Year: 2012

Bangga dengan Singapura, Malu dengan Indonesia

Senin siang 08 Oktober 2012, saya kebetulan berangkat ke kampus karena bosan di rumah. Tidak ada niat khusus sih tetapi ternyata ada kuliah umum di Ruang Multimedia Labtek V waktu itu. Kuliahnya sekilas tentang pengembangan riset teknologi di Singapura gitu. Pembicara kuliah umum ini adalah Prof. Susanto Rahardja. Beliau adalah full professor di NUS (National Univ of Singapore).

<Pasang Judul Super Kontroversial Disini>

Asumsi ada artikel berjudul “Rangga (bukan nama sebenarnya), Aktivis LDK itu lebih suka yg pantatnya besar”. Isi artikel kemudian berputar dalam sebuah dialog atau wawancara atau pengakuan si Rangga atau apalah yang isinya kira-kira: Ijul (bukan nama sebenarnya): Dia pantatnya besar… Rangga (bukan nama sebenarnya): Iya, itu saya suka itu. Isinya terserah. Bisa membesar-besarkan masalah pada headline. Atau membahas secara dalam dari sisi sana-sini. Kenapa aktivis bisa berkata demikian, dll. Menebar minyak dalam api. Padahal, cerita aslinya (dan dialog selengkapnya) adalah obrolan tentang mobil mana yang paling disukai. Bisa juga isinya memang menceritakan ragam mobil yang disukai mahasiswa. Akan tetapi, dengan judul semenantang itu siapa yang tidak mau membaca ya? (Ngomong-ngomong, dialog di atas adalah asli dengan nama pelaku disamarkan loh ya ^^v.) Yah itulah media, suka membesar-besarkan berita. Walaupun isinya cuma itu doang, judulnya super menarik. Hmm… Yah, setidaknya judul (yang kontroversial itu) masih berhubungan dengan isinya (walaupun makna atau kesannya jadi berbeda). Daripada artikelnya berjudul “10 Anggota DPR Diturunkan Karena Korupsi” padahal isinya publikasi acara himpunan :D. Yah, cuma tadi saya melihat ada …

Ruas Foto di Dompet: Diisi Apa ya?

Jadi ceritanya saya migrasi dompet nih. Kondisi storage yang lama sepertinya sudah tidak memadai. Robek disana sini sehingga isinya butuh direlokasi. Kemudian hal ini terbesik dalam pikiran saya. Itu bagian yang ada transparansi bening (biasa dipakai orang sebagai ruas foto) yang di dompet enaknya diisi apa ya? Hmm… Karena saya belum mempunyai seseorang yang rela fotonya ditaruh di ruas tersebut, saya jadi bingung. Ada yang mau jadi sukarelawan? Kalau dulu sih saya manfaatkan jadi loket pengisi uang logam. Lumayan kan daripada tidak dipakai. Toh, storage yang lama ini tidak memiliki ruangan khusus koin. Akan tetapi, ternyata hal ini (menyimpan receh di ruang itu) terbukti malah mempercepat kerusakan si benda. Biasanya apa yang kalian lakukan sih, untuk mengisi kekosongan tersebut? Seriusan nih… Punya gitu, foto… Karena nggak punya foto orang, saya punya ide isi foto sendiri aja. Kasih aja pas foto diri seperti yang saya lakukan pada gambar screenshoot di bawah! Gampang kan. Kalau butuh pas foto pada urusan tertentu, jadinya gampang. **Menyedihkan** Atau diisi kartu identitas saja? Agak keren, jadi kayak polisi gitu (kartunya harusnya …

Scumbag Inspiration

When I am walking, going home from campus, eating, taking a shit. Away from any kind of technology to take a note. Inspiration: Hey, hey… Why don’t you write this thing. That story. Or the one you experience today… When I sit in front of my laptop. Ready to write anything. Inspiration: I think it’s time for me to go. Ada yang mau buat komiknya?

