Haduh-haduh
Comments 5

Pulan Sukai Lawan Jenis

Tersebutlah seorang temanku yang kini sedang bingung, meratapi nasibnya, dan mengutuki dirinya akibat sesuatu yang kadang lumrah terjadi pada anak manusia. Yah, mungkin anda pernah juga mengalaminya. Dia kini mengalami sesuatu yang berbahaya, menghilangkan rasionalitas, dan dia anggap hina untuk komunitas-komunitas pejuang suci yang dia miliki. Dia sedang menghadapi kegilaan tak termaafkan no.9 yang sangat terkutuk untuk komunitasnya, menyukai lawan jenis.

Dia, sebut saja Pulan P, eh maksud saya Fulan F (baca: ef), mulai menyadai hal tersebut beberapa minggu yang lalu, meskipun mekanisme ‘Sesuatu’ itu mungkin dimulai bertepatan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar di semester 2 ini. Kini dengan segala upayanya dan karena beratnya mengalami masalah sendirian, kini F pun mempublikasikan kisahnya kepada skope kecil teman-temannya. Yah, suatu keputusan yang cukup salah, karena Anda tahu, informasi itu zat yang sangat volatile dan mudah tertiup angin kemana saja.

Anda mungkin bertanya-tanya, menyukai lawan jenis kok hina dan terkutuk. Kayak biksu aja. Bukannya itu wajar terjadi pada remaja jaman sekarang? Memang hal itu wajar dan lumrah, dan sudah menjadi fitrah manusia bahwa saling mencinta adalah salah satu fitrahnya. Juga termasuk menyukai lawan sejenis.

This is the problem. Note that maybe you don’t know what or who I mean.

F menyukai bukan sekedar lawan jenis dalam skala kela*in. Tetapi juga skala hati, kepribadian, dan tentu hal yang paling seronok, kepercayaan mereka memiliki polaritas yang sangat bertolak belakang. Sama-sama penganut agama yang taat dan bangga terhadap keyakinan diri, mereka memiliki jalan masing-masing dan lembaga dakwah masing-masing.

Sebut saja Vulanah V (baca ev), seseorang yang kini merasuki zona merah muda F., memang memiliki kedekatan yang cukup untuk dapat disukai F. Akibat hal tersebut cukup besar. Interferensi pada impuls otak Fulan kerap terganggu akibat adanya gelombang Vulanah. Bangun tidur adalah saat yang paling tidak enak, karena bayangan-V-lah yang muncul. Jauh atau dekat dirinya terlintas (lebih parah jauh sih). Dan pertemuan adalah hal yang paling indah.

Entah bagaimana cara menghilangkannya, kami juga merasa wajib untuk menghapus memori itu. Bagaimana jika komunitas pejuang sucinya F tahu, pasti langsung dibuli-buli si F. Kami juga memberi harap semu bahwa V bisa jadi objek dakwah yang potensial, meskipun peluang untuk kesana praktis nol. Tidak tahu harus bagaimana, kisah pun berlanjut. Teman si F, sebut saja AlphaOne, yang tengah mengetahui informasi ini dengan hanya berberkal klue surat Al Maidah sekarang punya hobi baru, mengejek F akibat dilemma fatal yang dia alami. Apalagi saat mereka (Mr.F dan Mrs.V) berdua, momen yang sangat sempurna untuk membantai dan mencipta bahan tertawaan. Adu domba ala orang kasmaran (note: alphaone juga mengalami hal yang sama, beruntungnya targetnya masih sejenis, entah mengapa hal ini seolah terjadi musiman).

Usut punya usut, ternyata V punya bidikan lain yang (mungkin) sejenis dengannya. Hal ini F dengar langsung dari V di hadapan AlphaOne (memang hal ini pancingan dari alphaone). Perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan mencuat. Rasa je**s itu begitu saja merasuki dirinya. Tapi dengan rasa syukur, dia kembali menjalani hari-harinya.

Entah itu berefek buruk atau tidak, perilaku F agak kacau setelah kejadian itu dan juga ditambah kelakuak AlphaOne menanyakan V jika F suka padanya gimana. Kesehatan pun menurun dan semangat anjlok. Mrs.V pun menghilang dari peredaran dan menjauh dari F dan komunitas minoritas Lampung ini. Hal yang sangat disayangkan. Kini kami mencari cara untuk menutupi aib ini dan memanipulasi cerita yang ada dan merubah paradigm orang dan Mrs.V yang terlanjur mengangap F suka pada V.

Hidup harus tetap berlangsung, cerita itu kini telah basi, dan Alhamdulillah kedua orang itu kini masih hidup.

5 Comments

  1. bloksaya says

    abrari ngerasa tu🙂
    sebenernya, lawan jenis (spesies) manusia tu apa sich?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s