comes to take her, i’ll make my best respect and gratitude. But if you ask me, whether i will struggle for it if i have the chance. Maybe i’ll take that chance. To repair myself, to bend my self. To take a leap of faith. In Response to Some Questions Me, At My Heart, Panorama Nusantara, Sunda Strait, Indonesia September 06th, 2011
Jadi apa isi PRJ? Tidak jauh berbeda dari mall gan. Sampah. Hal ini sangat jauh dari yang saya bayangkan. Saya lebih mengharapkan sebuah festival, rentetan acara, atau pagelaran seni, budaya, betawi, atau hal-hal semacamnya. Ternyata, arena PRJ hanyalah tumplekan toko-toko yang entah benar atau tidak memasang tulisan diskon besar-besar. Saya merasa ditipu. Konspirasi. Tapi apa boleh buat, kami pun berkeliling mencuci mata, kalau-kalau ada barang yang sedang butuh dan murah kami beli.
Disclaimer : Artikel ini dibuat hanya untuk menggambarkan pengalaman, atau kejadian yang dialami oleh sang penulis di hari minggunya yang tidak biasa. Segala macam nama, merek, dan penyebutan yang tercantum dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendeskriditkan pihak yang bersangkutan. Segala objek yang disebutkan dalam artikel ini adalah nyata, meskipun kejadian yang dituliskan bisa subjektif, sebelah pandangan penulis. Otanjoubi omedeto, kata-kata pertama yang sepertinya ku dengar saat bangun tidur di hari ini. Atau saat shalat shubuh ya dengernya? Lupa. Tentu saja ucapan selamat ini bukan ditujukan untukku. Penghuni kosan ini mungkin sedang membuka gadget mahalnya, atau laptop mahalnya saat menuliskan dan mengucapkan ‘mantra’ tadi ke user agent yang bertindak sebagai pengirim pesan ke orang yang dituju.