All posts filed under: Area Serius

Berisi tentang Islam, Sains dan hal hal yang menjurus ke arah Serius

Pertemanan, Lingkungan, dan Kompetisi : Sekelumit Cerita dalam Melompati Batu Loncatan Pendidikan dan Kehidupan

Menurut teori kognitif sosial, perilaku manusia itu dipengaruhi oleh lingkungan. Katanya, tiga komponen sosial : manusia, lingkungan, dan perilaku secara intens saling memengaruhi satu sama lain. Lingkungan dapat dibagi menjadi dua bagian. Satu: lingkungan fisik seperti tempat, ukuran ruangan, atau pencahayaan. Dua: lingkungan sosial, seperti keluarga, tetangga, dan kolega eh teman. “Dekatilah orang yang menjual minyak wangi. Sesungguhnya bau wangiannya itu akan turut mewangikan kita. Jangan dekati tukang buat besi kerana bau busuk yang ada padanya akan melekat kepada diri kita.” (Hadits, katanya) Dari hadits di atas jelaslah bahwa lingkungan itu memengaruhi kita. Rasulullah pun memerintahkan kita untuk mencari kawan atau lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik akan membawa kebaikan kepada kita. Lingkungan yang buruk akan membuat kita terhempas keburukannya pula. Kompetisi hadir adalah pertarungan antar organisme, individu, organisasi, atau entitas (duh, ini bahasa inggris semua) dalam mencapai tujuan atau memperebutkan sumber daya [1][2]. Kompetisi hadir secara alami kapan saja dalam lingkungan. Selama hal yang diperebutkan pihak-pihak tadi tidak dapat dibagi, ada kompetisi. Terkadang kompetisi bahkan sengaja dihadirkan, terutama dalam pendidikan dan bisnis. Kompetisi akan memaksa …

Facebook dan Google+ : Mengapa Google+ Terlihat Sepi

Pada waktu Google meluncurkan platform jejaring sosial barunya, Google+, semua penduduk Internet bergairah untuk mencobanya. Akan tetapi kini, Google+ hampir seperti kota kosong. Benarkah? Tidak juga. Akun Google+ Anda kelihatan hampa mungkin karena beberapa hal. Teman Anda sedikit yang ada disana. Meskipun banyak teman Anda yang sudah Anda lingkari, mereka sama-sama tidak aktifnya dengan Anda. Lingkaran Anda hanya berisi teman-teman seperti layaknya Facebook. Ketika penduduk Internet beralih dari Friendster ke Facebook beralih pula tren dunia dari kecenderungan promosi diri dengan halaman alay ke kecenderungan curhat dan interaksi dengan halaman rapi. Coba tengok sebentar tulisan teman saya tahun 2009 ini dan amati bagian komentarnya. Cukup lucu. Banyak orang yang tak rela (halaman profil) Friendster dikatai alay. Coba banyangkan pada tahun ini pasti tidak ada lagi orang yang mau membuat halaman sakit mata seperti itu lagi. Banyak yang tidak tahan, mereka pun mencoba-coba Facebook. Pada akhirnya, Facebook menang dan Friendster mati. Kemudian Google membawa sesuatu yang seolah dapat menggantikan Facebook. Dengan mendengar kata jejaring sosial, mungkin banyak orang berfikir bahwa Google+ itu akan seperti Facebook: tempat sesama teman saling curhat …

Facebook’s friend ~ Teman di Facebook

Most of you probably have hundreds if not thousands of “friends” on Facebook. I guess 500 is everyone average. But I just reach my second hundreds, 200 last week. Kebanyakan dari kamu mungkin punya ratusan jika bukan ribuan friend alias teman di Facebook. Ya, rata-rata sekitar 500 teman lah ya. Kalau saya beda, saya baru menggenapi angka 200 minggu kemarin. For the last three years, I have my Finds Friend button hanging over my blue bar and on the left-side panel. Some friends then ask why when they saw that: “how the hell you have that button”. I just said “don’t know, maybe because my friends is still a few”. Tiga tahun belakangan ini, saya punya tombol Find Friends di batang biru Facebook saya dan juga di panel samping kiri. Beberapa orang yang melihat sampai bertanya “kok kamu ada tombol itu sih”. Saya cuma menjawab “nggak tahu ya, mungkin karena temanku masih dikit”. In the early of my dwelling on Facebook, I even had under 40 friends. It lasted for at least two years. Yeah, …

