Dunia Maya
Comment 1

Mengarang Judul Artikel yang Efektif

Judul adalah gerbang depan dari segala macam tulisan. Ia menjadi kriteria terkuat bagi calon pembaca untuk memilih satu dari puluhan bacaan yang tersedia. Apalagi dalam era informasi sekarang ini, banyak sekali artikel yang tersedia di dunia maya yang siap dibaca kapan saja. Artikel mana yang beruntung untuk “terpilih” sangat bergantung pada judulnya. Dengan demikian, membuat judul artikel yang baik dan menarik seperti menjadi ilmu yang wajib bagi siapa saja yang berkepentingan tulisannya untuk dibaca orang, termasuk saya: blogger.

Terdapat banyak sekali acuan (referensi) mengenai tips pembuatan tulisan, artikel, atau blog di luar sana, termasuk juga pembuatan judul. Sambil belajar, saya disini akan mencoba meringkasnya.

Apa yang harus dicantumkan dalam judul?

English: Logo of Headlines Today

(Photo credit: Wikipedia)

Tentu saja hal yang berhubungan dengan tulisan Anda. Jangan pernah mencantumkan judul yang berbeda dengan isi tulisan karena ini dapat membuat pembaca kecewa. Misalnya Anda ingin menulis kisah cinta Anda saat masih SMA. Jangan menulisnya dengan judul seperti “Kuliah dan Cinta” apalagi dengan “Kisah Cintaku Waktu Itu”.

Seperti yang sudah saya jelaskan dalam paragraf pembuka, persaingan untuk memperebutkan perhatian pembaca di web sangat tinggi. Orang membuat keputusan sekejap untuk mengklik atau tidak mengklik artikel Anda. Keputusan ini dibuat setelah mereka membaca rentetan judul artikel sekilas. Mungkin sih, orang datang ke laman anda karena gambar yang dilihatnya. Akan tetapi, judullah penjelas utama dari tulisan Anda.

Dengan demikian, judul yang kita buat harus kuat, menarik, dan tajam. Judul harus membuat calon pembaca cukup tertarik untuk mengklik tautan ke laman Anda. Tentu saja, dengan tetap memperhatikan kesesuaian dengan isi tulisan. 

Utamakan meletakkan kata-kata kunci utama dari artikel Anda pada awal judul. Kenapa? Selain supaya kata kunci tadi akan lebih mudah terbaca oleh pembaca, juga supaya kata kunci tadi tidak terpotong oleh . Misalnya Anda ingin menulis tentang betapa menjadi orang gila itu gampang. Jangan memberi judul “Setelah Saya Pikir-Pikir, Kayaknya Menjadi Orang Gila Itu Mudah”, lebih baik jika “Mudahnya Menjadi Orang Gila, Menurutku”.

Enaknya seberapa panjang?

Judul sebaiknya singkat. Banyak sekali yang menyarankan untuk membuat judul sesingkat mungkin. Lebih singkat lebih bagus dan tampak keren. Hal ini akan tampak semakin jelas saat menjuduli sebuah buku atau novel.

Search Engine Journal dalam artikelnya mengatakan bahwa sebaiknya judul kurang dari 70 karakter termasuk spasi. Hal ini lebih bukan karena dalam perhitungan optimasi mesin pencarian (SEO – Search Engine Optimization) Google, judul akan dipotong hingga ukuran ini. Judul tetap diperhitungkan secara utuh dalam perhitungan SEO. Akan tetapi, hada hasil yang disajikan pada halaman hasil pencarian, judul yang terlalu panjang akan ditambahi elipsis sehingga terpotong.

Akan tetapi menurut zemanta, judul sebaiknya sepanjang mungkin selama itu dapat menarik perhatian. Judul harus bersifat informatif. Berikan sebanyak mungkin informasi yang memberitahu calon pengunjung mengenai isi artikel Anda tersebut.

Namun, pemotongan judul pada halaman hasil pencarian mesin pencari adalah sebuah fakta. Dengan demikian, tetap disarankan untuk menempatkan kata-kata kunci utama di depan judul.

Jadi Judul yang Efektif?

Search Engine Journal memaparkan daftar yang harus diperhatikan agar judul efektif.