Reblog: Solusi Mudah Menghargai Semangat Berbagi (Sekaligus Mengisi Blog)

Fitur reblog, meskipun terlambat ada di dunia perblogan, kini sudah siap digunakan. Hanya saja, kok banyak orang tetap meblog kembali artikel dengan salin-tempel biasa. Parahnya tanpa mencantumkan sumber lagi. Sebaiknya gunakan fitur reblog jika malas, dan gubah artikel asli jika kita rajin dan memang mau mencantumkan artikel penuh di blog kita. Gubah tentu saja dengan tambahan karya kita di artikel gubahan tersebut.

Hebatnya Persepsi Manusia

Suatu hari, saya sedang duduk di sebuah bis dari Merak menuju Bandung. Saya duduk di dekat supir bagian depan kanan. Menjelang gerbang tol Pasir Koja Bandung, tentu saja bis tersebut melambat dan berhenti sesaat di salah satu kios pembayaran tol. Sambil transaksi, percapakan singkat itu pun terjadi. Penjaga Gerbang Tol: “Gimana?” Supir Bus : “Belum.” Penjaga Gerbang Tol: “Oh.. Oke..” Bayangkan. Supir dan kios tol tadi itukan jarang bertemu. Supir gitu, jalan dari Merak-Bandung saja sudah 5 jam sendiri per perjalanan. Paling pol mungkin mereka hanya bertemu beberapa kali dalam seminggu. Akan tetapi, percakapan mereka saat itu sangat sederhana. Dengan kata-kata sesingkat itu pun mereka bisa mengerti satu sama lain. Apa nggak waw gitu? Saya sih kagum saja saat melihat fenomena itu. Tentu saja saya yang tidak terkait dalam pembicaran tidak punya ide sama sekali ttg. pembicaraan mereka. Direka-reka pun nggak ada klu sama sekali. Percakapan mereka begitu didesain supaya penguping tidak punya jejak apapun untuk merekonstruksi kejadian! Kalau dimodelkan dalam konteks kecerdasan buatan kayaknya agak ribet deh. Harus lihat konteks kalimat dengan pengolahan bahasa …

Motto : The World Can’t Be Changed with Pretty Words Alone

Hampir sebagian besar formulir memiliki ruas yang saya sangat sebal terhadapnya ini. Ya, ruas moto atau moto hidup. Setiap saya menemukan formulir yang menanyakan ini saya bingung mengisinya. Apa ya? Jalani hidup tanpa moto. Saya sih dulu kepikiran untuk mempunyai moto “Jalani hidup tanpa moto“. Lumayan kalau diisi ke ruas-ruas yang entah apa motivasinya menanyakan hal demikian. Jelas, tegas, dan cukup mendeskripsikan orang-orang seperti saya bukan? Orang-orang yang malas merumuskan kata-kata yang disebut moto. “Jalani hidup tanpa moto“, hmm bagus kayaknya. Sayangnya kalimat “Jalani hidup tanpa moto” tadi tidak cantik. Malah terdengar seperti pelarian. Bukan terdengar sih, lebih tepatnya memang pelarian. Nggak ada keren-kerennya. Kalau orang mendengar bakal tertawa, meremehkan, menafikan, atau bahkan meminta saya mengisi yang benar. Kalimat moto tersebut juga merendahkan pemiliknya kan. Masa saya mau menulis moto seperti itu kalau ditanya di CV atau oleh orang yang penting, calon bos saat melamar kerja misalnya (atau “melamar” lainnya)? Hal ini membuat pertanyaan besar untuk saya (bisa dilihat dari jenis heading-nya) dalam masa awal-awal menuju dunia orang dewasa ini. Apa ya enaknya? Moto yang dimiliki orang …

