Hari: 5 Agustus 2012

Renungan Pasca Beberes Kamar

Kemarin saya melakukan beberes kamar. Tadinya yang saya ingin lakukan hanyalah menyiapkan sedikit ruang di rak dengan menyusun kembali buku-buku dari satu rak ke rak lainnya. Dengan demikian, ada ruang yang cukup untuk baju yang tidak cukup lagi di lemari susun tingkat empat saya. Akan tetapi, karena semaraknya debu yang beterbarang selama buku-buku itu ditata ulang dan sebagian dari mereka telah mengambil alih pojok-pojok area kamar dan sela-sela barang, saya jadi gerah. Akhirnya, (hampir) seluruh kamar terkena imbasnya. Harus Anda ketahui bahwa saya ini cukup pemalas. Aktivitas beberes kamar saya lakukan sangat jarang: mungkin satu semester sekali (tapi masih lebih sering dari kebanyakan orang, sepertinya). Akan tetapi, saya cukup menganggap serius kerapihan dan kebersihan kamar. Tentu saja, karena ini adalah tempat saya bernanung setiap harinya. Selama kegiatan ini, saya menemukan banyak sekali tumpukan kertas, plastik-plastik, dan barang tak terpakai di bawah atau sela-sela rak.  Ada yang berupa brosur iklan. Ada majalah entah dapat dari mana. Buletin. Ada bungkus barang-barang yang sayang dibuang, misalnya bungkus mouse di bawah. Ada juga tumpukan buku catatan (notes) dari mana-mana yang tidak …