Dunia Maya
Comments 5

Facebook’s friend ~ Teman di Facebook

Most of you probably have hundreds if not thousands of “friends” on Facebook. I guess 500 is everyone average. But I just reach my second hundreds, 200 last week.

Kebanyakan dari kamu mungkin punya ratusan jika bukan ribuan friend alias teman di Facebook. Ya, rata-rata sekitar 500 teman lah ya. Kalau saya beda, saya baru menggenapi angka 200 minggu kemarin.

For the last three years, I have my Finds Friend button hanging over my blue bar and on the left-side panel. Some friends then ask why when they saw that: “how the hell you have that button”. I just said “don’t know, maybe because my friends is still a few”.

Tiga tahun belakangan ini, saya punya tombol Find Friends di batang biru Facebook saya dan juga di panel samping kiri. Beberapa orang yang melihat sampai bertanya “kok kamu ada tombol itu sih”. Saya cuma menjawab “nggak tahu ya, mungkin karena temanku masih dikit”.

In the early of my dwelling on Facebook, I even had under 40 friends. It lasted for at least two years. Yeah, I didn’t even tell my college friends my Facebook account. I just said I don’t own Facebook (which is true).  The Facebook Friends at that time is my buddy from high school that accept my challenge to prove whether I have Facebook account or not. And if I have, what is the account. That challenge is written in the form of blog post titled Probatio Diabolica that contain the essay that proving someone’s Facebook account is nonexistent is hard and nearly impossible. Devil proof aka Probatio Diabolica. Yeah, that is my Facebook’s account’s name.

Di awal semedi saya di Facebook, saya bahkan  hanya mempunya di bawah 40 teman. Hal itu berlangsung setidaknya dua tahun. Ya, saya bahkan tidak mengumumkan akun Facebook saya ke teman-teman kuliah. Saya cuma bilang “Saya gak punya Facebook” (dan itu benar). Teman Facebook waktu itu hanyalah sobat SMA yang menerima tantangan untuk membuktikan apakah saya punya akun Facebook atau tidak. Dan jika saya punya, apa akunnya. Tantangan tertulis dalam bentuk artikel blog berjudul Probatio Diabolica yang berisi ulasan bahwa membuktikan akun Facebook seseorang itu tidak ada adalah hampir tidak mungkin.   Devil Proof alias Probatio Diabolica. Ya itulah nama akun Facebook saya.

I have my friends up to hundreds and fifty because some of those buddy broke their pledge of secrecy. They mention me on another mate explicitly saying that I have that account. That mate have friends from my college and they see the post. At that time, I have a page saying “one million people support Albadr to have Facebook account”. One of that page founder see the post, and then *brarr*, hell breaks loose.

Saya punya teman sampai ke angka 150an karena seorang sobat tadi merusak janji  kerahasiaan mereka. Mereka menyebut nama saya ke seorang teman yang kain secara gamblang menyebut saya punya akun itu. Ternyata teman itu punya beberapa friend ke teman kampus saya dan dia tentu saja bisa membaca pos tersebut. Saat itu, saya punya page dengan judul “Satu juta facebookers dukung albadr buat account Facebook”. Satu dari pembuat page tersebut melihatnya dan kemudian “duarr”, semua terjadi bergitu cepat.

Last week I’m wondering when the Find Friends button disappear. Curious seeing that I did something that I never do in the past: adding friends, bulk-ly. Reaching the 200’s barrier, then I noticed that the button now disappear and I am now in the same shoes as everyone. Hmm, so the bottom limit is 200, my friends.

Minggu kemaren, saya bertanya-tanya kapan tombol Find Friends itu menghilang. Penasaran, saya melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya: menambah teman, secara massal. Mencapai angka 200, saya pun mengamati bahwa tombolnya sudah hilang sekarang. Hmm, jadi batas bawahnya 200 gan.

Oh, if you are one those friends I add for the last time, don’t worry. I don’t add you because I’m forced to for that curiousity. That’s not mean you are unimportant person that I add the last. Hey, I even have some important person that I don’t add until now just because I’m lazy or that person is too precious and I’m afraid.

Oh ya, kalau kamu salah satu dari teman yang saya add di  akhir-akhir, jangan khawatir. Saya bukan menambah kamu karena terpaksa akibat penasaran tadi. Tidak berarti kamu kurang penting makanya saya tambah belakangan kok.  Hey, bahkan ada orang penting yang belum saya tambah  karena saya malas atau saya takut karena saking tingginya dia.

But I do think that have thousands friends is unthinkable. Troublesome, even they is a nice target for spamming this blog’s everyday post. Because of that, I almost never add someone. I just accept someone else request to add me as friends, it’s better like that. But, I am also filtering. If the requester is my little sibling’s friends in the far away land that I never met, why should I accept their request. Just make my news feed dirty with their childish rambling, don;t you agree?

Tetapi, saya memang berfikir kalau punya teman seribu itu tak masuk akal. Buat pusing aja walaupun mungkin target yang lumayan untuk spamming tulisan-tulisan blog ini. Oleh karena itu, saya jadi malas menambah-nambah teman facebook. Lebih baik saya menerima permintaan tambah dari orang saja. Meskipun begitu saya juga milih-milih. Jika orang yang request  itu teman adik saya nun jauh disana buat apa pernah ketemu juga kagak. Ngotorin news feed aja dengan celotehan kanak-kanak mereka, iya kan?

But you don’t have too worry, I do add and accept friends that I never met. One or two request come from my blog reader that like my article. One of them is Sofyani Wulansari, my friend from Brawijaya who will go to US in August. Wow, amazing doesn’t she? Thank you very much for Sofy and good luck for your journey. If you are one of that reader and for some reason wants to know me more closely, don’t hesitate to add me in Facebook. Just state your intention, and I will gladly to accept you and add you to “precious reader” list.

Akan tetapi saya juga menerima teman walaupun belum pernah ketemu kok. Beberapa request berasal dari pembaca blog yang kebetulan suka dengan tulisan saya. Salah satunya adalah Sofyani Wulansari, teman dari Brawijaya yang akan berangkan ke Amerika sebentar lagi. Wow, hebat ya. Terima kasih Sofy dan selamat berangkat semoga selamat di sana. Jika Anda salah seorang pembaca dan kebetulan entah mengapa ingin mengenal saya lebih dekat di jaringan sosial, jangan ragu untuk menambah saya di Facebook. Tinggal jangan lupa mencantumkan siapa kamu dan keinginanmu, saya akan sangat senang menerimamu dan memasukkan mu ke daftar “precious reader” di Facebook.

How you treat your facebook friends? Have any nice experience from them? Share with me.

Gimana Anda memperlakukan teman di Facebook? Punya  pengalaman bagus disana? Ayo bagi-bagi dong.

5 Comments

  1. Ping-balik: 21 situs sosial media | blog no name

  2. Ping-balik: 15 Jejaring Sosial Terpopuler dan Beberapa Situs Lainnya | Blog Kemaren Siang

  3. Ping-balik: Bagaimana Saya Sekarang Mengisi Blog Ini | Blog Kemaren Siang

  4. Ping-balik: Facebook dan Google+ : Mengapa Google+ Terlihat Sepi | Blog Kemaren Siang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s