Islam
Comments 14

Idul Adha Moment

Kembali lagi mengisi blog di hari ini 10 Zulhijjah, hari Idul Adha saat setiap muslim di dunia merayakan hari qurban setelah sekian lama abstain dan stress. Hari ini juga aku mungkin mengalami sesuatu yang tak terlupakan dan agak beda sepanjang sejarah aku melewati idul adha. Sebelumnya, saya mengucapkan Selamat Lebaran Qurban buat semua saudara ku muslim dan muslimah di seluruh dunia.

Kamis, 27 November 2009 pukul 19.15, aku masih di kampus akibat hujan yang akhir-akhir ini mengunjungi Bandung setiap hari. Orang tua ku menelpon dan menanyakan kabar dan rencana shalat dan makanku di keesokan hari. Aku yakinkan bahwa besok sekitar pukul setengah tujuh (sangat lebih cepat dari Lampung) shalat ied dimulai. Setelah itu bakal banyak warung yang buka dan tidak perlu khawatir akan kelaparan akibat tutupnya penjaja makanan di seluruh lini.

Sekitar pukul delapan, aku pulang. Gerbang utara ITB telah ditutup jam segini sehingga mau tak mau gerbang Ganeshalah satu-satunya jalan keluar pengendara motor. Sambil lewat, di lapangan Campus Center ku lihat banyak garis-garis penanda shaf sudah terpasang, mungkin anak-anak salman tadi sore yang mengerjakannya. Aku pun makan malam di tempat biasa dan pulang ke kos.

Aku merenung sebentar. This night is very relaxing. Suara takbir sahut menyahut di seluruh angkasa. Malam begitu hening dan syahdu. Tidak ada tugas yang berarti. Cuma tapi ada tugas AAEI mendengar ceramah (mp3 kualitas rendah durasi 150 menit) dari kajian.net + biografi tokoh-tokoh dan Abstrak Data Type mingguan. Aku pasang kuping ke kuping dan ku buka aplikasi. Dan terdengarlah bunyi mobil bersahutan dari headset di kupingku. Aku sedang dikejar polisi.

Setelah puas main, aku terbangun setelah tidur lelapku. Tidak seperti dua hari sebelumnya pagi ini aku bangun dengan segar. Takbir masih bersahutan di luar sana. Aku shalat subuh dan menunggu pagi. Sekitar jam 6 aku pun mandi dan bersiap.

Selesai mandi, sambil bersiap ku merasa ada yang janggal. Gema takbir sudah hilang. Aku buru-buru berangkat sekitar 6.15. Beberapa orang tampak masih ada yang berjalan menuju lapangan parkir Tizi. Hal ini memang sudah kesepakatan shalat ied disini dan sudah ada iklannya.

Sesampai di tizi yang berjarak sekitar 20 meter dari kosanku, ku dengar gema sudah berubah menjadi salam pembuka khotbah. Beberapa orang yang senasip berdiri bingung tak jelas di pinggir shaf. Manusia di shaf wanita yang terlihat sudah pada duduk dan bingung tersenyum melihat kami. Ya, kami sudah terlambat. Khotbah sudah dimulai, dan tidak mungkin ada jamaah kedua di sana. Diskusi diantara kami berlanjut. Dari sana ku tahu sebagian besar dari kami orang minang. Frustasi, kami pulang ke Cisitu. Di tengah jalan ada rombongan dari arah berlawanan yang juga terlambat. Salah seorang dari mereka mengusulkan ke kampus. Katanya CC belum mulai shalat.

Akhirnya diputuskan, kampus menjadi harapan terakhir. Sekarang sudah setengah tujuh. Dengan malu kami mempercepat langkah ketika lewat tizi. Kami pun naik angkot untuk ke kampus, sekali naik angkot pun penuh sehingga angkot kami minta untuk berhenti di depan kampus. Tak disangka, penumpang yang ingin ke BIP disuruh turun oleh sang supir. Jadi seperti nyarter sekarang. Semua orang sudah menebak kalo ongkos bakal dinaikin nih. Ckckck… Sampai di depan gebang Ganesha, kami turun. Syukurlah, bapak-bapak yang juga bernasip sama dengan kami di tizi berbaik hati mentraktir kami semua.

