Penulis: Albadr Nasution

Laporan Iktikaf di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Bandung

Hiruk pikuk kendaraan berdesakan pada ujung Jalan Asia Afrika, berebut ingin belok ke Jalan Otto Iskandardinata. Mereka merayap. Sulit sekali bergerak. Hari itu langit kelabu. Udara cukup dingin meskipun di jalan sesak ini hangat. Selain karena lima menit lagi azan magrib dikumandangkan, awan-awan kelabu pun baru mengeluarkan isi cairan tubuhnya.  Akan tetapi, hal itu semua tidak menggentarkan para pengguna jalan utama Kota Bandung ini. Setelah beberapa menit berhenti di tengah persimpangan, tidak peduli hijau-merahnya lampu lalu lintas waktu itu (wong sudah di tengah), serengkah ruang pun muncul di sisi dua mobil di depan. Sebagai pengendara motor yang baik, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Sayangnya, rengkah yang muncul di tengah jalan itu tidak lain hanyalah jebakan. Trap! Kami pun kembali stuck di antara ribuan kendaraan lain di tengah Jalan Otto ini. Harusnya aku tadi mencari rengkah di sisi paling kiri jalan saja. Rengkahan yang lain muncul! Kali ini sesuai keinginan: di sisi paling kiri jalan. Oke, hajar. Syahdunya pertarungan di sore itu membuat fokus kami tertumpu hanya pada satu tujuan: sampai ke tempat parkir secepat mungkin. Berdengungnya azan …

Laporan Iktikaf di Masjid Raya Habiburrahman

Jalan itu memang bukan jalan protokol yang banyak dilewati orang. Bukan pula jalan perumahan penduduk. Akan tetapi, jalan yang biasanya sepi itu mulai dipenuhi ribuan kendaraan. Maklum hari sudah sore. Karyawan (sisa) PTDI mulai berdesak-desakan meramaikan jalan raya tersebut. Ribuan. Ada yang menggunakan mobil. Banyak lagi yang menggunakan motor. Pemandangan kendaraan-kendaraan tersebut keluar area parkiran PTDI bagai semut yang keluar dari sarangnya membuat kita bertanya-tanya: bagaimana gerangan seandainya PTDI tidak bangkrut dan tetap jaya hingga sekarang. Namun, yang memenuhi Jalan Kapten Tata Natanegara ini bukan hanya karyawan PTDI yang ingin bertemu keluarga setelah seharian bekerja. Sebagian kecil dari ribuan kendaraan yang lalu lalang menujukan setirnya ke sebuah masjid di depan pabrik tersebut. Masjid tersebut cukup terlihat megah. Kelilingnya dijaga oleh kanal air yang cukup lebar selayaknya kastil kerajaan. Parkirannya penuh padahal sangat luas untuk ukuran sebuah masjid. Di dalam area kanal air, pembagian area masjid yang sudah sangat fungsional itu pun dipenuhi orang. Ruangan utama. Pelataran teras tengah di belakang ruang utama. Teras sekeliling masjid. Halaman belakang. Semua disesaki manusia dengan agenda-agendanya sendiri dan satu tujuan. …

Saturday

Sabtu tahun lalu. Kejadian itu terjadi. Sabtu itu seperti sabtu biasanya, tetapi entah kenapa aku gelisah dari pagi dan malas menjejakkan kaki ke luar rumah. Pagi itu aku tidak tahu tadkir apa yang menungguku di belakang kampus sana.

Masalah Mahasiswa : Tahun Tiga, Empat, dan setelahnya

“Mahasiswa, seperti semua manusia, tidak terlepas dari persoalannya.” Itulah pembukaan bab Persoalan Akademik Mahasiswa pada buku Informasi TPB 2008. Ada yang masih punya? Pasti pada nggak inget disimpan dimana. Kebetulan setelah saya beberes kamar kemarin, saya menemukan buku keramat ini. Bagi angkatan ITB 2008, buku ini pasti dibaca sewaktu tingkat satu dan paling pol tingkat dua, setelah itu mungkin tersimpan entah dimana. Untuk mengingatkan kawan-kawan sesama ITB 2008 dan sebagai sarana informasi untuk kawan-kawan diluar itu, saya kutipkan teks yang ada pada bab Persoalan Akademik tersebut. Sekaligus merenung atau menebak-nebak, bener nggak ya. Masalah tahun pertama dan kedua tidak penulis cantumkan karena asumsinya pada tahun pertama dan kedua buku ini masih mudah dijangkau dan dibaca. Masalah Mahasiswa Tahun Ketiga Mahasiswa tahun ketiga tidak mempunyai masalah yang berarti ketika memasuki tahun ketiga. Dia sudah terbiasa dengan lingkungan program studi. Persoalan yang mungkin timbul di tahun ketiga adalah kemungkinan adanya kuliah pilihan: biasanya wali akan menjadi tempat bertanya dan berdiskusi sebelum mahasiswa menentukan kuliah pilihan. Masalah Mahasiswa Tahun Keempat Mahasiswa tahun keempat harus memulai TA dan mata …