Kutipan Galau Minggu Ini

Sisi Ikhwan Pilihan memang banyak tetapi seorang ikhwan itu harus tegas dengan pendiriannya. Makanya sebelum memutuskan harus dipertimbangkan ke depannya gimana. (Abdurrisyad Fikri, 2012) Asbabul Wurud: Saya (penulis) berubah pikiran dari malas ikut menjadi mau ikut jalan-jalan ke Lampung melihat UKM Ruwa Jurai untuk kepentingan http://www.sandangindonesia.com. Karena yang ikut ternyata dua orang dan penulis kasihan, penulis pun memutuskan untuk ikut. Ternyata setelah diputuskan untuk ikut ternyata malah tiketnya cuma dibelikan dua dan akhirnya kemalasan ikut yang pertama tadi pun terejawantahkan. Sisi Akhwat Bila berada dlm suatu situasi dimana anda hendak pergi tetapi kendaraan yg telah anda tunggu2 tak kunjung muncul… Ya sudah tidak ada salahnya anda mencoba berjalan saja… Bila setelah berjalan lalu kendaraannya lewat, ya sudah naik dan teruskan perjalanan… Tak perlu lama2 berdiam diri dalam kegalauan… Life must go on ^^. (Indah K*rniasari, 2012) Asbabul Wurud : Tidak diketahui. Kutipan (quote) hanya diambil sepihak oleh penulis dari status Facebook pengutaranya. Dialog lanjutan dari kutipan di atas adalah. RA: Kalo udah siap langsung aja ukh, mending naek taxi ajah. Khan bisa di telpon. IK: Jangan naik …

Everyday Life ~ Batik

I admit that these pictures are not my everyday life looks like. But, these pictures show the face of those who struggle to conserve our county culture everyday. Batik is one of treasures, cultural treasures of Indonesia. Batik is recognized as national outfit and now used widely on the country. Civil servants and workers is obligated to wear Batik for a certain days of their work day. Some occupations even make Batik as it’s uniform such as stewardess. Batik is the pride of Indonesia. So many style and technique has been found to enhance batik. It is no longer a traditional cloth. It is also no longer a national formal outfit to attend office work, business meeting, or party invitation anymore. It is one of the fashion and can be used in all kind of occasion on all kind of cloth type. It has many styles: traditional style, young style, and modern style. Even the abstract one has come to the surface in the last few years using mathematical equation called Fractal Batik. It is …

Weekly Photo Challenge: Near and Far ~ Goat and Boat

Hey everybody. It’s been a while since my last post on Dailypost Weekly Photo Challenge. The theme is gradually harder and harder and I can’t come up with it. So, shame me. Fortunately, this week is easy enough for me. Welcome back, me! Long story short, the theme this week is near and far. Well, as you can see in the picture above, near camera is a goat and far from camera is a boat passing. This rather funny picture – I don’t know what the goat’s doing in the port – is taken at Panton Port in Tanjung Balai Asahan, North Sumatera, Indonesia. The goat and his friends maybe just taking a walk on the sunny evening. Okay, I think that’s my share this week. I am looking forward to the next photo challenge too.

Membentengi Diri dan Keluarga dari Ancaman Dajjal (2) ~ Masalah dan Solusi

Oleh Dr. K.H. Asep Zaenal Ausop, M.Ag. Khutbah Idul Fitri 1433 H – 2012 M. Institut Teknologi Bandung. Tidak mengada-ada jika kami katakan bahwa kini Dajjal telah menyusup dan memengaruhi seluruh sendi kehidupan kita. Dajjal menyusup dalam hiburan dan pakaian, menyusup kepada remaja dan orangtua, menyusup kepada sistem ekonomi dan politik, bahkan menyusup mula ke dalam simbol-simbol islam. Kini hampir semua orang menggunakan internet sebagai sumber informasi. Internet sangat bermanfaat. Akan tetapi, disana terdapat pula berbagai macam informasi yang sebetulnya bisa merusak akhlak antara lain situs-situs yang bersifat pornografi. Kami beristighfar ketika membaca hasil penelitian sebuah tim, bahwa di suatu provinsi, lebih dari 50% remaja usia SMP-nya sudah melakukan hubungan sebadan. Naudzu billahi min dzalik. Sangat mungkin ketika di rumah anak-anak kita seperti anak soleh, pura-pura awam soal itu tetapi di luar rumah ternyata mereka berbuat maksiat. Mengapa mereka melakukan zina? Sangat mungkin karena anak-anak kita tidak tahu besarnya dosa zina, tidak tahu bagaimana akibat perbuatan zina, baik di dunia maupun di akhirat. Kasus yang sering terjadi pada malam pengantin, perumpuan tidak lagi virgin. Suami …