Sosial Politik
Comments 14

Advance Beggar Engineering

Ini adalah lanjutan dari artikel Beggar Engineering (for Beginner). Berikut ini adalah teknik lanjutan dari mengemis. Teknik yang disebutkan di bawah ini termasuk teknik level tinggi. Silakan dipelajari dan diterapkan atau hanya sebagai bahan rujukan untuk direnungkan. Just for the five hundred, we belong.

Intermediate Static

Merupakan teknik standard static yang lebih tinggi. Level mengemis bisa dinaikkan dengan menarik perhatian dengan mengeluarkan kata-kata menyedihkan, kata-kata meminta, mengeluh, atau mendoakan pejalan kaki.

Ada juga varian yang kerap ditemui dari teknik ini. Dan anda juga bakal mendapat sebutan baru jika melaksanakannya. Tukang Parkir tak resmi, begitu masyarakat menyebutnya. Sedikit berbeda dengan pungli (pungli bukanlah tidakan mengemis, tapi merampok dengan halus, serima dengan penyogokan polantas), tukang parkir hanyalah meminta 500 sampai 1000 rupiah kepada pengunjung area yang anda tunggui. Tukang parkir juga tidak dianggap berbahaya oleh masyarakat, jadi anda tidak perlu khawatir. Teknik ini bisa diaplikasikan di mana saja, di warung pinggir jalan, depan Cirle K, jejalanan, perempatan jalan, toko orang, tempat hajatan, atau rumah anda sendiri. Cukup banyak pilihan bukan.

Tukang Parkir

Sumber Gambar : vandahlan.wordpress.com

Mudahnya lagi, Anda tidak perlu menunggui motor yang parkir disana seperti tukang parkir beneran. Anda cukup memegang motor yang sedang akan pergi dari area itu, jika perlu menariknya, lalu berdiri di depan pengemudi. Jika mengerti, pengemudi pasti memberi anda sesajen. Yang tidak boleh dilupakan adalah peluit. Tukang parkir, khususnya yang tidak resmi pasti membutuhkannya. Benda ini bisa mengingatkan target yang diluar jangkauan untuk berhenti (tidak langsung kabur), apalagi jika anda masih sibuk menagihi target yang dekat.

Oh ya ada yang sedikit lupa. Sebaiknya saat ada target memasuki area anda, anda beri ultimatum ke target. “Mas bawa helmnya, nanti ilang. Sering kehilangan.” Biar si target tahu bahwa keberadaan anda disana bukanlah untuk menjagai motor dan helmnya. Tapi untuk memungut pajak di sana. Anda juga bisa memberi peringatan “Mbak,mobilnya dikantongi aja. Nanti hilang disini.” Supaya meminimalisasi kaburnya target, anda juga bisa meminta pajak tadi di awal pemarkiran. Kelemahan dari teknik ini adalah jika target tidak turun dari motornya. Jika itu terjadi anda tidak bisa apa-apa.

Advance Static

Meruapakan teknik tertinggi dari ranah static. Anda bisa membuat sehingga seolah-olah tubuh anda cacat, atau memang sengaja dicacati sehingga jiwa kasihan para pejalan dan target berada pada puncaknya. Sengaja menyacati diri bukanlah hal yang direkomendasikan. Sebaiknya anda mencacati anak buah anda untuk menaikkan level teknik statis ini, meskipun saya hanya pernah melihat kejadiannya di film. Anda yang memang sudah cacat dan tidak tahu ingin berbuat apa-apa bisa memanfaatkan teknik tingkat tinggi ini.

Advance Mobile

Teknik ini sangat tinggi dan jarang digunakan. Anda bisa mendapatkan uang yang sangat banyak dalam sekali tindak dengan teknik ini. Teknik ini selevel dengan social engineering pada hacking engineering.

Ada bermacam-macam yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah berusahalah kelihatan capek atau lugu. Lalu cari target anda. Bisa dijalan, atau di tempat sepatu masjid salman. Lalu temui target anda itu dan berusahalah ramah, jangan lupakan terengah-engah capek anda atau keluguan anda.

Lalu berusahalah mengobrol dengan target, seramah mungkin. Buat cerita yang brilian. Contoh: “Capek kang. Saya dari Telkom yang di gasibu, minta beasiswa ke sana. Ya Alhamdulillah bisa dapet. Kirain langsung dibantu, gaktaunya nunggu seminggu. Saya jalan tadi dari Gasibu ke Salman sini. Uang saya tinggal seribu. Mana rumah saya di soreang lagi. Haduh, gimana ya.”

