Bandung
Comments 5

Hujan

Entah ada di kota yang salah, atau penamaan kota yang salah, atau pemikian gua yang salah, ga hidup di kota yang hujannya 1 hari sekitar 15 jam-an lebih. Sering banget hujan terjadi, mulai dari siang sampai subuh tetap komitmen mengucurkan air dari langit.Hujan disini fluktuatif, terkadang deras, terkadang rintik. Tetapi jarang berhenti. Akses kemana-mana jadi susah. Kadang jalan ke kampus harus pake payung dan kalo bawa motor harus ngebut biar cepet sampai (sebenarnya gak pengaruh ke intensitas air yang kenak badan).

Kalo beruntung, kita akan mendapati siang yang cerah. Tapi ternyata tidak seberuntung yang Anda duga. Cerahnya sangat cerah sehingga memaksa para mahasiswa membeli es krim di Tokema. Kadang panasnya sangat keterlaluan untuk daerah Bandung yang terkenal dengan suhunya yang dingin. Namun, ternyata, panas itu dibalas dengan kejam oleh hujan malamnya. Datanglah sang dingin, menyelimuti para petidur lelap.

Tanggal 5 ini pas mentor tiba-tiba hujan. Gak tanggung-tanggung hujannya lebat bukan main. Petir yang menggelegar keras sampai membangunkan alarm-alarm mobil yang parkir di jalan ganesha . Kilat-kilat yang tampak sangar menghiasi langit putih gelap yang mengerikan. Air menggenang ditempat-tempat yang salurannya sangat penuh.

Ada baiknya, pelajaran olahraga pukul 15.00 dibatalkan. Setelah ngisi presensi kami diperkenankan pulang. Setelah pelajaran olahraga ini, gua pun memutuskan menyelesaikan proyek Blog baru ini dan akhirnya ngetik sampe malam di kosan Fikri dengan tidak memperdulikan dia yang tertidur di atas buku Alexander, Sadiku nya sambil mimpi yang aneh-aneh.

Pulang kehujanan sudahlah biasa. Sudah berkali-kali pulang kehujanan gua pake payung, tapi tetap basah separoh. Dan sudah 3 kali pulang kehujanan naik motor yang bonusnya basah ¾ bagian. Ngajar ke Karang Setra sambil hujan-hujan gerimis hampir tiap pertemuan. Yah, beginilah nasib tinggal di kota kembang. (???)

Dengan segala gangguan terhadap aktivitas manusia, hujan tetaplah berkah dari Allah sehingga harus kita syukuri bersama. Mencerca hujan hanya berarti mencerca berkah yang diberikan-Nya. Alhamdulillah… Karena tanpa hujan, apatah kita bertahan? Tanpa hujan, apatah arti sang surya?

This entry was posted in: Bandung

5 Comments

  1. Ping-balik: Hujan… « Blog-blogan

    • Albadr Nasution says

      Yah, berarti disana kembangnya lebih banyak dari disini, soalnya gua gak pernah liat kembang banyak disini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s