Modus Operandi: Tabrak Mobilnya

Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2007. Saya dan keluarga sedang melakukan perjalanan dari kota Metro, Lampung ke kota Bengkulu, Bengkulu. Menjelang masuk kota Bengkulu kami melaju di sebuah jalan raya yang lurus. Waktu sudah menunjukkan pukul 22. Hari sudah gelap sehingga jalanan cukup sepi. Perjalanan Metro – Bengkulu memakan waktu sekitar 14 jam perjalanan. Seperti biasa, kami berangkat pada pagi hari sekitar pukul 7 pagi. Dengan demikian wajar saat menjelang masuk kota Bengkulu hari matahari sudah bersembunyi di dalam selimutnya. Kami melaju dengan kecepatan sedang. Maklum hari sudah malam tidak bisa terlalu cepat meskipun kami sudah penat duduk berlama-lama di dalam mobil sewaan ini. Ingin rasanya cepat-cepat merebahkan diri di kamar panggung rumah nenek. Aku yang cepat lelah dalam perjalanan seperti biasa sedang tertidur ayap-ayap di kursi tengah mobil. Ayahku menyetir ditemani mengobrol oleh ibuku di depan agar tidak mengantuk. Aku tidak melihat secara persis peristiwa ini. Hey, aku sedang hampir mabuk kendaraan dan kejadian ini berlangsung dengan sangat cepat. Saat melaju dengan cukup santai, ayahku melihat motor dari depan yang berjalan tidak wajar. Lajur yang motor itu ambil …

Benih Liberal di Sekitar Kita

Sudah mafhum bahwa gerakan sekularisme, liberalisme, dan pluralisme semakin gencar. Loh, darimana kita tahu? Ya ini kan zaman informasi. Berita banyak dimana-mana tentang penyebutan tiga paham ini. Bisa dilihat pula terjadi banyak pembelaan dan penentangan dengan tiga paham ini. Sebenarnya itulah yang mewarnai berita tersebut. Dalam keorganisasian, mereka bahkan sudah punya badan resmi tersendiri: JIL. Tentu saja kita mafhum mereka sudah dalam posisi menyerang. Akan tetapi, sebenarnya bagaimana sih taktik tempur mereka? Bagaimana kondisi kita kalah? Apakah dengan menyerah dan masuk menjadi anggota JIL? Apakah dengan mengaku terang-terangan pluralisme itu oasis yang perlu diperlebar? Apakah dengan mendukung UU Feminisme? Anda tahu ghazwul fikr alias perang pemikiran?  Sekularisme, liberalisme, dan pluralisme itu adalah sebuah paham dengan kata lain pemikiran. Ranah peperangan mereka bukanlah ranah fisik, bukan pula ranah media apalagi ekonomi. Medan tempur ada di dalam kepala anda, pikiran. Mari kita sama-sama merenung, bagaimana kita menyikapi hal-hal yang ada di sekitar kita. Terutama yang berkaitan erat dengan masalah sepilis ini. Apakah kita sudah mulai termakan dengan gagasan-gagasan mereka atau masihkah kita punya ruang gerak untuk bertahan?

Hofstadter’s Law: A Hard to Escape Truth

Hukum Hofstadter sangat dekat bagi orang yang menangani pekerjaan kompleks atau proyek, termasuk kita mahasiswa, apalagi mahasiswa teknik informatika yang sedang mengerjakan TA. Mungkin anda pernah mendengar hukum Murphy – if anything can go wrong, it will. Sejiwa dengan hukum Murphy, hukum Hofstadter menyatakan bahwa : It always takes longer than you expect, even when you take into account Hofstadter’s Law. Pernyataan ini mengemukakan sulitnya memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan kompleks. Hukum tersebut bersifat rekursif menggambarkan fenomena yang terjadi di mana-mana bahwa kita sulit menentukan kekompleksan suatu pekerjaan sekuat apa pun kita berusaha, termasuk mengetahui bahwa pekerjaan itu kompleks. Kalimat lainnya: hampir seberapapun kita memperkirakan waktu pengerjaan, waktu yang dibutuhkan pekerjaan itu untuk selesai lebih lama dari yang kita perkirakan, meskipun kita sudah memperhitungkannya (waktunya sudah ditambah dengan perkiraan delay). This matter is strangely strikingly true, isn’t it? Terkadang kita di tengah jalan, kita baru sadar bahwa perkiraan waktu yang kita tentukan di awal ini konyol sekali. Contoh gampangnya saja lah, Anda pernah membuat ceklist atau to do list untuk esok hari. Pertama saat menulis kita yakin dengan seyakinnya …