Kebanyakan Buku Catatan

Sehabis beberes kamar kemarin, saya menemukan beberapa buka catatan (notes). Ada yang dari acara tertentu. Ada yang memang buku catatan yang saya beli. Ada juga yang merupakan segepok brosur yang tidak digunakan yang saya ambil karena sepertinya bisa digunakan sebagai otretan. Lumayan kan. Gambar di bawah adalah buku-buku catatan yang saya temukan tersebut. Selain yang terpampang di gambar sebenarnya masih ada yang lain seperti tumpukan sisa kertas testimoni saat syukuran wisuda, kertas buram, dll. Akan tetapi beberapa diantaranya sudah saya buang. Saat mendapatkan buku saya sih senang saja. Lumayan… Bisa buat nyatet ini itu. Akan tetapi pada kenyataannya ternyata saya kurang bagus untuk melakukan “pencatatan rutin”. Mencatat pun sekarang bisa pakai HP dan dengan mudah disinkronisasi di awan. Buku catatan yang bagus untuk dipakai otretan juga sayang dan terlalu kecil sehingga biasanya saya nyorat-nyoret pakai kertas buram. Saya juga pernah menulis buku harian di notes seperti ini. Hal ini saya coba setelah membaca sebuah buku yang menceritakan manfaat-manfaat tentang menulis buku harian mulai dari membuat target, mengingatkan diri, melatih menulis, dll. Sayangnya saya lupa judul bukunya. …

Renungan Pasca Beberes Kamar

Kemarin saya melakukan beberes kamar. Tadinya yang saya ingin lakukan hanyalah menyiapkan sedikit ruang di rak dengan menyusun kembali buku-buku dari satu rak ke rak lainnya. Dengan demikian, ada ruang yang cukup untuk baju yang tidak cukup lagi di lemari susun tingkat empat saya. Akan tetapi, karena semaraknya debu yang beterbarang selama buku-buku itu ditata ulang dan sebagian dari mereka telah mengambil alih pojok-pojok area kamar dan sela-sela barang, saya jadi gerah. Akhirnya, (hampir) seluruh kamar terkena imbasnya. Harus Anda ketahui bahwa saya ini cukup pemalas. Aktivitas beberes kamar saya lakukan sangat jarang: mungkin satu semester sekali (tapi masih lebih sering dari kebanyakan orang, sepertinya). Akan tetapi, saya cukup menganggap serius kerapihan dan kebersihan kamar. Tentu saja, karena ini adalah tempat saya bernanung setiap harinya. Selama kegiatan ini, saya menemukan banyak sekali tumpukan kertas, plastik-plastik, dan barang tak terpakai di bawah atau sela-sela rak.  Ada yang berupa brosur iklan. Ada majalah entah dapat dari mana. Buletin. Ada bungkus barang-barang yang sayang dibuang, misalnya bungkus mouse di bawah. Ada juga tumpukan buku catatan (notes) dari mana-mana yang tidak …

2012: ITB Angkatan Terakhir

Dulu saya pernah kepikiran ide ini. Baru kali ini deh saya benar-benar membikin disainnya. Yah, bertepatan pula dengan masa penerimaan mahasiswa baru ITB 2012, sekalian saja deh mengucapkan selamat datang. Kira-kira kalo dijadikan kaos laku nggak ya? Hehe… Biasanya pada awal tahun ajaran untuk mahasiswa baru kan banyak kaos-kaos betebaran tuh. Hehe, becanda kakak. 😀 Cuma iseng, ampun. Desainnya juga ngasal dan dibuat dengan buru-buru. Semoga 2012 menjadi tahun yang terindah dari tahun-tahun sebelumnya. Dan yang terpenting bukan tahun yang terakhir karena kiamat hanya Allah-lah yang tahu. Semoga mahasiswa baru ITB 2012 bisa menjadi calon pemimpin global seperti sambutan yang ada di gerbang depan (setelah ITB 2008 menguasai dunia tentunya).

