Bandung
Comment 1

Perasaan Saya Saja atau Di Bandung Memang Kondisi Jalannya Jelek?

Peta Kerusakan Jalan (dll) di Bandung

Dari waktu saya menjejakkan kaki di Bandung 5 tahun silam, hingga sekarang, hal ini selalu membuat saya bertanya-tanya. Bandung ini kan kota besar, Ibukota Provinsi Jawa Barat. Paris van Java. Bersejarah. Kota terbesar ke empat di Indonesia. Tapi kok jalannya jelek sih. Pada rusak atau setidaknya bolong, pasti ada bolong di setiap ruas jalan. Nggak peduli dia itu jalan raya utama atau jalan depan kantor gubernur.

Ada apa gerangan? Atau itu cuma perasaan saya sajakah. Halusinasi?

Peta di bawah adalah peta yg menggambarkan area hidup saya. Sangat kecil, dibanding area Bandung yg begitu luas. Dapat dilihat di peta, daerah jalan yg (seingat saya) punya cacat seperti lubang atau memang parah-separahnya. Contoh dari kasus yg terkhir adalah Jalan Tubagus Ismail – Sadang Serang. Yup. Parah, banget! Padahal yg lewat disitu setiap hari tidak sedikit.

Peta Kerusakan Jalan (dll) di Bandung

Merah: Jalan rusak atau ada lubangnya
Hijau: Macet rutin setiap saat
Biru: Banjir kalau hujan deras

Di sekitar ITB, tepatnya di Jalan Tamansari, sebagian Jalan Ganesha, dan Jalan Siliwangi dekat Simpang Dago, dua atau tiga tahun silam juga sama. Parah, parah banget. Teman saya saja konon ada yg pernah jatuh di sana, tergelincir gara-gara jalannya berkawah. Namun, sekarang sudah bagus banget. Dalam waktu kurang dari seminggu apa, berubah total. Yang di Taman Sari dan Ganesha sudah mulus. Yang di Siliwangi sudah di beton, walaupun masih sedikit rusak-rusak. Khususnya jalan aspal lama (yg nggak dibeton) di antara jalan beton baru.

Dan seingat saya, selama lima tahun terakhir hanya itu jalan yg berubah 180 derajat. Sisanya masih sama, padahal terbukti nggak lama kan membagusin jalan sekitar ITB tadi.

Jalan Juanda menuju BIP juga masih sedikit bergelombang, nggak mulus. Jalan di sekitar Gedung Sate juga sedikit bolong dan banjir pada saat musim hujan.

Ini emang di seluruh Bandung atau emang cuma di sekitar tempat saya hidup saja ya? Konstipasi kah?

Kalau memang seluruh Bandung rusak (atau kalau rusaknya memang cuma di sekitar saya dan kerusakan itu nyata, bukan halusinasi yg saya buat-buat), kok bisa? Kenapa? Apa Bandung kurang dana untuk membenahi infrastruktur? Dananya kebanyakan dipakai buat nanam pohon setiap hari kali ya…

Bagaimana menurut Anda? Khususnya yg orang Bandung…


Saya kepikiran untuk membuat semacam peta di atas untuk seluruh Bandung. Gampang kayaknya, tinggal sediakan waktu satu hari. Lalu, jalan-jalan deh keliling Bandung sambil buat peta. Jalan yg jelek/ berlubang diberi tanda merah. Gampang kan, kita civillian saja bisa. Apa orang PU bandung nggak ada yg pernah kepikiran gitu ya, buat dokumentasi jalan mana saja yg perlu diperbaiki di kota kembang ini? Oh ya saya tahu, butuh ada pengadaan proyek survey dahulu baru dokumentasinya dibuat. Okay.


Tugas walikota yg akan datang nih untuk mengubah wajah Bandung menjadi lebih baik. Entah itu walikota sisa relics of the past dengan plot alternating bifamilia monarch-nya, atau walikota yg memang kerjaan sehari-harinya membuat tata kota dan bangunan yang bagus, atau walikota lain. Kita tunggu saja.

1 Komentar

  1. Ping-balik: Perkenalkan, Sungai Dago atau dikenal juga dg Sungai Juanda. Sungai Arus Deras Terbaru di Bandung. | Blog Kemaren Siang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s