Berikut adalah ringkasan ketiga dari slide presentasi yang berjudul The Real Life Social Network oleh Paul Adam (padday). Paul Adam adalah salah seorang enginer yang merancang Google+. Slide ini dipresentasikan pada Voices That Matter Web Design Conference, San Francisco bulan Juni 2010.
Ringkasan ini berfokus pada pentingnya privasi dalam jejaring sosial dan rendahnya pengetahuan orang tentang pesebaran konten di dunia maya.
Dalam slide ini, padday juga memperingatkan bahwa kita khususnya bagi pengembang web (layanan web apapun) dan pebisnis mau tidak mau harus bisa merancang bagaimana sistem jejaring sosial yang baik. Bagi kita para pengguna, slide ini juga berguna untuk memberikan pengetahuan tambahan bagaimana berjejaring sosial yang baik.
Privasi
Mengapa penting memberi orang kendali atas data mereka.
Privasi adalah proses pengelolaan batas. Hal ini berkaitan dengan mengendalikan seberapa besar orang tahu tentang kamu.
Konten publik tidak sama dengan konten yang dipublikasi. Orang bisa nyaman menyebar informasi ke setting publik satu tetapi tidak setting publik lain. Jika kamu menyebar informasi seseorang lebih besar sedikit dari yang ia harapkan, kamu bisa melanggar privasi orang itu. Sebentar lagi akan diberi contohnya.
Riset pada penggunaan Facebook menunjukkan hanya 8% dari pengguna membiarkan profilnya terbuka untuk dicari orang di pencarian Facebook. Kemudian, 64% dari pengguna mengeset profilnya menjadi “hanya teman”. Orang muda cenderung lebih peduli terhadap privasi dibanding orang tua. Kita sering berfikir orang tidak peduli dengan privasi karena tidak mau berurusan dengan pengaturan yang ribet. Padahal :
44% membatasi jumlah informasi personal tentang mereka di dunia maya
71% mengubah setting privasinya
47% menghapus komen tak diinginkan di profilnya
41% menghapus namanya dari foto
Kemudian,
orang meremehkan konsumen konten mereka.
Hal ini termasuk menulis sesuatu (termasuk status) yang bisa diindeks oleh mesin pencari, konsekuensinya konten tadi bisa dicari oleh orang.
Dalam dunia nyata, informasi kita hanya terbatas pada tempat kita berada. Hanya orang dengan jarak tertentu yang bisa melihat kita. Okelah orang juga menggosip. Akan tetapi, secara umum kita bisa mengatur seberapa besar gosip tersebut menyebar.
Dalam dunia maya, hal ini jauh berbeda. Kita kehilangan sifat dari dunia nyata tadi. Orang menulis konten secara publik tanpa tahu siapa yang akan membaca.


Pada masa kini mungkin saja status tersebut tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi, orang di atas tidak mempertimbangkan majikan masa depan yang mungkin memperkerjakannya. Ingin jadi polisi misalnya dan calon bos menemukan status di atas, bagaimana jadinya?
Tugas kita sebagai desainer, untuk memastikan bahwa orang mengerti apa yang terjadi.
Masalah ini adalah masalah transparansi. Sistem kita harus sangat transparan dan kritis dalam menangani hal ini. Orang harus diedukasi terhadap konsekuensi dari setiap aksi mereka dan kita harus berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskannya.
Orang tidak sadar bahwa informasi mereka persisten
Ketika kita menggosipi orang, lalu orang itu datang, kita berhenti menggosip. Gosip tadi hilang. Akan tetapi jika gosip ini terjadi di Facebook, informasi ini akan ada selamanya untuk dilihat orang tersebut.
Bayangkan. Saat Anda umur 25 tahun, suami Anda menemukan bahwa Anda itu cewek sampah pada umur 17 tahun. Baca Selengkapnya