Cerita Jepang
Comment 1

Apato Ini Berpenghuni Ngga Sih?

Kamar baru, kosongan

Genap satu setengah bulan saya pindah apartment ke Nagoya (setengah bulan kok genap). Setelah lulus dari Toyohashi, saya pindah ke Nagoya sini, untuk mencari nafkah. Walau belum ada yg mau dinafkahi sih. Eh. Ehm…

Oh ya, apato yang di judul itu artinya apartement. Namun jangan salah, namanya aja yang keren, tapi sebenarnya levelnya sama dengan kosan di Indonesia. Cuma ada dapur dan kamar mandi dalam aja. Nggak sekeren apartement yang di Dago itu lah.

Ngomong-ngomong keren, ada dua jenis kamar sewa disini. Apartment dan Mansion. Kocaknya, keduanya nggak sekeren makna kata dalam bahasa Inggris. Dua-duanya sama-sama kosan. Bedanya cuma di jumlah lantai (dan konstruksi) bangunan.

Apato atau apartment itu cuma dua lantai maksimal. Dindingnya biasanya kayu. Kalau diketuk sebelah denger. Kalau atas jalan dikit aja, yang di bawah denger.

Mansion itu gedung tinggi. Jadi ada beton nya dikit lah. Nggak mesti lebih gahul dari apato. Buktinya, kamar saya sekarang ini masuk kategori mansion tapi dari sisi ukuran dan fasilitas nggak lebih keren dari apato yang di Toyohashi.

Apato lama dan mansion baru

Dapur sempit. Kamar mandi sempit. Dapur dan kamar nggak ada sekat. Jadi kalau kelewat hari Jumat dan lupa buang sampah harus nunggu Selasa dan menahan bau. Apalagi kalau ada ikannya. Untungnya bagian utama kamar ini keren, berkarpet, dan agak luas. Bisa untuk berdua lah setidaknya. Eh. Ehm. Kok lari ke situ lagi…

Waktu cari kamar, saya bilang “apato wo sagashiteiru no desuga…” yang artinya “nyari apato nih…”. Mamas agent menjawab: “heya wo sagashiteiru no desune.” Dibetulin, cari kamar ‘heya’ bukan apato. Hehe… Oh ya, kebanyakan kamar sewaan di Jepang harus cari via agen lho ya, jadi enak. Nggak kayak di Bandung yg agak ribet kalau nyari kosan, harus dateng ke kandidat satu per satu. Lebih lanjutnya, silakan googling ttg cara menyewa kamar di Jepang.

By the way, setelah enam minggu disini saya belum bertemu manusia lain di mansion ini loh. Sekali pun. Makanya saya jadi bertanya-tanya, ada orang lain yang tinggal di sini nggak ya. Hm Hm…

Tanda-tandanya sih ada. Ada suara-suara orang lewat di tangga gitu. Atau mesin cuci koin di bawah hidup. Di kotak sampah depan, plastik sampahnya bertambah di hari Selasa Jumat. Nah. Wujud manusianya aja yang belum pernah liat langsung.

Hm Hm…

Suatu malam seminggu sebelum pindah dari apato di Toyohashi, ada yang krusak-krusuk di atas kamar saya. Ternyata orang pindahan. Esoknya saya ketemu orang itu, bapak dan anak, mengetok pintu apato. Kayak video di Minna no Nihonggo, mereka berkenalan dan ngasih kado :

つまらないものですが。。。

“Ini barang membosankan, tapi…” kata si Bapak persis seperti di Minna no Nihonggo. Ini barang ga seberapa tapi mohon diterima sebagai token persahabatan. Begitulah…

Dua tahun setengah di Jepang, pas lulus baru deh dapat kejadian yg dipelajari saat les bahasa Jepang. Hmm… Kayaknya itu kalau nggak ada si bapak, si anak nggak bakal ngetukin pintu tetangganya deh.

Btw, barang yang diberi adalah handuk. Kayaknya handuk dari 100en shop atau 300en shop. Memang barang tsumaranai sih. Sekarang masih saya simpan. Niatnya mau saya kasih lagi ke tetangga di apato baru di Nagoya. Ikut-ikutan “tsumaranai mono  desuga…” Lumayan kan nggak usah beli kadonya haha.

Namun nggak tercapai, dan sekarang teronggok di meja. Ragu juga mau ngasih siapa, kamar tepat di bawah kamar saya kah. Atau kamar sebelah kah. Atau semua satu lantai ini harus dikasih ya… Karena malas, akhirnya nggak tercapai dah. Dan belum bertemu sosok penghuni lain di gedung lima lantai ini.

Semoga bukan cuma aing yang tinggal disini.

1 Komentar

  1. Ping-balik: Para Pengetuk Pintu | Blog Kemaren Siang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s