Motivasi Hikmah dan Galau
Comment 1

Perubahan

Hampir setiap orang takut akan perubahan. Akan berpikir dua kali untuk melakukan perubahan. Sulit menerima sebuah perubahan.

Ragu. Cemas. Merasa nggak jelas.

Setidaknya itulah yang mungkin kebanyakan orang rasakan. Saya bilang mungkin karena saya tidak tahu. Setidaknya itulah yang saya rasakan.

Misalnya.

Mau pindah sekolah, dari SMP ke SMA, atau dari SMA ke Kuliah. Males sekali rasanya meninggalkan rumah. Nggak rela, meninggalkan teman-teman dekat, misalkan sekolah tujuan adalah di luar kota dan sedikit teman lama yang kesana. Rasanya aneh, ragu. Cemas. Apa dapat teman baru nantinya?  Entar kosan gimana? Bisa hidup sendiri, merantau saat sekolahkah? Akhirnya, waktulah yang menjawab banyak pertanyaan itu.

Mau pindah tempat tinggal ke kota lain. Banyak sekali hal yang harus disiapkan. Jual barang ini-itu, jual motor. Bingung mau diapakan, takut nggak laku. Awal-awal rasanya nggak tega, nggak rela, dan nggak jelas. Rasanya masih sayang untuk pindah, meninggalkan kota yang sudah cukup lama ditinggali. Rasanya masih belum yakin juga di tempat yang baru kelak bagaimana. Cemas. Bisa beradaptasikah, bisa mendapat lebih baik kah, bisa dapat kenalan dan sahabat barukah. Banyak sekali yang lewat dipikirkan sehingga sekuens perubahan yang harus disiapkan itu pun tertunda dan tertunda hingga waktu juga yang menjawab.

Mau ikut suatu acara pelatihan yang opsional, yang dilaksanakan di luar kota bersama orang-orang yang tidak ada yang kita kenal. Perlu beberapa waktu untuk meyakinkan diri untuk ikut, harus ikut, dan mencanangkan sekuensnya. Jadi terpaksa memutuskan di dekat jadwal, deadliner. Setelah ikut pelatihan selama beberapa lama dan merasa nyaman dengan alur pelatihan, teman-teman baru, dan kegiatan yang menarik, rasanya juga tidak ingin kestabilan yang sudah terbentuk itu hilang lagi.

Mau mengubah kebiasaan atau menumbuhkan kebiasaan baru. Misal berusaha berhenti merokok. Atau berusaha lari pagi setiap hari. Atau diet. Pasti sangat sulit dilakukan. Awal-awal tidak yakin bisa. Takut macam-macam.

Mau mengajak seseorang untuk “membina masa depan”. Ragu untuk mengirim pesan, banyak sekali yang dipikirkan. Takut ditolak. Cemas kalau-kalau hal tersebut membuat persahabatan yang selama ini berubah. Takut kalau nanti ketemu jadinya canggung (awkward.pen) dan salah tingkah. Nggak banget dah.

Perubahan yang ditakuti orang adalah perubahan yang mendadak dan tak terbayang efeknya. Padahal pastinya setiap orang itu akan berubah, perlahan-lahan. Sestabil apapun keadaannya. Dan, pada akhirnya jika memang itu hal yang pasti terjadi, waktulah yang akan memaksa perubahan tersebut.

Manusia pada dasarnya sangat menyukai stabilitas dan membenci perubahan. Namun, jika perubahan itu esensial. Untuk hal yang lebih baik. Untuk menggapai mimpi. Kenapa tidak kita beranikan saja. Mulai dari sekarang.

Yuk bergerak… Bertualang!

Jika perubahan itu terjadi setiap hari pada kita, bukankah hidup jadi lebih berwarna dan tidak membosankan?

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s