Dunia Maya
Comments 6

Reblog: Solusi Mudah Menghargai Semangat Berbagi (Sekaligus Mengisi Blog)

Blog sudah menjadi dunia sendiri. Akan tetapi, tidak seperti jejaring sosial, Facebook misalnya, dunia blog luas – tidak hanya di halaman itu-itu saja – meskipun kita hanya memerhatikan satu penyedia layanan blog misalnya WordPress. Setiap blog memiliki wajah masing-masing mulai dari tema, warna, gaya tulisan, konten isinya, dan lain-lain. Yang paling penting, tentu saja, kita tidak disuguhi dengan banyak teriakan sepihak milik orang (yang seringnya bernada senang, kesal, galau dan kita tidak mengerti maksudnya apa dan ditujukan ke siapa) seperti:

Di blog, kita hampir tidak akan menjumpai tulisan se-“hampa” itu. Setidaknya, ada informasi yang disampaikan lah dalam setiap artikel blog.

Akan tetapi, karena blog terlalu luas setiap blog – jika pemiliknya mengurusi – berjuang dengan kontennya masing-masing supaya target periode pos terpenuhi atau orang banyak yang singgah: rebutan pengunjung. Seringkali karena hal itu, isi blog tidak menjadi original. Dengan kata lain, blog diisi dengan salin-tempel (copy-paste) artikel dari blog atau situs lain. Sebenarnya sih hal ini tidak masalah asal dicantumkan alamat artikel asli yang diambil. Akan tetapi, tentu saja, banyak sekali contoh kasus orang tidak mencantumkan sumber acuan yang dipakai. Belum lagi, penyalinan apa adanya persis seperti artikel asli (salin-tempel: tanpa penggubahan,  penambahan informasi, atau setidaknya pemberian pendapat pribadi kek) dan tanpa sumber membuat si penyalin terlihat sangat tidak kreatif dan membuat kesal pemilik artikel asli.

Hal di atas hampir tidak dapat dihindari sebelum ada fitur Reblog. Fitur reblog sendiri baru muncul beberapa tahun belakangan di dunia perwebsosialmediaan. Sekitar tahun 2009 ketika Twitter memperkenalkan fitur retweet yang sangat populer tersebut, banyak website lain yang menerapkan fitur yang sama. Bahkan WordPress baru memasang fitur reblog ini pada tahun 2010 dan diperbarui pada Januari tahun 2012 ini. Sebelum itu, memblog kembali sebuah artikel memerlukan kopi-paste secara eksplisit atau yang keren ya lewat email lah.

Dengan fitur reblog, kita hanya mengutip beberapa paragraf awal dari artikel tersebut dan tautan utama ditujukan ke alamat asli artikel tersebut. Dengan demikian, kita sangat menghargai penulis artikel dengan mengarahkan pembaca ke situs aslinya. Bukan kita yang menulis, masa kita yang mendapat arus tambahan pengunjung. Dengan reblog, kita justru membantu pemilik artikel asli supaya mereka banyak dikunjungi pembaca.

Selain itu, di bawah tautan menuju alamat asli artikel yang di-reblog kita bisa menambahkan tanggapan atau komentar kita terhadap tulisan tersebut. Keren misalnya, kritik-saran, atau hal yang ada hubungannya dengan pekerjaan kita. Pemilik artikel asli pun akan mendapat notifikasi bahwa artikelnya di-reblog dan mereka bisa membaca komentar kita. Saya sendiri merasa seseorang me-reblog memberikan kesenangan yang lebih besar daripada seseorang mengacu artikel kita.

Membaca adalah hal yang lebih mudah dibanding menulis meskipun kata pak Budi Raharjo memang membaca terkesan kurang produktif. Karena menulis lebih susah, tentu saja mengisi blog yang memerlukan kita menulis sesuatu juga hal yang susah. Yah, karena membaca lebih mudah, kenapa kita tidak mengunjungi beberapa blog yang kita suka atau berkenala di dunia blog (blogwalking). Jika kita menemukan sesuatu yang menarik berilah komentar di sana. Hal ini kan juga bagian dari aktifitas blogging (blogging tidak hanya menulis di blog sendiri kawan). Nah, jika ada tulisan yang mungkin pas banget di blog – kebetulan lagi malas nulis hari ini – tinggal kita reblog tulisan tersebut. Tambahi sedikit tanggapan dan selesai! Blog kita nambah isinya, target isian harian tercapai, dan kita menjunjung tinggi sang pemilik artikel dengan membagi blog mereka dan menambah tautan (page rank) ke artikel mereka.

Namun, blog yang berisi hanya pos-pos reblog tentu saja tidak bagus. Bagus sih mungkin jika reblognya dikhususkan untuk topik tertentu dan diberi komentar yang mantap-mantap. Akan tetapi, menurut saya hal ini sama tidak kreatifnya dengan salin-tempel. Contohnya adalah blog rubrikbahasa dan rumahbahas4 yang keduanya berisi salinan artikel kebahasaan [tetapi tidak menggunakan fitur reblog]. Blog yang pertama menyalin dari surat kabar cetak dan artikel dikategorikan dengan rapi menurut tanggal dan penerbit. Blog yang terakhir banyak menyalin dari kompasiana dan dikategorikan menurut bahasa. Sayangnya, blog yang terakhir ini tidak mencantumkan alamat asli dari artikel, hanya penulisnya saja.

Saya sendiri sih lebih suka penyaduran atau penggubahan artikel. Dengan demikian, artikel sumber hanya menjadi acuan dan disertakan tautannya. Artikel diubah secara drastis walaupun topik bahasannya sama, ditambahi komentar disana-sini, ditambahi informasi baru, kritik, dan saran, sehingga kita pun punya gawe disana. Seminimal-minimalnya mungkin mengalihbahasakan suatu artikel tertentu dari bahasa lain ke Indonesia lah. Hitung-hitung memperkaya artikel berbahasa sendiri di ranah maya ini.

Akan tetapi sekali lagi, kalau kepepet males nulis, yah, saya akan me-reblog aja lah. Hehe… Sayang reblog dari penyedia blog lain masih susah. Jatuhnya ya ke salin-tempel lagi nih. Yah, asal tetap diberi alamat artikel asli dan ditambahi gawean kita sendiri tidak terlalu masalah lah.

6 Comments

  1. betul gan,, kadang nulis buat uniq conten unutk blog sendiri susah susah gampang.. tapi kalau kita blogwalking dan menemukan ide serupa dengan blog milik orang lain. namun tetap menggunkan bahasa dan sudut pandang pribadi. tetap boleh kan gan? maklum masih newbie juga,, hehehe

  2. Ping-balik: Berbagi Tulisan WordPress ke Facebook dan Bugnya | Blog Kemaren Siang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s