Buru-buru sekali langkah kami di depan gerbang hari itu. Seperti biasa banyak mobil terparkir di jalan Ganesha yang tidak boleh diparkiri itu. Beberapa orang berpakaian putih juga turun dari mobil menuju lapangan CC. Di depan gerbang, kulihat sederetan ibu-ibu dan bapak kumal duduk bercengkrama. Para pengemis sudah standby rupanya. Langkah kupercepat dan akselerasi menjadi penuh ketika teman senasip berteriak, “Sudah Mulai Shalatnya Oy..”. Kami pun lari. Sebenarnya tidak boleh menuju tempat shalat dengan berlari, tapi panik mengalahkan kami. Sesampai di shaf, semua orang membentangkan sajadah dan aku lupa bawa. Padahal dataran paping dan aspal sudah habis di tag orang dan sisa hanya rerumputan becek. Syukurlah teman disampingku pengertian dan memberikan separuh koran dan sajadahnya ke depanku. Lumayan buat alas muka walaupun kaki di tanah.

Aku bertakbir dan beberapa milidetik kemudian imam mengkomandokan ruku’. Terpaksa deh ikutan ruku’. Lumayan dapat 1 rakaat ‘asli’ setelah tahu bahwa rakaat yang kami ikuti itu rakaat ke dua. Setelah imam salam, dengan berat aku naik kembali selayaknya makmum masbuk. Bedanya ini makmum takbir 5 kali saat dia naik kembali.

Itulah pengalaman shalat ied  masbukku. Baru sekali seumur hidup. Dan aku belum tahu aturan yang benar bagaimana. Selesai aku salam, khotbah dimulai. Kuliat dibelakang beberapa orang pun baru datang rupanya. Senasip juga. Beberapa memutuskan shalat masing-masing, beberapa pasrah dan duduk mendengarkan khotbah tentang “Nabi Ibrahim dan cerminan pemimpin, keadilan, dan rakyat Indonesia sekarang”.

Waktu shalat disini memang agak ekstrem. Dzuhur pun dimulai setengah 12 dan jum’atan salman sudah penuh sejak pukul 11 kurang. Magrib sudah selesai jam 6. Dan subuh pun dimulai jam 4. Itu sih waktu normalnya, pelaksanaan oleh manusianya apalagi di Bandung daerah kosanku bisa sedikit lebih cepat lagi.

Seusai ied, kami orang-orang senasip tadi tersenyum dan berjabat tangan. Trafic di jalan meningkat dan kami terpisah-pisah, tak sempat berkenalan. Aku yang lapar dan terombang-ambing arus pun berhenti, makan di bubur kacang hijau keliling yang parkir di depan gerbang salman. Aku duduk di boks yang basah sambil mengamati peshalat ied lalu lalang dengan disodori tangan oleh para peminta-minta di depan gerbang sana.

14 Comments

  1. Ping-balik: Bagaimana Saya Dulu Mengisi Blog Ini | Blog Kemaren Siang

    • Sip, banyak benda bagus macamnya disana.
      Gak tahu juga, mungkin emang jamnya lagi cepet atau gimna. Tapi emang waktu shalat lima waktu ngaruh ke waktu ied??

      Ini tempat kos saya aja yang aneh. Kecepetan. Mesjidnya kalo berangkat setelah azan, kamu bakal ketinggalan 1-2 rakaat. Padahal jarak ke kos cuma 3 menit.

  2. Firli says

    Sedih amat cerita lo,tapi sumpah,gw jg blm tau gmn caranya kl masbuk solat id..

  3. Cepet bnget y,, stngh 7 udh kya gtu… dtmptku jm 7 ru mulai,, hihi

    aku jg pernah menjdi masbuk… “dulu”… dan aku malu…

    apa ya yg mmbuat daerah salman dan sekitarnya cepat bnget “ontime pisan”… ?? bnyak orang salafnya ya?? hihi

    kajian.net nya sya coba ya… thnk’sss

    long posting,good post.ing..

    oh ya dah buka http://ubuful.wordpress.com lum?? hihi

  4. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah menjalani kita simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

  5. miraayuningtyas says

    btw ya bed,,agak oot nih

    kmrn pas d kapal,,aku ktmu sm Bani
    wiih diceritain tntg 4 legenda,,km n tiga org tmen km

    ckk…ckk…

    • Haha, legenda apaan. Bisa saja tuh bani.
      Mengada-ada jangan2…
      Ntar ceritain ya apa yang dia ceritain.

      Ktmu di kapal?? Emang pulang ngeteng?

  6. miraayuningtyas says

    oiya bed,,

    aku sholat d lampung lho,,^^

    alhamdulillah keburu
    nyampe rumah lgsg mandi n brgkt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s