Hal yang perlu anda perhatikan adalah berusaha se-natural mungkin. Jangan ngomong terlalu cepat (kayak di contoh di atas), dan berusahalah sehingga target merespon pembicaraan anda. Dan ingat, kita akan belajar mengemis, bukan merampok. Jadi jangan mengancam target anda, apalagi teknik ini hanya akan jalan di tempat ramai yang tidak mencurigakan. Setelah anda menceritakan masalah tadi, anda dapat meminta bantuan ke target, seperti “Akang bisa bantu saya gak ya. Biar saya gak jalan ke soreang.” Saya mempelajari teknik ini hari senin 26/4 kemarin saat lagi duduk-duduk di tempat sepatu salman.

Yang umum dari ranah ini adalah teknik untuk tidak tahu tujuan anda. Katakan ke target “Mbak, Depok di mana ya mbak. Naik angkot apa?” Lalu setelah di jawab, anda pura-pura kaget. “Wah jauh banget ya, uang saya gak cukup. Padahal saya pengen jenguk anak adek saya.” Lalu anda bisa meminta uang ke target. Beberapa kali saya dan teman saya menemui orang memakai teknik ini.

Kreativitas adalah kunci utama dari teknik ini. Saya juga pernah menemui pengguna teknik ini di kelas. Ya, di kelas saat kuliah, lagi gak ada dosen sih. Beliau masuk ke kelas dan salam, selayaknya orang mau pengajian. Lalu menangis, melemahkan diri, dan meminta pertolongan. Bisa dengan dalih anak sakit, atau panti asuhan lagi butuh bantuan. Orang yang sama saya temui sedang melakukan teknik serupa tapi dengan alasan yang berbeda saat saya sedang rapat Ogan (Opera Ganesha, saya sendiri yang nyingkatnya). Kreatif bukan. Hanya saja saya agak jengkel karena dia membawa-bawa nama agama saya dan membuat seolah-olah mental penganut agama itu adalah pengemis. Jadi, saya sarankan anda jangan terlalu kreatif sehingga mengatas namakan agama dengan teknik ini. Saya akan sangat marah kepada anda nanti.

Child Exploration

Ini merupakan teknik yang levelnya cukup tinggi dan membuahkan banyak hasil. Caranya cukup mudah, anda tinggal mengorganisasi anak-anak atau sekumpulan anak-anak untuk melakukan teknik-teknik mengemis yang sudah dipelajari di atas. Tidak ada batasan umur dari teknik ini. Child disini tidak berarti anak-anak, balita pun termasuk. Bapak-bapak juga bisa anda explorasi. Saya pernah menemukan anak balita sedang melakukan teknik Music Mobile di jalan Juanda persimpangan Simpang Dago McD. Cukup ampuh teknik ini menyayat hati saya dan membuat saya ingin memberi (tonjokan kepada ibunya.red).

Sumber Gambar: Tempo

Di gramedia bandung, teman saya pernah memberi saya informasi bahwa ibu pengemis di sana mengayakan beberapa anaknya untuk mengemis di daerah sana. Uangnya lumayan, bisa 100.000 perhari. Bahkan mandor pengemis yang sudah saya ceritakan itu bisa sukses punya 4 rumah dan mobil mewah.

Intinya anda mau sukses dengan gampang (tapi gak berkah.red). Silakan ikuti tips-tips diatas.

14 Comments

  1. Ping-balik: Harga Sebuah Pelayanan: Parkir di McD Simpang Dago | Blog Kemaren Siang

  2. Saya sangat prihatin dgn negara kita,,,
    Anak masih kecil sudah dituntut untuk mengemis dijalanan..

  3. bloksaya says

    krn wktu tu metrominina lg agk sepi,seingtq cm 1 wnita paruh baya yg ngsih

  4. bloksaya says

    da yg lumayan seru jg
    pas q lg naik metromini,da bpk2 blg,”assalamualaykum.agar qt slamat dlm prjlnn,mri qt mmbaca al-fatihah (mbaca al-fatihah dgn tempo g wajar).trima kasih”
    trus dy ndatengin pr pnumpang smbil mnyodorkan glas akua atw plstik prmen atw sjnisna (saya lupa)

  5. Aku gk ingin ngemis gtu Bed..
    hal sperti ini cma ada di Ind*nesia apa di luar juga ya?

  6. miraayuningtyas says

    hampir semua teknik ini saya udah pernah ngalamin sendiri

    hehe, pas sma, lg nunggu dijemput, saya malah pernah hampir nangis dikejer2 anak kecil yg minta sumbangan, padahal saya sama sekali nggak bawa duit. Saya lari-lari dikejer anak kecil itu. Padahal udah saya tolak scara halus, krn sy memang nggak bawa uang. Lucu jg kalo inget kejadian itu.

    saya pribadi, sbnernya yg bikin miris lg itu ya itu td mereka punya majikan. yg menikmati hasilnya jg si majikannya.

    saya jg kaget tuh sama yang dengan sengaja dibikin cacat, baru liat jg si difilm, di slumdog millionaire ada tuh, sengaja dibikin buta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s