Sosial Politik
Comments 3

Beggar Engineering (for Beginner)

This time we will learn some techniques about begging (or beggaring?). I have encountered many form of this thing. And I will inform you some aspect I have explored about it. You can explore it too in your environment and everywhere, and you can apply it too if you want.

Veteran Beggar

Tidak ada satupun dari teknik-teknik di bawah ini yang memerlukan keahlian khusus. Anda dapat mempelajari keahlian umum yang diperlukan oleh beberapa teknik disini dimana saja. Atau anda dapat membuat anda seolah-olah menguasai keahlian tadi.

Jumlah yang dihasilkan dari teknik-teknik dibawah ini tidak saya jamin. Semuanya tergantung USAHA anda. Dan saya tidak menyarankan anda menggunakan teknik-teknik ini, karena semua teknik ini sudah saya temui yang artinya basi. Saya juga menyarankan anda menguasai teknik-teknik lain, daripada mengemis. Dan satu yang perlu anda camkan, tindakan mengemis bukanlah membuka ladang amal bagi orang lain. Jangan mengharap pahal darinya. Jangan juga mengharap orang yang member anda uang mendapat pahala. Salah satu syarat sedekah memang tersedekah adalah fakir atau miskin, tetapi bukanlah peminta-minta.

Standard Static

Teknik ini merupakan teknik yang paling umum ditemukan. Caranya simple, Anda cukup duduk dan diam sambil membawa wadah uang di tempat strategis. Strategis di sini maksudnya adalah banyak dilewati orang. Bisa di dekat rumah Anda, di depan pintu sekolahan, jalan menuju masjid, atau bahkan di area masjid itu sendiri. Wadah uang bisa macam-macam tergantung selera anda. Bisa peci, gelas, piring, vas, guci, terserah anda. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah kostum. Kenakan kostum kesayangan anda. Lebih miris lebih baik. Jangan lupa bawa handphone, kalau-kalau orang rumah mencari-cari Anda.

Standard Mobile

Teknik ini juga cukup banyak ditemui. Anda cukup berkeliling di tempat keramaian terjadi. Tempat-tempat ini bisa ditemui di mana-mana, jadi Anda tidak perlu bingung mencarinya. Banyak pilihan, bisa kampong Anda, sekolahan, pasar, rumah makan, atau masjid. Ya, di dalam masjid.  Saya pernah menemui pengemis yang melakukan hal ini di dalam masjid salman. Setelah mengemis, ya shalat. Asyik bukan, gak perlu meninggalkan shalat.

Teknik ini dapat divariasikan. Terkadang dengan berpasangan, teknik ini dapat lebih manjur. Misalnya, anda bawa teman anda di depan. Suruh teman anda menutup mata, dan anda dari belakang menuntun tangannya ke target. Jangan terlalu cepat jalannya, biar kelihatan real.

Music Static

Jika anda bosan berdiam menunggui wadah uang, anda dapat membawa alat music kesayangan anda. Boleh anda mainkan atau tidak. Sebaiknya dimainkan, biar menambah ramainya hiruk pikuk jalan yang anda tunggui. Anda yang mencoba ranah ini tidak akan mendapat banyak saingan, karena yang mencoba jalur ini sangatlah sedikit. Tapi jangan diremehkan, jika serius anda bisa merasakan perbedaan penghasilannya. Biasa, manusia kan lebih sedang objek berbunyi dari pada objek diam.

Music Mobile

Sebaiknya anda berpikir dua kali untuk mencoba teknik yang satu ini. Tidak lain karena sudah sangat banyak yang mencoba teknik ini, dan orang-orang yang mengandalkan teknik ini juga sudah mendapat julukan lain. Pengamen, orang-orang menyebutnya.

