Bandung
Tinggalkan sebuah Komentar

Blue Rose dan Bunga di Tepi Jalan

MawarBiru_thumb.jpg

Mawar biru alias blue rose adalah mawar yang tidak ada secara alami di alam. Mawar tidak memiliki gen untuk menghasilkan warna biru. Akan tetapi, manusia tidak kehabisan akal. Biasanya mawar yang berwarna biru, seperti gambar di atas, diwarnai dengan zat pewarna. Mawar yang tadinya berwarna putih dicelupkan sehingga berubah wujud menjadi lebih indah. Manusia juga tidak puas sampai disana. Rekayasa genetika pun dilakukan untuk membuat mawar berwarna biru dari lahir bukan pada saat dia mati. Meskipun hasilnya sebenarnya belum bisa disebut biru, hanya sekedar ungu saja.

Selain kebangsawanan, mawar biru menyimbolkan usaha manusia untuk mencapai sesuatu yang tidak mungkin. Penggapaian cinta yang tak dapat dijangkau. Misteri hidup. Dan terwujudnya impian.


Ibunya Bergaya Saat Difoto

Penjual Bunga di Simpang Dago

Dua hari sebelum lebaran, pinggir Jalan H. Juanda atau yang lebih dikenal dengan Jalan Dago sudah dipenuhi para penjual bunga. Tidak seperti dua tahun lalu, bunga-bunga yang meramaikan simpang dago kali ini berlangsung dua hari. Mungkin karena waktu lebaran dan liburan sangat dekat dengan waktu masuknya perkuliahan dan liburan tengah tahun. Kali ini pula, langit dapat bekerja sama dengan tidak mengeluarkan cairan kesuburannya. Akan tetapi, ini berarti foto-foto kembang yang akan saya ambil tidak punya bintik-bintik air dan efek segar di kelopak bunganya,

Sebenarnya artikel ini persis dengan artikel yang saya tulis dua tahun lalu Flower In The Holy Night minus kalimat puitis yang menggambarkan sore berintik hujan di malam kemenangan waktu itu. Hanya mawar biru dan filosofinya yang entah menggambarkan keadaanku sebelah manany apada saat ini. Akan tetapi, artikel ini tetap saya tulis untuk sebagai pelengkap artikel dahulu saja. Waktu itu foto-fotonya agak gelap karena magrib telah usai. sekarang ini yang fotonya saya ambil di siang hari. Semoga pembaca bisa menikmati foto-fotonya saja.

Bunga di Tepi Jalan

Bunga di Tepi Jalan

Bunga yang dijual di tepi jalan ini bermacam-macam. Mulai dari mawar merah, putih, orange, pink, hingga biru. Sisanya saya tidak tahu karena nama bunga yang saya tahu hanyalah mawar. Ada yang mirip bunga matahari juga sih seperti pada gambar di bawah tetapi sepertinya bukan deh.

Ragam Bunga Merah Kuning Putih

Selain bunga-bunga, kita juga dapat mengamati meningkatkanya jumlah polisi yang ada di jalan ini. Mereka rela melewatkan malam lebaran bersama keluarganya demi tugas mulia mengawasi alur dan memastikan keamanan lalu lintas di Bandung.

Suasana Simpang Saat Lebaran

Penjual Bunga, Penjual Makanan, Pembeli Bunga, Pembeli Makanan, Orang Lewat, Pengemis, Polisi, Kendaraan, Semua Jadi Satu

PaK Pol Mengamati Lalu Lintas Saat Lebaran

Malam Lebaran, Jalan Tetap Padat

Lalu lintas di simpang waktu itu juga tidak begitu berbeda dengan waktu-waktu biasanya. Padahal, di malam lebaran ini, kemungkinan besar sudah banyak warga sekitar yang kebanyakan mahasiswa dan pegawai sudah keluar kota menemui keluarga besar masing-masing. Jalan juga dipenuhi beberapa ibu dan bapak yang sedang melihat-lihat bunga di tepi jalan untuk menghiasi ruang tamunya di hari raya Idul Fitri esok hari.

Kuda di Tepi Jalan Penjual Bunga Sepanjang Simpang Dago

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s