Sosial Politik
Comments 2

Harga Sebuah Pelayanan: Parkir di McD Simpang Dago

Bulan lalu, saya parkir di McDonalds Simpang Dago karena mengantarkan teman saya untuk membeli bekal makan siang. Pakai motor tentu saya parkir di tempat parkir motor di halaman samping bangunan. Halaman itu berukuran sedang dan lumayan penuh.

Setelah memasukkan motor ke celah di deretan motor lain dan mengunci stang motor, kami pun masuk ke dalam dan memesan bekal. Sekitar 10 menit kemudian kami pun keluar.

Sesampai pintu depan McD yg otomatis ada yg agak aneh. Di parkiran samping (terlihat karena semua dinding McD kaca), ada bapak-bapak mulai menyentuh motor saya. Kami tetap jalan, dan bapak itu tetap berusaha mengangkat motor keluar dari deretan motor yang sedang parkir. Saya waktu itu belum memahami, apa yg terjadi?

Wah, mau nyolong nih?

Beberapa puluh detik kemudian, jarak kami dan motor + bapak itu tinggal 5 meter lagi baru saya mengerti. Bapak itu telah selesai mengeluarkan motor saya dari deretan ke area yg lebih lapang. Kemudian bapak itu berdiri di samping motor – menunggu saya.

Oh, tukang parkir toh? Keren amat?

Jadi gan, ini tukang parkir rupanya hapal motor dan pemiliknya (entah karena saya baru bentar, atau memang SOP disana). Begitu pemilik motor akan keluar, dia langsung menyiapkan motor itu supaya bisa langsung ditunggangi pemilik. Pemilik gak repot-repot untuk maju mundur mengeluarkan motor.

Dengan aksi sederhana tersebut, saya serasa seperti eksekutif muda (padahal motornya butut). Tahu kan ya? Kayak habis keluar dari hotel gede terus di depan lobby sudah ada mobil saya ditaruh disana. Wah, senang rasanya.

Dan dengan inisiatif tersebut, saya menjadi rela untuk mengeluarkan uang Rp1.000,- untuk balas jasa kepada tukang parkir. Tidak seperti biasanya yg saya dibuat dongkol, wong saya yg susah-susah maju mundur, tukang parkir cuma menyemprit dan sesekali megang belakang jok motor. Sama sekali tidak membantu tapi pada akhirnya berdiri di depan sambil menyodorkan tangan, minta bayar. Cih! Kali ini tidak, ringan sekali saya meninggalkan tempat itu.

Memang sebuah pelayanan itu sangat berharga. Seandainya di Indonesia pelayanan dijunjung tinggi…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s