Hari: 9 Juli 2015

JLPT di Jepang: Cek Muka, Kartu Kuning/Merah, dan Hape di Amplop

Minggu kemaren saya ikut JLPT. Ini kali kedua saya ikut tes bahasa Jepang langsung di negaranya. Dibanding Indonesia terdapat beberapa perbedaan mencolok dalam melaksanakan ujian ini. Selain lebih mahal (Jepang: 5500 yen, Indonesia: 135.000 rupiah), alur ujian di dalam ruang kelas jauh lebih strict. Sangat berbeda dari ujian manapun yg pernah saya rasakan. Pengawas dalam ujian ini satu kelas bisa ada 5-6 orang. Kelas yang saya datangi berisi sekitar 140 peserta ujian, pengawas ada lima orang. Satu pengawas menjadi pemimpin kelas. Tugas pemimpin ini adalah memberikan pengumuman-pengumuman dan mengatur jalannya ujian. Sisanya menjaga setiap baris meja-meja kelas, ada empat baris meja panjang. 1. Waktu Ujian dimulai pukul 12.30 tetapi kelas dibuka dari 12.00. Soalnya setelah 12.30, peserta tidak boleh masuk lagi (dan juga gak boleh kelar). Dari jam 12 tadi, pengawas sudah mulai memberi pengumuman-pengumuman. Cocokkan nomor peserta dengan di meja. Dll. Saya masuk kelas pukul 12.10, soalnya dzuhuran dulu kan, dan peserta sudah pada rapi duduk di dalam kelas. Penjelasan dan pengecekan kesiapan kelas ini sangat detail, namun mereka melakukan dengan sangat efisien. Hanya …