Anda dapat membawa gitar anda (ini yang paling umum ditemukan), atau kecek-kecek, atau gendang. Harmonika, seruling, atau biola juga dapat menjadi pilihan. Tidak sedikit juga yang memakai tip rekaman atau menyanyi sendiri dengan speaker besar. Sasaran pun bisa ditemukan dimana-mana. Anda bisa nongkorong di lampu merah menunggu mobil atau angkot berhenti. Atau jalan-jalan ke rumah/ warung makan. Atau di dalam bis sambil menemani orang berpergian. Atau bahkan ke rumah-rumah warga. Oh ya, jangan pedulikan tempelan “Mengamen Gratis” di depan rumah warga, karena itu hanyalah untuk menakut-nakuti anda saja.

Seperti halnya teknik standard mobile, Music Mobile dapat divariasikan dan sangat banyak ragamnya. Anda dapat berkolaborasi dengan teman anda jika memang persaingan di ranah ini terlalu ketat. Anda main gitar dan teman anda gendang. Bisa juga memainkan simfoni Beethoven yang terkenal itu bertiga, sehingga seolah-olah Anda adalah grup music professional.

Selain kolaborasi, banyak teknik lain yang bisa digali. Seperti memainkan lagu di dekat target sampai lagunya usai (dan target bosan). Mengelilingi target bersama teman-teman anda. Menyindir target dengan ehm-ehm atau salam. Anda juga dapat mencetak selebaran (kecil maupun besar, atau baligho jika perlu) dan dipublikasikan kepada target sesaat sebelum anda beraksi. Selebaran dapat dibuat kental dengan suasana syahdu, doa, atau agama.

Selebaran Pengamen

Ranah ini juga memerlukan teknik penutup. Seperti mendoakan atau terima kasih. Jika anda dapat uang receh anda punya dua opsi. Membuangnya (saya pernah menemui teknik seperti ini) atau bersyukur sambil mengeluh. Marah-marah juga merupakan opsi, apalagi jika anda tidak diberi. Jangan pernah lupakan atau menyerah dengan teknik penutup anda ini, karena beberapa orang (termasuk saya) kebal terhadap teknik mengemis yang ini.

Mahasiswa dapat bersama-sama menggunakan teknik ini juga. Tidak perlu pandai menyanyi atau bermusik. Cukup teriak-teriak “Seribu saja-seribu saja” perempatan jalan ke mobil-mobil sambil bawa kardus kosong. Jika perlu hentikan mobil dan motor yang sedang jalan dengan keramaian anda, dan baru menyingkir jika target sudah memberi uang.

.

—BERSAMBUNG—

3 Comments

  1. bloksaya says

    da teknik bagus juga
    pake baju wanita,nyolek2in mahasiswa lewat,smbil bilang,”bt ongkos pulang mas,”
    (bayangin,prgi jauh2 dr rumah cm mw cri ongkos pulang,sungguh memotivasi)
    nti si mahasiswa kn ngeri tu,mw g mw ngsih uang deh

  2. miraayuningtyas says

    waw…

    iki teknik ngedanus model baru yo bed?
    syerem tenan

    kadang yg bikin miris itu kalo ada tuna daksa dengan sengaja ditaro di tengah keramaian, di pinggir jalan, panas2, kan kasian, uang yg didapet jg diambil sm bossnya, paling mereka dikasih uang buat makan.

    yang memprihatinkan juga fenomena di lampu merah simpang.
    Sore menjelang malam, biasanya segerombolan anak2 kecil bakalan beroperasi mengamen. Anak2 kecil di sini ada yg bener2 masih kecil, ngomong aja blm lancar, berlari-larian dr satu angkot ke angkot lain. Padahal berbahaya banget. Apa mereka ini anak jalanan dan tuna wisma? Bukan, di pengkolan trotoar, ibu-ibu mereka duduk menanti sambil mengutak-ngatik handphonenya. Hmm… miris banget ya. Kok, iya tega ibunya nyuruh buah hatinya yg masih cilik mentik harus berlari-larian dari satu angkot ke angkot lain.

  3. Ping-balik: Advance Beggar Engineering « Blog Kemaren Siang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s