Kampus Ganesha
Comments 3

Ralat Tips Menghindari CCTV Salman dan Usulan Pemosisian Kembali

Minggu lalu saya menulis artikel tentang cara mengindari kamera CCTV di Masjid Salman. Perlu diketahui bahwa Masjid Salman ITB ini baru menambah installasi CCTV di sekitar ruang utama masjid terutama di pintu masuk. Ada 10 buah CCTV. Artikel ini akan meralat beberapa ketidakakuratan pada artikel sebelumnya.

Mohon maaf untuk ninja-ninja yang gagal setelah mengikuti tips saya tersebut.

Kemudian, jika memang masih ada yg belum nyambung maksud saya nulis artikel nyeleneh tersebut, adalah kritik ttg posisi CCTV-nya. Dengan demikian, saya juga ingin memberikan usulan pemosisian ulang CCTV tersebut. Perlu dicatat bahwa saya bukan pakar CCTV apalagi pakar telematika. Jadi, dasar usulan saya ini hanyalah common sense.

Ralat Tips Menjadi Ninja

Anda tidak suka tertangkap kamera? Alergi kamera? Difoto haram? Atau ingin masuk masjid seperti ninja? Ikuti tips berikut. Nah yang diralat adalah sebagai berikut.

Kemaren saya menyarankan salah satu espace route dari dalam ruang utama Salman adalah melewati Jepang kortim langsung. Ternyata hal ini adalah kesalahan besar. Di Jepang kortim, terdapat dua CCTV yang divergen ke arah pintu utama kortim. Dengan demikian, Anda para pelaku antikamera akan tertangkap kamera (dua buah pula!) jika lewat sini.

Dua Kamera di Jepang eh Kortim

Dua Kamera di Jepang eh Kortim

Kemudian, yang saya salah gambar juga adalah arah CCTV pada lorong utama ikhwan. Arahnya bukan ke dalam tapi ke luar, ke arah selasar hijau. Dan di selasar hijau ini juga terdapat CCTV yang mengarah ke tempat penyimpanan sepatu.

Akhirnya, denah Salman dan rute perang kita yang lebih akurat adalah sebagai berikut.

Rute Perang yang Baru

Yang saya lupa bilang adalah, di samping tandas ikhwan itu ada tempat yang menembus ke luar (tidak ada dindingnya) yg bisa dilewati. Tantangannya hanyalah tempat itu sedang dipergunakan untuk menyimpan bahan bangunan. Dengan memanfaatkan tempat ini, kita tidak perlu lagi lewat selasar hijau dan mengambil risiko dikenali oleh dua CCTV. Lihat panah merah pada denah di atas.

Escape Route

Nah, di diagram yang baru saya tambahkan juga rute kabur dengan warna ungu dan pink. Anda sebenarnya bisa lewat rute masuk tapi ya lewat sini juga boleh, biar lebih seru. Toh, rute kabur ini tidak terkena CCTV sama sekali. Hanya saja kedua rute melibatkan aksi melompat (ditandai lengkungan pada panah pada diagram di atas).

Menurut gambar ini, sepertinya pintu paling kiri tidak tertangkap kamera. Jadi Aman.

Menurut gambar ini, sepertinya pintu paling kiri tidak tertangkap kamera. Jadi Aman.

Counter Intelligence: Posisi CCTV Anti-Ninja

Yang saya sesalkan dari installasi CCTV Salman yang baru ini adalah posisinya tidak menangkap gambar sesuai jalur yang lazim di lewati orang. Misalnya gambar di bawah yang diambil langsung dari lorong utama tempat ikhwan masuk ke ruang utama. CCTV tidak menghadap depan lorong! Jadi percuma deh diletakkan disana, toh nggak menangkap gambar orang masuk.

Datang dari jalan utama nggak ketahuan.

Datang dari jalan utama pun nggak ketahuan.

Berikut adalah usulan posisi kamera saya. Asumsi yang diambil adalah kamera statis (atau bisa diputer tapi terbatas). Kemudian asumsi berikutnya, (setahu saya) tujuan CCTV adalah untuk mengkover semua pintu yang sering dilewati orang sehingga setiap orang yang keluar masuk ruang utama bisa terekam. Iya nggak sih?

Efektifitas saran ini tidak ditanggung. Jadi klaim bahwa skema ini lebih baik dari skema lama adalah klaim kosong semata.

Diutamakan bagian koridor selatan.

Dengan memosisikan ke sepuluh CCTV yang baru itu ke arah pintu utama, baik dari luar maupun dalam, seharusnya siapapun yang lewat akan terekam. Termasuk tangga ke lapangan rumput di timur yang agak rawan kehilangan sandal, harusnya juga direkam tuh. Kalau posisi sebelumnya kan bagian tangganya tidak terekam, justru satu kolom daerah pada kortim diawasi oleh dua kamera.

Selain posisi mungkin sudut kamera juga harus diperhatikan.

Terakhir, saya agak tidak begitu mengerti kenapa masjid (Salman) harus memasang CCTV. Biasanya orang memasang CCTV kan supaya aman dan referensi jika ada kejadian. Aman dan kejadian ini berkaitan dengan barang berharga. Barang berharga masjid biasanya kan ada di bagian mihrab. Nah, harusnya disana juga ada CCTV. Malah ini kagak ada.

Oh ya, pintu masuk ke ruangan mihrab di koridor selatan juga harusnya dipasang, jadi saya posisikan satu kesana juga tuh. Yang utara yang belum ada. Hmm…

Jadinya total CCTV (termasuk tambahan di depan mihrab) ada 11 CCTV.

Begitulah.

3 Comments

  1. kalau liat skema aslinya (kondisi nyata posisi kamera), sepertinya memang bukan untuk mengawasi keluar masuknya pengunjung ya? tapi lebih ke “mengawasai koridor”
    *if you know what i mean
    #konstipasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s