Hari: 13 Mei 2012

Pertemanan, Lingkungan, dan Kompetisi : Sekelumit Cerita dalam Melompati Batu Loncatan Pendidikan dan Kehidupan

Menurut teori kognitif sosial, perilaku manusia itu dipengaruhi oleh lingkungan. Katanya, tiga komponen sosial : manusia, lingkungan, dan perilaku secara intens saling memengaruhi satu sama lain. Lingkungan dapat dibagi menjadi dua bagian. Satu: lingkungan fisik seperti tempat, ukuran ruangan, atau pencahayaan. Dua: lingkungan sosial, seperti keluarga, tetangga, dan kolega eh teman. “Dekatilah orang yang menjual minyak wangi. Sesungguhnya bau wangiannya itu akan turut mewangikan kita. Jangan dekati tukang buat besi kerana bau busuk yang ada padanya akan melekat kepada diri kita.” (Hadits, katanya) Dari hadits di atas jelaslah bahwa lingkungan itu memengaruhi kita. Rasulullah pun memerintahkan kita untuk mencari kawan atau lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik akan membawa kebaikan kepada kita. Lingkungan yang buruk akan membuat kita terhempas keburukannya pula. Kompetisi hadir adalah pertarungan antar organisme, individu, organisasi, atau entitas (duh, ini bahasa inggris semua) dalam mencapai tujuan atau memperebutkan sumber daya [1][2]. Kompetisi hadir secara alami kapan saja dalam lingkungan. Selama hal yang diperebutkan pihak-pihak tadi tidak dapat dibagi, ada kompetisi. Terkadang kompetisi bahkan sengaja dihadirkan, terutama dalam pendidikan dan bisnis. Kompetisi akan memaksa …