Hari: 19 Juni 2013

S.U.A.M.I. & I.S.T.R.I.

Suatu hari, pak ustadz bercerita. Pernikahan itu ibarat mengarungi samudera. Saat ini, kita seperti sedang berdiri di pantai. Melihat ke arah laut sana, semua tampak indah. Langit biru, cahaya mentari senja, dan hamparan laut yang jernih menyibakkan karang dan ikan berenang-renang. Padahal, ketika kita mengangkat sauh dan pergi ke tengah laut sana, tidak di pinggir pantai lagi, keindahan yg kita lihat tadi perlahan-lahan akan memudah. Yang ada adalah perjuangan. Ombak dan badai. Supaya bahtera rumah tangga dapat tersebut dapat dikemudikan dengan baik, sebaiknya kita memahami apa itu SUAMI dan ISTRI. S.U.A.M.I. S – Sabar. Sepertinya halnya berlayar dalam sebuah kapal, kita harus sabar dan tenang dalam menghadapi segala hal. Laiknya berlayar, pernikahan tidaklah berisi taman-taman indah semata. Banyak sekali problematika yang akan dihadapi. U – Usaha. Seorang suami harus berusaha. Berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, karena memang itu kewajibannya. Berusaha untuk memberikan nafkah yang halal dan thayyib. Berusaha untuk memasukkan keluarganya ke surga. Kalau suami tidak bisa usaha, nanti sulit ditaati istri. Misal motor dibelikan istri. Kalau mau memakai motornya kan repot, harus izin …