Day: 10 September 2011

Ngeteng 2011 : Metro-Bandung

Perjalanan ngeteng biasanya lebih lancar dari bus langsung. Faktor utamanya biasanya di pelabuhan. Antrian kendaraan bisa sangat panjang, sehingga anda harus menunggu sangat lama. Macet di pelabuhan. Kalau anda jalan kaki tentu saja bisa menghemat waktu lebih besar. Well, kelancaran sebenarnya hal yang relatif. Terakhir saya melaju dari Metro ke Bandung, ada ‘insiden’ sedikit. Saya mulai jalan dari Metro pukul 17.30. Dengan waktu sesore ini, bus di Metro masih ada tapi hanya sedikit. Tak beruntungnya, saya mendapat bus kecil. AC sih, tapi biasanya lebih besar, yang ini ukuran 25 kalau tak salah kernetnya bilang. Mungkin karena masih lebaran ke 6 hari Senin, bus itu penuh. Tak dapat kursilah awak. Mau tak mau berdiri pula saya di bus. Untung ada koper yang cukup besar, bisa diduduki.

Ngeteng Metro – Bandar Lampung – Bandung Lebih Murah.

Seperti biasa kali ini, ketika mudik ke lampung atau balik ke Bandung (dari Lampung tentunya) saya melakukan aktivitas ngeteng. Untuk yang belum tahu, ngeteng artinya memutus-mutus. Secara istilah, ini berarti melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain dengan memakai sarana transportasi berangkai sesuai jalur yang dilalui sehingga perjalanan tersebut tidak hanya menggunakan satu transport atau biro secara langsung ujung ke ujung. Ngeteng saya pilih karena biaya yang dikeluarkan hampir setengah dari biaya perjalanan langsung Metro-Bandung atau sebaliknya dengan bus. Biaya bus langsung bisa mencapai Rp225.000 (Pahala Kencana hari biasa), yang sedang Rp180.000 (Keramat Jati) dan yang paling murah adalah Rp150.000 (DAMRI, hari biasa). Pada hari lebaran, biasanya biasa bus ini naik sampai hingga dua kali lipat.