  1. Judul harus singkat dan padat, kecuali Anda ingin judul tadi terpotong.
  2. Setiap judul halaman harus unik, artinya tidak ada yang sama. Sisi unik dari judul sebaiknya diletakkan di bagian depan judul (sehingga pembaca dapat mengetahui artikel apa yang mana pada beberapa tab peramban yang terbuka).
  3. Judul harus menarik dan menggugah daya tarik calon pembaca. Bayangkan Anda menjadi pembaca yang mencari suatu topik dari puluhan artikel, judul bagaimana yang membuat Anda tertarik.
  4. Judul harus sesuai dengan tujuan dan isi artikel. Berikan judul yang informatif terhadap tubuh tulisan bukan hanya sekedar menarik tetapi jauh berbeda dari pokok tulisan sebenarnya. Pastikan judul memberikan pembaca potensial sebenarnya tentang apa artikel Anda itu.
  5. Judul harus berdasarkan kata kunci dari artikel Anda sehingga mesin pencari bisa paham dengan artikel Anda.
  6. Judul harus fokus. Jangan memasukkan semua kata kunci dan kata-kata yang tidak perlu dalam judul.
  7. Judul harus benar secara semantik sehingga calon pembaca bisa paham dan Google dapat melakukan analisis pencariannya dengan benar.

Ada contoh?

Berikut adalah beberapa contoh judul yang baik (menarik perhatian, panjang seperlunya, informatif, dan efektif)  dan judul yang tidak begitu baik. Tentu saja hal ini sebenarnya sangat bergantung pada blog/ web Anda dan pengetahuan tentang target pemirsa Anda sendiri.

Contoh yang baik:

5 Blog tentang Blog yang Kamu Tidak Bisa Hidup Tanpanya
Google: Bisakah Enterpreneur Indonesia Menyainginya?
Warung Nasgor Ponorogo: Bisnis Siang Hari Lebih Makmur
Semangat Belajar Mahasiswa ITB Menurun
Motorku Hancur Menabrak Gerobak Bakso

Contoh yang kurang baik:

Daftar Blog Keren yang Saya Sukai
Coba-coba Bisnis
Warung Nasi Goreng yang Tutup di Malam Hari
Belajar belajar!
Cerita Tadi Sore

Jika Anda membuat tulisan yang berseri, maksudnya beberapa tulisan dalam satu topik atau satu tulisan yang dipecah menjadi beberapa artikel, pastikan pembaca dapat mengetahui apa beda satu artikel dengan lainnya, artikel mana berfokus kepada titik mana, dan berdasarkan apa Anda memecah tulisan tersebut. Jangan hanya sekedar memecah tulisan yang panjang menjadi beberapa artikel dan menomori setiap artikel dengan nomor urut. Berilah keterangan tambahan atau ubah judul sedikit sehingga pembaca tahu tujuan masing-masing artikel tersebut.

Seperti yang saya bilang, banyak sekali acuan di luar sana yang membahas tentang masalah perjudulan ini. Kebanyakan mencoba meniru kesuksesan judul-judul majalah atau koran yang sudah terbukti. Hanya saja penulis Nenad mengomentari hal ini sebagai hal yang memuakkan. Saya sendiri juga bosan melihat judul yang cenderung berulang-ulang seperti: “5 Langkah Cepat Untuk …”, “67 Cara Agar  …”, “100 Alasan Mengapa …”.

Memang judul-judul seperti yang disebut barusan sangat informatif dan efektif dalam menyampaikan pesan ke pembaca. Penggunakan daftar dalam tubuh tulisan (5 langkah, dll) seperti itu pun memudahkan pembaca untuk memahami tulisan dibanding narasi paragraf yang menakutkan mata. Judul tersebut juga mempunyai kesan canggih dan elegan apalagi banyak tulisan sukses dengan model ini. Hanya saja, karena sudah sangat terlalu banyak, kita – pembaca – jadi bisa membedakan antara “7 Taktik …” yang satu dan “16 Taktik …” yang lain. Penggunaan daftar ini pun lebih sulit menyerap ke kepala (lebih susah diingat) dibanding penjabaran.

Intinya tahu sendiri lah, bagaimana jika suatu metode sudah terlalu banyak dipakai orang: pasaran. Jika buatan kita mirip dengan buatan orang lain, apa alasan pelanggan untuk mampir ke tempat kita?

1 Komentar

  1. mending unik dari pada niru, laku engga terserah belakangan. yang jelas sekarang berkarya saja dulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s