Sepilis: Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme (part 2/2)

Masalah liberalisme kian merebak di negeri ini. Jaringan Islam Liberal memposisikan diri sebagai lini depan paham ini. Secara terang-terangan mereka memasarkan ide mereka dan menunjukkan kebencian mereka terhadap islam. Banyak sekali contoh yang bisa kita cari ejekan-ejekan mereka yang semuanya tidak benar. Sudah jelas nama islam yang ada di JIL tersebut hanya bertujuan untuk menyesatkan orang dan juga sebagai pernyataan perang terhadap islam. Hal ini disebabkan karena musuh utama bagi liberalisme adalah islam. Islam sebagai agama yang diridhai Allah memiliki seperangkat peraturan yang lengkap, mulai dari kita bangun tidur sampai kita bangun tidur lagi. Hal ini tentu saja bertentangan dengan prinsip liberal mereka, dimana mereka tidak ingin ada aturan apa pun yang mengekang mereka. Dengan demikian, islam lah yang jadi sasaran bagi utama mereka untuk mereka robohkan fondasinya dan sesatkan orang-orangnya.

Sepilis: Balas Dendam Para Peri (part 1/2)

Zaman dahulu kala, di suatu pojok barat dunia, terdapatlah negeri-negeri yang dihuni oleh para peri. Negeri-negeri ini diatur segala urusannya oleh istana Elifia sebagai kepanjangan tangan dari kerajaan langit. Istana ini memiliki prajurit perang yang sangat hebat dan kekuatan yang besar. Seluruh penghuni negeri tunduk dan menyembah kepada istana ini.

Sekelumit Cerita menjelang UN

Hari itu sudah siang. Kelas kami XII IPA 2 sedang menempati ruangan di sebelah selatan sekolah, di satu-satunya ruang kelas di gedung baru di belakang sekolah. Meskipun materi pelajaran kami bisa dikatakan hampir habis, seluruh murid di kelas kami hadir. Tampaknya materi yang didiskusikan hari ini penting sekali. Pak Prian (bukan nama sebenarnya) sedang memberikan satu dua nasihat kepada kami, murid yang sebentar lagi menghadapi salah satu ujian terpenting dalam hidup kami, Ujian Nasional. “Kita pasti bisa menghadapi ujian ini. Kita pasti bisa lulus… “, begitulah sepenggal kalimat Pak Prian yang kuingat saat itu. “Jangan sampai kita membiarkan teman kita, satupun, tertinggal di sekolah ini. Ayo bersama kita lulus…” Nasihat yang luar biasa. Setelah Pak Prian memberikan wejangan dan meninggalkan ruangan, hidangan utama kelas di siang itu dimulai. Baiat, untuk bersatu padu menghadapi UN ini. Untuk menanamkan dalam-dalam ke lubuk hati, wejangan bapak wakil kepala sekolah tadi. *Apa pun caranya*. Yah, tidak perlu takut suudzon. Anda benar. Apa pun caranya. Ini bisa dibilang konsolidasi ‘lokal’ untuk menyerang balik sistem yang bernama UN. Sistem yang bisa memperlambat …

SBY Datang Lagi (Lagi?)

Hari ini, SBY a.k.a presiden kita tercinta sekarang kembali mengunjungi Bandung. Sama seperti dua post sebelumnya yang berjudul sama, acara kunjungan SBY ke Bandung kali ini juga bertempat di Sasana Budaya Ganesha, IT Bandung (atau begitu yang saya dengar). Kali ini acaranya adalah mengunjungi muktamar sebuah partai – sebut saja partai tiga. Tetapi tentu saja bukan itu yang ingin diceritakan disini. Siapa saya yang tahu (atau peduli) acara yang terjadi di dalam Sabuga atau kegiatan presiden sekali pun. Seperti biasa, sama seperti dua kejadian lalu, kemacetan kronis terjadi pada jam-jam kedatangan beliau. Well, sangat kronis sampai-sampai jalan Dago yang dua jalur itu penuh di kedua jalurnya. Hal ini berarti tepat setelah lampu merah, kendaraan pun masih menumpuki jalan. Well, at this rate, mau apa pun kendaraan anda, motor, angkot, apalagi mobil, tak akan bisa melewati Bandung (khususnya di sekitar daerah Dago) pada minggu siang 03 Juli 2011 ini. Mungkin dengan ini saya bisa menyimpulkan, jika ada presiden akan mengunjungi daerah tertentu, jangan sekali-kali anda melewati daerah tersebut saat beliau datang.