6 Blog tentang Blog

Blogging merupakan aktifitas yang cenderung dengan hobi bukan? Terserah lah mau bagaimana melakukannya. Tidak tidak. Blog tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana pengekspresian diri saja. Banyak sekali perusahaan (dan personal) di luar sana yang sangat mengantungkan hidupnya pada blog. Konten blog, ramai tidaknya blog, kerapian blog, dan ketersampaian pesan sangat krusial bagi mereka. Dengan demikian, mau tidak mau mereka harus mengetahui state-of-art tentang dunia perblogan ini. Hal ini bisa dilakukan dengan eksperimen, mencari mitra pakar, atau ya informasi gratis di Internet. Berikut adalah beberapa blog yang fokus utamanya adalah tentang blogging. Daftar blog dan isi artikel ini sebagian besar disadur dengan sedikit perubahan dari artikel pada zemanta oleh Nenad Senic. Oh ya, Blog Kemaren Siang ini dalam dua minggu ini juga sedang bertopik seputar dengan tag blog yang membahas tentang dunia perbloggingan menurut saya dan ringkasan dari beberapa artikel luar. Tentu saja, topik ini hanya sementara saja dan saya tidak bermaksud untuk memfokuskan diri ke hanya tema tersebut. Saya juga kan masih belajar dalam hal ini dan hanya ingin berbagi beberapa pelajaran yang didapat dari tautan luar sana. 1. Zemanta Blog Zemanta adalah mesin yang menawarkan sugesti …

Orientasi: Ekstrovert dan Introvert secara Netral

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pandangan yang lebih netral terhadap introvert dan ekstrovert yang saya bahas di sebuah artikel kemarin dan menambahi informasi-informasi yang saya dapatkan dari berbagai artikel mengenari introversi dan ekstroversi yang saya dapatkan saat menulis artikel tersebut. Hal pertama yang harus pembaca ketahui bahwa introversi dan ekstroversi bukanlah satu-satunya penggolongan kepribadian yang ada. Contoh lain misalnya empat penggolongan yang terkenal itu : sanguin, plegmatis, melankolis, dan koleris. Ada lagi kepribadian tipe A dan tipe B (yang disinggung dalam mata kuliah manajemen khususnya MPPL) dan ada pula teori lebih besar yang mencakup introversi dan ekstroversi di dalam teorinya seperti Big Five Personality Traits. Yang paling penting dari hal ini adalah ini bukan pengkotak-kotakan, ini pengenalan kecenderungan kepribadian. Dalam artian kita tidak mencap seseorang itu tipe A dan yang lain tipe B. Tipe kepribadian ini hanyalah usaha untuk mengenali diri sendiri dan mungkin orang lain dan kemudian memanfaatkannya untuk menyeseuaikan diri kita (sesuai tipe kepribadian diri) dalam kondisi sosial dan menyesuaikan interaksi kita terhadap orang (sesuai tipe kepribadian mereka) supaya kita lebih mengerti mereka dan …

Masalah dan Kesalahpahaman terhadap Introvert

Pernahkah Anda bertemu orang yang sulit dimengerti? Harus diseret hanya untuk jalan-jalan, makan-makan, kongkow, pesta, atau sekedar kumpul-kumpul? Berpikirnya seribu kali kalau diajak main? Mahal suaranya? Jarang menyapa walaupun dia baru pulang dari jauh? Jika demikian mungkin Anda sedang berhadapan dengan introvert. Saya sendiri termasuk dalam kategori ini. Introvert? Mahluk apa lagi itu? Kedua istilah introvert dan ekstrovert diistilahkan oleh psikolog Carl Jung pada tahun 1920. Beliau mendefinisikan keintrovertan sebagai “an attitude-type characterised by orientation in life through subjective psychic contents” dan keekstrovertan sebagai “an attitude type characterised by concentration of interest on the external object“. Mudahnya, introvert adalah orang yang menemukan kedamaian dalam kesendirian. Akan tetapi, hal ini sering disalahpahami oleh orang sebagai “introvert itu pemalu” atau “introvert itu hikikomori” atau bahkan “introvert itu antisosial”. Hal ini sama sekali tidak benar. Introvert tidak mesti pemalu. Kondisi pemalu timbul karena penderitanya takut atau tidak nyaman dalam kondisi sosial. Mereka cenderung gugup dalam bertemu orang lain dan canggung dalam mengungkapkan sesuatu. Hikikomori meningkatkan skala ini menjadi mengurung diri atau hanya mau tinggal di rumah saja. Biasanya mereka takut …

