Kampus Ganesha
Comments 4

Komunikasi

Facebook kini telah menjadi sarana komunikasi yang tidak bisa dibilang tidak penting. Seakan-akan dia adalah jalur komunikasi yang sangat dapat diandalkan, dia menghubungkan jejaring jutaan orang setiap harinya. Orang-orang dari seluruh dunia itu pun sangat beragam, mulai dari anak kecil (padahal usia minimal untuk bergabung di Facebook adalah 13 tahun) sampai kakek-kakek, pengemis sampai presiden, perampok sampai kyai, dengan kepentingan yang juga beragam, dari sekedar main sampai urusan bisnis, mencari teman SD sampai sasaran rampokan hampir semua ada disini.

Komunikasi.

Itu adalah kunci yang dimiliki oleh Facebook. Sesuai dengan tabiat manusia sebagai mahluk sosial yang perlu berkomunikasi, Facebook cepat mendapatkan pelanggannya. Apalagi dengan iming-iming mengumbar ekspresi diri tanpa harus merasa malu terlihat orang langsung, mengomunikasikan self interest ke duia luar, Facebook telah menjadi bagian dari hidup sebagian manusia.

Komunikasi memang penting, dan itulah tema blog kali ini setelah hampir sebulan vakum (Disclaimer: maksudnya tema disini adalah sedikit dari post ke depan akan berbau komunikasi, bukan komunikasi dibahas secara mendetail dan terus-terusan. Seperti halnya tema-tema sebelumnya yang timbul setelah vakum bersamaan dengan gantinya Banner Blog ini : Fun on Bandung dan 4 Elemen, mereka tak disebut tema karena alasan khusus).Tanpa komunikasi takkan ada komunitas. Tanpa komunikasi takkan bisa manusia berinteraksi. Karena komunikai yang jelek, Amerika menganggap Jepang tidak mau menyerah dan memusnahkan jutaan jiwa dengan bom atomnya.

Di dalam dunia organisasi yang kini ku ikuti, komunikasi menjadi sangat vital. Inbox 1000 sms yang dulu perlu waktu berbulan-bulan, kini dapat penuh hanya sekitar 1 bulan saja. Apalagi kini beberapa amanah yang kuikuti cukup berhubungan dengan komunikasi. Tiada hari tanpa jarkom, dan tiada minggu tanpa menjarkom.

Hubungan luar. Divisi yang sangat kental dengan komunikasi eksternal ini adalah bebanku di Unit Budaya Lampung. Lebih bersifat direct memang. Di Gamais, kebetulan aku bergabung di Divisi Syiar Multimedia dan repotnya aku kebagian menjadi PJ online. Hal ini berarti seluruh lini Gamais yang bersifat online menjadi tanggung jawabku. Dalam deskripsinya, hal ini mencakup Rileks Gamais, web Gamais, Facebook Gamais, dj-online, dan Lentera-online. Aku juga menjadi penghubung antara Gamais Pusat dengan Gamais Wilayah Sekolah Farmasi.

Padahal, Aku bukan orang yang ahli dalam komunikasi. Pada Psikotes yang wajib dijalani seluruh mahasiswa ITB, hasil sisi komunikasku pun sangat kurang sehingga Psikolog menyarankanku untuk melatih bahasa dan penyampaian. Hal yang (sudah pernah kukatakan) menjadi tujuanku membuat blog. Aku juga bukan hal yang ahli mengoprek Web. Aku bukan Abrar maupun Haqi. Aku tidak mempunyai keahlian itu. Setidaknya belum. Dan juga, aku tidak mempunyai Facebook dan akun Facebook. Setidaknya itulah yang kuklaim dan anehnya dipercayai banyak orang kini.

4 Comments

  1. Ping-balik: Bagaimana Saya Dulu Mengisi Blog Ini | Blog Kemaren Siang

  2. Aku bukan Abrar maupun Haqi.

    Loh, ternyata kamu bukan Abrar to? Kirain iya…

    Dan juga, aku tidak mempunyai Facebook.

    Yang punya fesbuk tu om Mark Zuckerberg.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s