Kunci Publik dan Otentikasi Web

Algoritma kunci publik RSA, banyak dipakai pada skema otentikasi web, khususnya pada skema pertukaran kunci antar server dan client agar mereka berdua saling percaya. Contoh yang paling konkret adalah saat kita masuk ke akun email kita, misalkan saja gmail.com. Bagaimana anda mengetahui bahwa yang anda buka adalah benar-benar gmail.com, bukan situs palsu yang menyamar? Melanjutkan pembicaraan tentang RSA, beliau dan algoritma kunci publik lain dipakai karena sifatnya yang memiliki dua kunci. Berbeda dengan algoritma kunci biasa atau kunci private, sebuah pesan (atau file) yang dienkripsi dengan kunci K, harus didekripsi dengan kunci K juga agar pesan kembali ke teks semula. Hal ini mengakibatkan kedua belah pihak harus mengetahui kunci yang sama sebelum mereka bertukar pesan. Nah, cara bertukar kuncinya gimana? Ditelpon? Email?

Kriptografi dan Summer Wars

Waktu aku ditulis, penulisku sedang mendapatkan tugas kecil membuat implementasi algoritma RSA mungkin sebab itulah aku ditulis. Bagi yang masih asing dengan kriptografi, RSA adalah sebuah algoritma kriptografi (baca: penyandian) yang memiliki kunci enkripsi (pengunci) dan dekripsi (pembuka) yang berbeda. Algoritma ini mendasarkan diri pada masalah matematika klasik: mengalikan dua bilangan lebih mudah dibanding mencari faktor nya. RSA kini banyak dipakai dalam skema otentifikasi hubungan antara dua aplikasi di dunia internet. Summer Wars adalah anime yang di dalamnya terdapat kental dengan unsur teknologi dan juga kriptografi. Penulisku menyukai  summer wars karena kekuatan super tokoh utamanya, Kenji, adalah matematika. Okay, dia jago matematika, terus? Banyak yang pesimis tentang kemungkinan dunia Oz yang ada di anime ini, tetapi bagi yang memahami sedikit tentang kriptografi pasti akan mengernyitkan alis saat melihat aksi kenji. Mari kita lihat mengapa kenji bisa dibilang adalah wizard (atau dewa?).

Email

Email Seperti biasa, artikel blog kali ini didedikasikan untuk mata kuliah Keamanan Informasi. Kali ini, tugas eksplorasi sederhana pada mata kuliah Keamanan Informasi adalah melihat seperti apa wujud email sebenarnya. Sedikit tentang format email bisa anda baca disini. Email adalah teknologi yang sangat murah dan sederhana. Akan tetapi, ia menjadi teknologi yang sangat penting dan digunakan secara luas baik untuk sarana komunikasi maupun autentikasi. Sebagaimana surat biasa, surat elektronik atau email ini memiliki template tersendiri. Secara sederhana, selayaknya surat terdapat dua bagian utama pada email yakni Kepala Surat atau Header dan Isi Surat atau Body. Kedua bagian ini dipisahkan dengan sebuah baris kosong. Mirip dengan surat biasa bukan?

Ilmuwan Favoritmu Siapa?

“Scientific thought is the common heritage of mankind.” – Prof. Abdussalam Beberapa waktu lalu, pertanyaan itu terlontar kepadaku. Yah memang kalangan mahasiswa apalagi yang berhubungan dengan dunia eksak sudah sepatutnya tahu beberapa biografi ilmuwan, kisah dan hikmah yang bisa dipelajari untuk sumber inspirasi atau sekedar backing jika ada yang nanya (^^v). Kini, mari aku ceritakan sedikit profil dari seseorang yang menjadi jawabanku kepada sang penanya. Seseorang itu adalah Professor Abdussalam.