Jeruk dan Anggur

Salah satu teman saya pernah memberikan teka teki tentang jeruk dan anggur di Facebook. Teka teki ini mungkin sudah sering terdengar di telinga kita. Teka teki kira-kira berbunyi seperti berikut : Ada satu gelas jus jeruk dan satu gelas jus anggur. Kedua gelas memiliki ukuran yang sama. Kemudian diambil satu sendok dari gelas yang berisi jus anggur. Satu sendok jus anggur ini dituang ke gelas jus jeruk. Setelah itu, diambil lagi satu sendok dari gelas yang berisi jus jeruk dan cairan ini dituangkan ke gelas berisi jus anggur. Pertanyaannya: Lebih banyak mana, cairan jus jeruk di gelas jus anggur atau cairan jus angur di gelas jus jeruk Karena diskusinya cukup seru waktu itu, saya juga ikut memberikan jawaban atau mungkin lebih tepatnya teori (karena nggak ada yang memberikan keabsahan apakah jawaban saya itu benar atau salah). Jawaban saya agak berbeda dari yang lain yang rata-rata menjawab jumlahnya sama, atau jumlah jus jeruk di gelas anggur lebih banyak. Mungkin jika pembaca bisa memberikan keputusan salah-benarnya jawaban saya, saya akan sangat berterima kasih. Tentu saja, jika benar …

Ingin Membahas Tuntas tentang ITB

Kemarin saya menulis tentang 7 Lokasi Ajaib ITB. Tulisan tersebut ditulis dengan membandingkan antara mitos yang beredar dengan kenyataan. Frasa “7 Keajaiban ITB” sebenarnya sudah lama saya dengar semenjak masuk kuliah. Akan tetapi, saya tidak pernah menemukan artikel tentang ini di dunia maya jadi saya tulis saja deh. ITB adalah salah satu perguruan tinggi yang bisa dibilang eksotik di negeri ini bersanding dengan pendahulunya UI, saudara kandungnya UGM, dan sahabat-sahabat lain. Dengan demikian, sebenarnya banyak sekali yang bisa ditulis dan dibahas dari ITB ini. Apalagi sekarang ITB menerapkan kebijakan invasi, banyak kampus-kampus baru dan program-program studi baru yang dibangun disini. ITB juga banyak bermitra dengan universitas lain dan bahkan membangun replikanya sendiri ITERA. Belum lagi kehidupan standarnya yang banyak sekali acara tiap bulan, keragaman mahasiswa, unit dan kegiatan, fakta-fakta dan fasilitas, serta sejarahnya. Jangankan itu, bangunan disini pun banyak dan sepertinya bisa dibahas satu-satu. Bisa dilihat sendiri lah dari tulisan saya yang kemarin. Selain bangunan yang saya sebut di tulisan itu, masih ada Taman Ganesha, Menara Kubus, Aula Barat dan Aula Timur, CC Barat dan …

Mengumbar Mitos: Tujuh Lokasi Ajaib di ITB Kampus Ganesha

Institut Teknologi Bandung merupakan salah satu kampus terbaik di Indonesia, katanya. ITB juga memiliki kampus terkecil di Indonesia, tidak memperhitungkan kampus swasta tentunya. Kampus Ganesha namanya berada di Jalan Ganesha No. 10 (namun semuanya berubah saat si kampus ITB jatinangor menyerang). Karena kecil, bangunan di kampus ini rapat-rapat dan saling terhubung satu sama lain. Akan tetapi, hal ini justru bagus bagi 12.000 mahasiswa disini. Karena dekat, makin eratlah hubungan antar fakultas sehingga sosok yang kita lihat bukan hanya berasal dari jurusan kita sendiri. Bangunan di ITB lumayan untuk dibuat jalan-jalan atau berfoto ria. Kemudian sebagai kampus teknologi, terdapat beberapa bangunan yang memiliki rancangan unik. Beberapa bangunan lebih terkenal dari yang lain. Bangunan ini terkenal karena ia memiliki “keajaiban” yang khusus dibanding lokasi lain. Beberapa sih bisa diamati benar-tidaknya secara langsung tetapi saya belum menemukan referensi arsitektur yang pasti. Entah itu hanya mitos atau urban legend. Akan tetapi, sebagai anak ITB saya sih percaya-percaya saja. Mari kita bahas satu per satu, dari depan ke belakang kampus Ganesha ITB. Masjid Salman Masjid Salman merupakan titik terselatan dan baling …